Jumat, 06 Maret 2020

Pengutusan Tuhan Yesus, Sang Firman

Bagian Alkitab

Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11)

Pengajaran

Bagian Alkitab di atas menunjuk kepada Tuhan Yesus. "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemulian-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya, sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:1 dan 14).

Tuhan Yesus yang telah menjadi manusia dan turun ke dunia, Ia datang untuk melaksanakan tugas dari Allah Sang Bapa untuk menjadi juru selamat manusia dari kuasa kejahatan dan dosa. Sejak manusia yang pertama jatuh ke dalam dosa, Alah telah berjanji, "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya. (Kejadian 3:15)

Janji Allah ini tergenapkan dengan kelahiran Yesus di dunia. "Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia (Yohanes 3:17). Oleh karena itu manusia diharapkan mau mendengar suara Tuhan, sebagaimana yang dinyatakan Allah saat Yesus dipermuliakan di atas bukit, "... Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan, dengarkanlah Dia." (Yoh. 17:5)

Dan tentang pengutusan-Nya ini, Tuhan Yesus mengatakan, "Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.  (Yohanes 6:38-40).

Beberapa kali Tuhan Yesus menyatakan bahwa Ia diutus oleh Dia, Allah Sang Bapa. Dalam Yohanes 7:28, juga tertulis, ...namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal.
Juga di Yohanes 8:16, Tuhan menyatakan sedemikian, "..., tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku." Selanjutnya kita juga dapat membaca tentang pengutusan-Nya secara berturut-turut di kitab Yoh. 8:42; 10:36;17:8,21,25.

Selama kehidupan-Nya di dunia, Yesus melakukan sepenuhnya apa yang menjadi kehendak Allah, bahkan Ia menjadikan hal itu sebagai "makanan-Nya", "... makanKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." Meskipun dalam melaksanakan kehendak Allah Sang Bapa yang mengutus-Nya, Yesus banyak mengalami penolakan, dan juga harus mengalami berbagai penghinaan, penderitaan, dan kesengsaraan, bahkan harus mati di atas kayu salib, Yesqwus terus berusaha untuk memenuhi apa yang dikehendaki oleh Allah, sehingga Ia dapat mengatakan, "... bukanlah kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42)

Yesus tahu dan percaya bahwa Ia tidak akan bekerja sendiri, itulah sebabnya Ia dapat menyatakan, "...bukan kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mulah yang terjadi." Terbukti, setelah itu seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberikan kekuatan kepada-Nya.

Keteguhan Yesus dalam melakukan apa yang dikendaki oleh Allah, tidaklah sia-sia. Meskipun Ia harus mengalami penderitàan yang sedemikian hebat dan bahkan harus mengalami kematian di atas kayu salib, pada akhirnya Ia dapat mengatakan, "..."sudah selesai" lalu Ia menundukan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya."(Yoh 19:30).

Setelah kebangkitan dan kenaikan-Nya kembali ke sorga, sekaligus bukti akan kemenangan Yesus atas maut dan neraka, jurang yang memisahkan Lazarus yang duduk dipangkuan Abraham dengan orang kaya, sudah terjembatani, sehingga terbukalah jalan bagi manusia untuk dapat memperoleh persekutuan yang kekal kembali dengan Allah Sang Bapa.

Dengan demikian tergenapkanlah apa yang dinyatakan Allah melalui nabi Yesaya, "Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." (Yesaya 55:11).

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...