Kisah Inspirasi
Di sebuah negeri hiduplah seorang yang sudah tua, yang memiliki keahlian, yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Ia mampunyai keahlian memasukan benang ke dalam lubang jarum yang sangat kecil itu, dari jarak 100m.
Keahlian orang ini tersiar sampai ke seluruh negeri, dan akhirnya sampai juga ke telinga Sang Raja. Mendengar hal ini, Sang Raja pun mengundang orang tersebut ke istana, untuk mempertunjukkan keahliannya. Sesampai di istana, orang tua ini, segera menunjukkan keahliannya tersebut di hadapan Sang Raja. Tidak tanggung2-tanggung, orang ini mampu memasukkan 100 benang ke dalam lubang jarum yang sangat kecil itu, dari jarak 100m.
Orang-orang yang menyaksikan hal ini bersama Sang Raja, ikut berdecak kagum dan ikut bersorak-sorai. Setelah ia menunjukkan keahliannya tersebut, Sang Raja kemudian memberikan hadiah kepada dirinya uang senilai 101 dirham. Ia pun segera menerima hadiah dari Sang Raja dengan penuh rasa gembira dan ia pun segera mohon untuk undur diri.
Sang Raja mempersilahkan orang tersebut untuk kembali pulang ke tempat asalnya.
Tetapi ketika ia baru berputar balik dan akan melangkah untuk berjalan pulang, ia mendengar suara Sang Raja.
“Tangkap orang itu....”
Kemudian ia merasakan ada seorang pengawal yang mencengkeram leher bajunya. Dan ia mendengar lagi suara Sang Raja,
“Ambil kembali uang 100 dirham yang telah ia terima dan cambuk dia 100 kali”
Kemudian sang pengawal pun melakukan apa yang diperintahkan Sang Raja, mengambil kembali uang 100 dirham, dan hanya menyisakan 1 dirham untuk orang itu, dan kemudian mencambuk orang itu 100x.
Setelah orang itu mendapat 100x cambukan, orang itu memberanikan diri bertanya kepada Sang Raja,
“Wahai Sang Raja..., Mengapa Tuan memberikan kepadaku 101 dirham, tetapi Tuan mencambuk hamba 100x dan mengambil kembali uang 100 dirham dari pada hamba?”
Sang Raja pun menjawab,
“Wahai paman, dengarlah...”
“Utk apa paman menghabiskan seluruh hidup paman hanya untuk dapat melakukan hal ini. Apa manfaat keahlian paman bagi orang lain?”
Saudara-saudaraku, seringkali kita menghabiskan seluruh waktu kita untuk melakukan sesuatu yang “hanya” berdampak sangat kecil bagi orang lain dan kita sudah merasa puas dengan apa yang kita kerjakan.
Kita sering mendengar, bahwa kita diharapkan untuk menghasilkan buah-buah Roh bagi Yang Maha Tinggi.
Benar, kita semua mungkin dapat mengatakan, “Aku suddh menghasilkan buah” Tapi mari kita bertanya, buah yang bagaimanakah yang telah dapat aku hasilkan. Apakah benar buah yang aku hasilkan, buah yang dapat bermanfaat, dapat dinikmati dan dirasakan oleh orang lain?
Apakah buah yang aku hasilkan sudah berguna bagi kemuliaan Yang Mahatinggi? Saudara-saudaraku, mari kita berusaha untuk menggunakan waktu dalam kehidupan kita untuk berkarya bagi Allah dan sesama. Jangan merasa puas dengan apa yang sudah kita lakukan selama ini. Teruslah berkarya dan tetap semangat.
Salam sehat untuk semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar