Bagian Alkitab
"Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal". (Yoh. 6:47)Pengajaran
Jika suatu saat, ada seseorang yang kritis, yang bertanya,"Apakah sesederhana itu bahwa dengan hanya percaya kita bisa memperoleh hidup yang kekal? Disatu sisi, dapat dikatakan YA, hanya dengan percaya kita akan bisa memperoleh hidup kekal. Sebagai contoh adalah penjahat yang juga disalibkan saat Tuhan di salibkan, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43) Tetapi kejadian atau peristiwa ini sangat tergantung pada otoritas / wewnang sepenuhnya dari Allah. Tidak semuanya berlaku demikian dan kita tidak bisa memperkirakan atau menduga, kepada siapa otoritas dan wewenang itu digunakan oleh Allah.Disisi lain, untuk memperoleh hidup kekal tidaklah sesederhana itu. Iman atau kepercayaan memiliki beberapa aspek. Diambil sebagai contoh tentang apa itu arti percaya yang sesungguhnya, adalah Abraham. Abraham percaya kepada Allah. Dan oleh karena kepercayaannya yang demikian tangguh, ia dikenal sebagai Bapa Kepercayaan.
Ketika Allah memanggil dan menyuruh Abraham untuk pergi ke negeri yang akan ditunjukkan oleh Allah, maka dia mendengar panggilan tersebut. Disitulah kepercayaannya dimulai, dia MENDENGAR. Kemudian setelah itu dia pun MENERIMA panggilan tersebut, MENURUTI dan MEMENUHI sesuai dengan perintah Allah tidak menundanya dan pergi meninggalkan negerinya, sanak saudaranya dan rumah bapanya (baca Kej. 12:1-4)
Selama dalam perjalanan, Abraham menaruhkan PENGANDALAN SEPENUHNYA (tidak setengah-setengah) dan TAAT terhadap perintah Allah dalam setiap langkahnya. Selama dalam perjalanan tersebut, Abraham juga tetap SETIA kepada Allah. Jika Abraham tidak setia, mungkin akan berkata " baiklah ya Tuhan, sekarang sudah 10 hari, tunjukkan negeri yang Engkau janjikan tersebut sekarang", tetapi Abraham tetap setia memenuhi panggilan Allah sampai pada akhirnya.
Itulah bagian-bagian atau beberapa aspek dari Iman atau Kepercayaan (mendengar, menerima, menuruti, memenuhi, pengandalan yang sepenubnya, taat dan kesetiaan) yang hendaknya ada didalam diri kita dan kita ingin mempertahankan kepercayaan tersebut sampai pada akhirnya.
" Sudahkah kita percaya?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar