Senin, 24 Juni 2019

Dipilih Sesuai Rencana Allah

BACAAN ALKITAB

Yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera, makin melimpah atas kamu. (1 Petrus 1:2)


PENGAJARAN

Sesuai dengan rencana keselamatan, yang telah dicanangkan oleh Allah untuk menyelamatkan setiap jiwa, maka Allah juga telah memanggil dan memilih kita, bahkan sebelum dunia dijadikan, untuk diselamatkan. "Sebab di dalam Dia, Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya. Di dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya" (Efesus 1:4-5). 

Pilihan Allah yang jatuh pada diri kita, bukanlah oleh karena suatu kebetulan atau karena perbuatan-perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi lebih pada kasih karunia, kehendak dan sesuai dengan rencana Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat menuntut Allah untuk memilihnya, karena mereka merasa telah berjasa atau telah melakukan perbuatan-perbuatan baik. Memang pilihan Allah yang jatuh pada diri kita adalah suatu misteri, tidak bisa dipahami secara akal. Pilihan atas diri kita hanya dapat dipahami melalui iman. Allah memberikan karunia pilihan atas diri kita berdasarkan kehendak-Nya sendiri. 

Meski Allah telah memilih kita, tetapi Allah tidak pernah memaksa seseorang. Adalah keputusan masing-masing orang untuk menerima atau menolak pilihan Allah, atas dirinya. Di sisi lain, tidak bisa kita memaksa Allah untuk tidak memilih seseorang, yang menurut kacamata kita, tidak layak untuk dipilih sebagai anak-anak Allah atau pilihan Allah. "Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati, kepada siapa Aku mau bermurah hati." (Roma 9:15).

Ketika Allah telah memilih kita, Ia juga mengkuduskan diri kita melalui pekerjaan dan aktivitas Roh Kudus dalam firman dan sakramen-sakramen. Kekudusan yang kita terima, menempatkan diri kita di atas jalan yang telah diletakkan oleh Tuhan, untuk dapat sampai pada persekutuan yang kekal dengan Allah Tritunggal. Melalui aktivitas Roh Kudus ini, kita senantiasa diingatkan akan pengajaran dan perintah-perintah Tuhan Yesus, sehingga kita dapat memiliki ketaatan dan kesetiaan pada Kristus. Ketaatan dan kesetiaan pada Kristus ini, hendaknya bukan menjadi cermin dari ketakutan kita akan kuasa Allah, melainkan lebih karena kasih kita kepada Allah, dan biarlah hal ini juga tercermin dalam kasih, baik kepada Allah maupun pada sesama.

Kekudusan yang dikerjakan oleh Roh Kudus pada diri kita dalam Kemeteraian Suci, menjadikan kita layak untuk menerima percikan darah Tuhan Yesus dalam Perjamuan Kudus, sehingga kita menjadi suci dihadapan Allah dan kasih karunia serta damai sejahtera makin berlimpah pada diri kita dan menjadikan kita kaya dalam Kristus. Pada saat sebelum Tuhan Yesus Kristus mempersembahkan kurban di atas kayu salib, kekudusan, dapat diperoleh melalui darah domba jantan dan lembu jantan dan percikan abu lembu muda. Dengan cara demikian, manusia dapat dikuduskan dari kenajisan dan disucikan secara lahiriah. Tetapi setelah kematian Tuhan di atas kayu salib dan kemenangan-Nya atas maut dan neraka, kesucian hati nurani kita, dapat diperoleh melalui percikan darah Tuhan dalam Perjamuan Kudus. (Ibrani 9:13-14)

Sesuai rencana pekerjaan keselamatan Allah, dimana Allah ingin menyelamatkan setiap jiwa, maka ketika Allah memilih kita, Ia tidak hanya ingin menyelamatkan jiwa kita, tetapi Ia pun memberikan tugas kepada kita untuk mengabarkan Injil Kristus dan menjadi jalan bagi para jiwa untuk dapat memperoleh keselamatan. Kita dipilih untuk ikut bekerja di dalam rencana pekerjaan keselamatan-Nya. Sebab kalau kita cermati, ketika Allah menjatuhkan pilihan-Nya kepada seseorang, di dalamnya melekat akan tugas dan tanggung jawab yang menyertai akan pilihan Allah tersebut. Itulah sebabnya, ketika Allah telah memilih kita untuk menjadi anak-anak-Nya, tidak bisa kita hanya berdiam diri akan pilihan ini. Kita harus ikut bekerja untuk menjadi terang dan jalan bagi setiap jiwa yang mendambakan akan keselamatan.  Itulah sebabnya, kita disebar ke "ladang persemaian", agar dapat tumbuh, menghasilkan buah dan benih yang baru. Jangan takut, karena Tuhan Yesus mengatakan, "... Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman," meski di ladang persemaian itu, kita hanya sendiri dan sebagai pendatang.

Pada masa ini, ketika banyak sekali tawaran yang diberikan oleh dunia, pilihan Allah pada diri sesorang, menjadi terkaburkan. Banyak orang yang sudah tidak mengenali lagi akan pilihan Allah pada dirinya. Tuhan Yesus menjadi suatu contoh yang Agung bagi kita. Pada saat Yesus dicobai iblis, yang akan memberikan seluruh dunia ini asal Ia mau menyembah iblis, Yesus sadar akan pilihan Allah pada diri-Nya, dan Ia dapat senantiasa mengingat dan mengenali akan pilihan Allah ini, untuk melaksanakan suatu tugas yang sedemikian agung, menyelamatkan manusia dari dosa. Pengenalan dan kesadaran akan tugas yang diberikan Allah kepada diri-Nya, mendorong Yesus untuk menolak tawaran iblis.

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa dapat mengenali dan menyadari akan pilihan Allah yang telah jatuh pada diri kita. Jangan sampai tawaran dunia yang sangat menggiurkan itu, dapat mengaburkan pandangan kita akan pilihan Allah pada diri kita. Marilah kita dapat senantiasa menjaganya dan bersetia hingga pada akhirnya. Dan janganlah kita melupakan akan tugas dan tanggung jawab yang melekat pada pilihan ini, untuk dapat menjadi jalan bagi para jiwa yang telah dipilih oleh Allah, domba-domba Kristus, yang saat ini masih ada di kandang lain, untuk dapat dihantarkan kepada Yesus.

Pemberitaan Injil Kristus dan kesaksian kita akan karunia, kemurahan dan kebaikan Allah yang menyertai pilihan Allah pada diri kita, hendaknya dapat dilihat, didengar dan dirasakan oleh orang lain, melalui sikap, sifat, perilaku dan perkataan kita.

Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...