Jumat, 21 Februari 2020

Menuju Persekutuan Kekal

Bagian Alkitab :

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. (Kejadian 5:24)

Pesan :

Barangsiapa berjalan bersama Allah, ia dituntun ke dalam persekutuan yang kekal dengan-Nya.

Pengajaran :

Tujuan iman kita adalah untuk memperoleh persekutuan yang kekal dengan Allah (KGKB 10.6 / KGKB-PJ 567, 580). Untuk dapat memperoleh persekutuan yang kekal dengan Allah, kita perlu memiliki iman dan mau berjalan (=bergaul) bersama Allah, yakni mengikut Tuhan di dalam iman dan mengarahkan hidup kita sesuai dengan pengajaran-Nya (Mat. 10:38).

Berjalan dalam iman

Pada 2 Kor. 5:7 tertulis, "sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat." Pernyataan Rasul Paulus mengajarkan kepada kita bahwa pengikutan kita pada Tuhan dan apa yang kita lakukan dalam hidup kita sebagai pelaksanaan dari pengajaran Tuhan, hanya didasarkan pada iman. Sebab dalam kenyataan hidup kita, banyak hal yang tidak dapat kita mengerti dan itu terjadi dalam hidup kita. Dan itu adalah karunia Allah.

Iman sendiri, adalah juga karunia Allah

Pada kitab Ibrani 11:6, dinyatakan bahwa, "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." Terkait dengan apa yang dinyatakan oleh Rasul Paulus ini, Henokh, Abraham dan Elia dapat menjadi contoh bagi kita semua.

Di ayat sebelumnya (ayat 5), Rasul Paulus juga menuliskan, "Karena iman, Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemuka , marena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah."

Iman sendiri, sebenarnya adalah pemberian dari Allah, suatu kerunia dari Allah. Manusia hanya perlu suatu keinginan untuk memperoleh iman tersebut dan menjadi percaya. Iman dikuatkan melalui khotbah, doa, dan pengalaman kepercayaan.

Selain Henokh, Kitab Suci juga memberitakan tentang pengangkatan Elia ke langit oleh suatu angin badai. Ia juga adalah seorang laki-laki yang memiliki iman dan pengandalan yang kuat pada pertolongan Allah (2 Raj. 2:11).

Demikian juga halnya dengan Abraham. Meskipun ia tidak terangkat ke sorga dan meskipun ia juga harus mengalami kematian sebagaimana manusia pada umumnya, tetapi karena iman dan kemenurutannya-lah, Allah berkenan kepadanya dan ia kemudian dikenal sebagai Bapak Kepercayaan.

Berjalan dalam perintah-perintah

Ketiga orang, contoh di atas, tidak hanya memiliki iman, kepercayaan dan pengandalan yang besar kepada Allah, tetapi mereka juga menunjukkan kasih yang besar kepada Allah, yang ternyata dalam pengikutan, kedekatan dan kemenurutan mereka dalam menjalankan perintah-perintah-Nya. Apa yang menjadi perintah-Nya, yaitu untuk mengasihi Allah dan sesama (Matius 22:37-40). Di sinilah Iman dan Perbuatan menjadi sesuatu yang saling berkaitan, sebab iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak. 2:17). Hal inilah yang menyebabkan Henokh, Elia dan Abraham memiliki kedekatan yang sedemikian erat dengan Allah, bahkan sebagaimana yang telah disebutkan di atas, Henokh dan Elia dapat bergaul erat dengan Allah dan dapat terangkat ke sorga tanpa harus mengalami kematian.

Berjalan dalam terang

Kedekatan mereka dengan Allah, menempatkan mereka senantiasa dalam terang, karena Allah adalah Sang Terang, dan barangsiapa berjalan bersama Allah, ia tidak
berjalan di dalam kegelapan, melainkan memiliki terang hidup (Yoh. 8:12).
Barangsiapa berjalan dalam terang, ia akan dapat melihat dengan jelas, sehingga akan lebih aman bagi mereka. Ia dapat mengenali keadaan sekitarnya, lingkungannya dan jalan di mana ia berada.

Pengangkatan kita

Peristiwa pengangkatan Henokh dan Elia adalah peristiwa perorangan, diaman Allah menetapkan sebuah tanda yang istimewa. Ini menunjuk pada sebuah peristiwa yang jauh lebih besar, yakni pada titik pusat sejarah keselamatan.

Peristiwa pengangkatan sidang jemaat pengantin perempuan pada kedatangan Kristus kembali yang akan menjemput kita, tidak hanya berdampak pada beberapa individu, melainkan pada suatu kelompok manusia yang berjalan bersama Allah
(Flp. 3:20,21). Hal ini dapat terjadi  didasarkan di dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus Kristus ke surga (1 Kor. 15:20).

Sementara Henokh dan Elia “diberi upah” berupa pengangkatan, oleh karena pergaulan mereka yang erat dengan Allah dan rasa takut akan Allah, sehingga mereka tidak harus mengalami kematian, sidang jemaat pengantin perempuan akan diangkat untuk sebuah tugas tertentu, yakni untuk memberitakan Injil di da-
lam kerajaan damai seribu tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...