Jumat, 14 Juni 2019

Bersukacitalah I

BACAAN ALKITAB

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! (Filipi4:4)

PENGAJARAN

Rasul Paulus menasihati kita, : Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah! (Filipi4:4). Yang jadi pertanyaan, apa yang dapat menjadikan kita bersukacita? Pastilah kita semua sepakat, bahwa yang dapat menjadikan kita bersukacita adalah, kalau kita mendapatkan berbagai keberhasilan, kalau kita mendapatkan rejeki yang berlipat ganda, kalau apa yang jadi harapan, keinginan dan cita-cita dapat terpenuhi, kalau kita diberikan kesehatan, dan lain2 yang bersifat jasmani.

Tetapi, apa yang kemudian juga dinasihatkan Rasul Paulus di Efesus 1:3? Rasul Paulus mengatakan : "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga."

Kembali pertanyaan diajukan, bisakah kita mengenali akan berkat rohani yang telah dan senantiasa akan diberikan Allah kepada kita? Apakah kita bisa menilaikan berkat rohani yang telah dan disediakan Allah bagi kita? Apakah justru kita akan berkata kepada Allah, " Ya Allah berkat rohani itu, nanti saja. Saya khan masih muda, masih banyak cita-cita dan harapan yang ingin saya raih. Toh hidup saya masih panjang. Berikanlah saya berkat-berkat jasmani dulu. Engkau lihat ya Allah, saya masih sangat kekurangan, saya masih banyak kebutuhan yang perlu dicukupi, tolonglah saya untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidupanku, dulu. Berkat rohani, nanti saja!"

Apakah benar demikian?

Tuhan Yesus mengajar kita: " Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan segala kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33) Tuhan Yesus tidak hanya menasihati kita untuk mencari kerajaan Allah saja, tetapi juga mengatakan, "... Ada tertulis: "manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4).

Allah, sebenarnya telah menyediakan dan mengaruniakan berkat rohani yang sedemikian besar dan agung kepada kita. Sayang, tidak banyak manusia yang dapat mengenali akan hal ini. Kalau toh mereka dapat menegenali, mereka masih merasa belum cukup, karena terhimpit oleh masalah-masalah dunia dan kehidupan mereka. Akibatnya, mereka terus menuntut kepada Allah dan tidak mampu untuk bersyukur bersukacita. Mereka bersungut-sunguy, wajah mereka kusut, muram dan tidak berseri. Mereka tidak mampu mengenali akan kasih, kemurahan dan karunia yang telah diberikan Allah kepada mereka.

Mari kita merenungkan sejenak, berapa banyak dan betapa besar, kasih karunia dan kemurahan yang telah Allah berikan kepada kita. Ia telah mengaruniakan kepada kita, berkat-berkat rohani. Tidakkah kita bersukacita oleh karenanya.
  1. Allah telah memilih kita berdasarkan kasih-Nya dan melalui karunia Roh Kudus yang telah ditanamkan kepada diri kita, menjadikan kita memiliki ke-Anak-an di dalam Allah, kita menjadi umat milik-Nya. Dengan ke-Anak-an di dalam Allah, yang telah diberikan kepada kita, kita dapat memanggil Beliau, ya Abba, ya Bapa dan menjadikan kita sebagai ahli waris kerajaan sorga, bersama-sama dengan Tuhan Yesus, sebagai yang sulung. Berdasarkan kasih, Allah juga telah membukakan jalan keselamatan bagi kita.
  2. Jasa kurban Yesus di atas kayu salib, adalah bukti akan kasih Tuhan Yesus, baik kepada Allah Sang Bapa mau pun kepada manusia. Berdasarkan jasa kurban Tuhan Yesus inilah, terbukalah jalan kelepasan bagi manusia dari jeratan ikatan dosa, sehingga memungkinkan manusia untuk memperoļeh kelepasan dan persekutuan kembali dengan Allah.
  3. Roh Kudus yang telah dikaruniakan Allah kepada kita, juga telah menuntun kita di atas segala jalan kebenaran dan melalui kinerja Roh Kudus, kita dipersiapkan bagi hariNya Tuhan, sebagai sidang pengantin perempuan Tuhan.
  4. Firman pengampunan dosa dan Perjamuan Kudus, dengan penerimaan tubuh dan darah Yesus, menjadikan kita memiliki persekutuan kembali dengan Tuhan Yesus, "Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia." (Yohanes 6:56)
Bisakah kita mengenali dan melihat hal ini sebagai alasan bagi kita untuk berukacita? Ataukah kita sudah dibutakan dengan segala beban keberatan dan kesesakan yang kita alami? Marilah kita kita merenungkan kembali seberapa banyak karunia dan berkat yang telah diberikan kepada kita, berkat rohani dari sorga yang telah diberikan dan dicadangkan bagi kita.

Jika kita sudah dapat mengenali berkat karunia Allah yang telah diberikan dan dicadangkan bagi kita, sehingga menjadikan kita bersukacita, janganlah hal itu kita simpan sendiri. Mari kita berbagi sukacita, sehingga sukacita itu dapat terdengar sampai jauh, seperti yang dilakukan oleh orang Israel, kita mereka merayakan dan pesta pora, bersorak sorai saat pembangunan tembok Yerusalem yang baru, telah selesai dan mereka melakukan pentabisan terhadap tembok itu, seperti yang tertulis dalam Nehemia 12:43, "Pada hari itu mereka mempersembahkan korban yang besar. Mereka bersukaria karena Allah memberi mereka kesukaan yang besar. Juga segala perempuan dan anak-anak bersukaria, sehingga kesukaan Yerusalem terdengar sampai jauh."

Ketika kita sudah dapat mengenali karunia rohani dari sorga yang telah diberikan kepada kita, yang melebih segala sesuatu yang diberikan oleh dunia, marilah kita senantiasa dapat bersukacita dan mari kita berbagi sukacita ini dalam kata perbuatan dan sikap kita, sehingga sukacita ini dapat juga dialami, dilihat, didengar dan dirasakan oleh orang lain.

Sukacita ini hendaknya

  • tampak dari raut wajah kita yang berseri, yang senantiasa tersungging senyum di mulut kita
  • terdengar melalui senandung dan doa kita
  • dirasakan oleh orang lain, dari keceriaan dan keramahan kita


Dengan berbagi sukacita ini,

  • Sukacita kita pun akan bertumbuh dan berkembang menjadi berlipat ganda
  • Kita bisa saling membantu dengan sesama untuk dapat bersukacita
  • Kita dapat mengajar anak-anak untuk senantiasa bersukacita
  • Timbul rasa syukur dan terima kasih kepada Allah yang mendorong kita untuk dapat mempersembahkan kurban dan melayani Dia.
Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...