BACAAN ALKITAB
Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang -orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia (Roma 8:14-17)
PENGAJARAN
Sejak manusia terjatuh ke dalam dosa, manusia menjadi terpisah dari Allah. Namun berdasarkan kasih Allah, manusia tidak dibiarkan terus dalam keadaan yang demikian, melainkan melalui jasa kurban Yesus di atas kayu salib, manusia mendapat kesempatan untuk memilik persekutuan kembali dengan Allah. Bahkan melalui kelahiran baru dengan air dan Roh, manusia tidak hanya dapat dibebaskan dari dosa, melainkan dapat menjadi suatu ciptaan yang baru, memiliki ke-anak-an di dalam Allah dan menjadi anak-anak Allah, sehingga kita dapat berseru kepada Allah, "Ya Abba, ya Bapa". Seruan ini, bukanlah suatu seruan ketakutan dari seorang hamba yang teraniaya, melainkan suatu ungkapan pengandalan yang penuh, akan kasih dan kedekatan dari seorang anak kepada Bapa-Nya.
Setelah Tuhan Yesus dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes, Roh Kudus turun kepada-Nya dan terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Maitus 3:17). Selanjutnya iblis mencobai Yesus di padang gurun, dengan mengatakan: "jika Engkau anak Allah.... (Matius 4:3-6). Di sini iblis menantang Yesus untuk membuktikan bahwa diri-Nya adalah, benar, anak Allah. Tetapi Yesus menolaknya. Bagi-Nya, pernyataan Allah Bapa sudah cukup, "Inilah anak-Ku ...."
Saat ini pun, kita juga dicobai oleh iblis, di padang gurun kehidupan. Penderitaan, kesesakan, kesusahan, kesulitan hidup dan kesedihan mengelilingi kita. Iblis pun hadir, mencibir dan menantang kita, "jika engkau sungguh-sungguh anak Allah mengapa Allah tidak datang untuk mengubah hidupmu?" Di saat-saat sedemikian, tidak menutup kemungkinan, kita akan meragukan ke-anak Allah-an yang telah diberikan kepada kita. Kita menuntut sang Bapa untuk memberikan mukzizat-mukzizat yang spektakuler, sebagai bukti bahwa kita adalah sungguh-sungguh anak Allah dan Allah mengasihi kita sebagai anak-Nya.
Sebenarnya, saat kita menerima karunia Roh Kudus atau Kemeteraian Suci, Roh Kudus tidak hanya menjadikan kita sebagai anak-anak Allah, tetapi Roh Kudus juga menjadi sumber penghiburan bagi kita dan Ia akan menuntun kita di atas segala jalan kebenaran, dan mengingatkan kembali akan apa yang telah diajarkan dan dijanjikan Allah kepada kita, melalui firman-firman-Nya. (Yohanes 14:26).
Disaat-saat pencobaan dan penggodaan, sehingga kita menjadi lemah, Roh Kudus akan membantu dan berdoa bagi kita. (Roma 8:26). Pengertian dan pemahaman akan hal ini memberikan tenaga, penghiburan dan memberi kepastian kepada kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah dan Allah adalah Bapaku, sehingga kita tidak memerlukan lagi mukzizat-mukzizat, karena bagi kita pernyataan Allah Sang Bapa, sudah cukup.
Roh Kudus juga mengaruniakan kepada kita pengertian dan pemahaman bahwa Allah tidaklah jauh dari kita. Allah hanyalah sejauh doa kita. Allah sedemikian dekatnya dengan kita. Pemahaman ini bukanlah sebuah fantasi. Yesus, yang telah menang atas maut dan neraka, juga ada dipihak kita. Pemahaman dan pengertian akan kedekatan dan kasih Allah Bapa dan Tuhan Yesus ini, hendaknya dapat memberikan penghiburan, tenaga dan menjadikan kita merasa aman, tenang dan tentram.
Pemahaman dan pengertian, bahwa kita adalah anak-anak Allah, dan Allah Tritunggal telah menyatakan kasih karunia-Nya kepada kita, hendaknya juga mendorong kita untuk senantiasa:
- Bersyukur dan berterima kasih
- Menaruhkan iman, kepercayaan, pengandalan dan pengharapan kita pada-Nya, seperti seorang anak, karena kita percaya, Ia akan memberikan yang terbaik untuk kita
- Memiliki damai sejahtera dan sukacita, serta menjadikan sifat dan terang Kristus - Allah Sang Bapa, ada pada diri kita, sehingga kita juga dapat menjadi pembawa damai dan sukacita bagi sesama.
- Mendengarkan firman-firman-Nya, perintah-perintah-Nya dan mencari kehendak-Nya di dalam setiap kebaktian, serta berpegang dan menempatkan diri di bawah kehendak Allah.
- Merindukan akan kedatangan Tuhan Yesus dan persekutuan yang kekal dengan Allah, karena bersama-sama dengan Yesus, sebagai yang Sulung, kita juga menjadi ahli waris Kerajaan Sorga (Roma 8:17)
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar