BACAAN ALKITAB
Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan dahulu kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya, "Berilah Aku minum." Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya, " Masakan Engkau, seorang Yahudi, meminta kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria). Jawab Yesus kepadanya: " Jikalau engkau mengetahui tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata, "Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup. Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? (Yohanes 4:5-11)
Pengajaran
Air adalah unsur yang sangat penting bagi kehidupan. Tidak ada kehidupan tanpa adanya air. Ketika perempuan Samaria ini berbicara dengan Yesus, maka yang dimaksudkan oleh perempuan Samaria ini adalah air untuk kehidupan jasmani. Berbeda halnya dengan apa yang dimaksud Yesus. Dalam hal ini, Yesus menggambarkan air itu sebagai bentuk keselamatan yang Ia alirkan, Ia bawa dan Ia bagi-bagikan kepada manusia, termasuk untuk kita dan perempuan Samaria itu sendiri.
Dalam percakapan selanjutnya, Yesus menunjukkan jati diri-Nya yang sesungguhnya, bahwa Dia-lah Sang Sumber Air kehidupan itu, dan barangsiapa mengambil air kehidupan yang mengalir daripadaNya, ia akan memperoleh hidup kekal.
Banyak orang, untuk mendapatkan air kehidupan ini, mereka mencari dari berbagai sumber air yang lain. Ada di antara mereka yang mencarinya dari guru spiritual, dari kekuatan alam atau dari kekuatan-kekuatan esoterik lainnya dan beberapa di antaranya, mencarinya melalui dukun-dukun dan para ahli perbintangan atau Astrolog. Tetapi mereka kecewa karena mereka tidak menemukan air kehidupan itu, untuk memperoleh kehidupan yang kekal. Sebab hanya kepada Tuhan Yesus-lah, kita dapat menimba air kehidupan itu dan agar kita dapat memperoleh kehidupan. Karena Tuhan Yesus pun juga mengatakan sendiri: Akulah jalan dan kebenaran dan hidup." (Yohanes 14:6).
Sebagai sumber air kehidupan, Yesus mengalirkan air ini tanpa pandang bulu. Ia mengalirkan air ini kepada siapa saja yang mau menimba dan mengambilnya, tidak peduli akan latar belakang dan asal usul mereka. Dan barangsiapa mau menimba dan mengambilnya, maka ia akan memiliki kehidupan.
Air kehidupan itu tidak lain adalah setiap firman yang keluar dari mulut Allah dan sakramen-sakramen yang diberikan kepada kita. Marilah kita menimba dan mengambil air kehidupan ini, sebab tidak hanya kehidupan kekal yang akan kiita alami, tetapi ada beberapa manfaat lain dari air kehidupan yang dapat kita rasakan pada saat ini
Sebagai sumber air kehidupan, Yesus mengalirkan air ini tanpa pandang bulu. Ia mengalirkan air ini kepada siapa saja yang mau menimba dan mengambilnya, tidak peduli akan latar belakang dan asal usul mereka. Dan barangsiapa mau menimba dan mengambilnya, maka ia akan memiliki kehidupan.
Air kehidupan itu tidak lain adalah setiap firman yang keluar dari mulut Allah dan sakramen-sakramen yang diberikan kepada kita. Marilah kita menimba dan mengambil air kehidupan ini, sebab tidak hanya kehidupan kekal yang akan kiita alami, tetapi ada beberapa manfaat lain dari air kehidupan yang dapat kita rasakan pada saat ini
- Sebagaimana air itu juga dapat digunakan untuk membasuh segala kotoran pada tubuh kita, demikian juga dengan air kehidupan yang mengalir dari Yesus, akan dapat membasuh dosa-dosa kita, yang mengotori jiwa kita. Melalui firman pengampunan dosa dan sakramen yang kita terima, air kehidupan ini akan membasuh jiwa kita dan membersihkan dosa-dosa kita.
- Sebagaimana air yang dapat melegakan dahaga seseorang, demikian juga air kehidupan ini, firman Allah, akan melegakan dahaga jiwa kita, akan memberikan penghiburan ilahi, akan memberikan sukacita dan damai sejahtera ilahi.
- Sebagaimana air yang dapat menyegarkan kembali, demikian juga, firman Allah, air kehidupan yang mengalir dari Tuhan Yesus, "sumber air yang murni" dapat menyegarkan jiwa kita, sehingga memberikan tenaga, semangat dan kesegaran kembali dalam menjalani kehidupan kita sebagai anak-anak Allah, di atas jalan kebenaran Allah, menuju tujuan yang agung dan mulia, masuk dalam kerajaan sorga.
Meskipun air kehidupan ini disediakan dengan cuma-cuma, tetapi agar dapat memberikan hasil dan manfaat sebagaimana yang diharapkan, seseorang harus datang dimana Sumber Air Kehidupan itu berada, yaitu di Mezbah Allah, di dalam kebaktian, dan mereka harus menimbanya. Jadi tetap dibutuhkan kemauan dan usaha untuk mendapatkan manfaat dari air kehidupan ini.
Oleh karena itu, marilah kita datang ke Sumber Air Kehidupan ini, agar jiwa kita disegarkan, dibersihkan dan memperolah kehidupan dan keselamatan kekal. Dan satu hal yang tidak kalah pentingnya, adalah biarlah kita juga menjadi sumber air kehidupan ini, "... Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." (Yohanes 4:11)
Perempuan Samaria itu, setelah menerima pengajaran Tuhan Yesus, ia pun kembali ke kota dan memberitahukan kepada orang-orang di sana apa yang telah ia alami. "Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ dan pergi ke kota dan berkata-kata kepada orang-orang yang di situ "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus, itu?" Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus." (ayat 28 - 30). Dan di ayat selanjutnya dinyatakan, "Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya, karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat." (ayat 39).
Perempuan Samaria ini telah menjadi mata air yang baru, yang memancarkan air kehidupan kepada orang-orang sekotanya. Demikianlah juga kita hendaknya, setelah kita memperoleh air kehidupan ini, kita pun dapat menjadi mata air yang baru, yang juga memancarkan air kehidupan, kepada semua orang yang ada di sekitar kita.
Dengan demikian akan semakin banyak orang yang akan menikmati air kehidupan ini dan mereka pun juga akan menjadi mata air bagi orang lain.
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar