BACAAN ALKITAB
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. (Yohanes 1:9)PENGAJARAN
Yoh. 1:1-18 adalah nyanyian bagi Kristus. Dan setelah sebuah sisipan prosa di Ayat 6-8, nyanyian itu berlanjut sebagai berikut. Di ayat 9 tertulis: “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.”Terang yang dimaksud di atas, adalah Tuhan Yesus, yang datang untuk menerangi semua manusia. Hal ini memberikan pengetahuan, yang mendasari pekerjaan kelepasan Tuhan.
Injil Yohanes selalu mengkaitkan, "kedatangan ke dunia" dengan Logos (=Firman), yang telah menjadi manusia (daging) dalam diri Yesus Kristus, dan dengan demikian telah masuk ke dalam sejarah manusia (6:14; 9:39; 11:27; 16:28; 18:37). Dari sini dapat dipahami bahwa semua manusia, dapat menemukan jalan masuk kepada Logos, yaitu kepada Yesus, dan mereka akan mendapat terang.
Penjelasan-penjelasan di atas diambil dari pernyataan-pernyataan kristologi di dalam Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel.
Ketika kita datang ke rumah Allah untuk mendengar firman Allah, Allah akan menyambut kita. Melalui Roh Kudus, Ia akan berkata kepadamu: "Engkau adalah anak-anak-Ku. Aku mengasihimu!", karena "...kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak-anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru, Ya, Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allh (Rm. 8:15-16).
Firman Allah yang disampaikan kepada kita, memiliki daya cipta yang sedemikian luar biasa. Jikakita menerimanya dengan penuh kepercayaan, firman tersebut akan memberi dampak yang menakjubkan bagi kita. Firman itu akan dapat menjadi terang bagi kita. Melalui firman Allah ini, umat Kristen yang awal, mengenali bahwa Yesus Kristus adalah “Terang dari terang, Allah yang benar dari Allah yang benar, diperanakkan, bukan dibuat” (KGKB 2.2.2/KGKB-PJ 35).
Terang versus kegelapan
Dalam Injil Yohanes, dijelaskan bahwa, terang merupakan gambaran untuk kehidupan dan iman kepada Yesus Kristus, sedangkan kegelapan menggambarkan tentang kematian dan ketidakpercayaan.
Sebenarnya, pergantian antara terang dan gelap merupakan peristiwa alamiah. Siang dan malam saling bergantian. Sejak adanya listrik, yang saat ini sudah menjangkau sebagian besar wilayah-wilayah dunia yang ada penduduknya, maka perbedaan antara terang dan gelap tidak lagi begitu terasa atau mencolok, dibandingkan ketika masa Tuhan Yesus hidup. Dahulu tidak ada kota-kota yang terang, saat malam hari. Rumah-rumah menggunakan serutan kayu pinus atau lampu minyak untuk mendapatkan sedikit penerangan, saat malam hari tiba. Di lingkungan seperti ini, terang dan gelap, nampak jelas saling bertentangan, dan perbedaannya sangat kontras dan tidak mungkin saling bersatu, seperti halnya ke-
hidupan dan kematian, yang tidak mungkin bersatu.
Yesus adalah terang yang sejati
Yesus Kristus mengatakan: “...Akulah terang dunia, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yoh, 8:12). Dan ia akan dikeluarkan dari kegelapan rohani, sebab: “Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan” (Yoh. 12:46).
Ada sesuatu yang istimewa tentang Tuhan Yesus, sebagai terang, karena Tuhan Yesus, sebagai terang, Ia :
- tidak diciptakan. Justru Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu, karena “oleh-Nya segala sesuatu dijadikan” (KGKB 2.2.2/KBGK PJ 35), juga terang yang ditulis dalam sejarah penciptaan (Kej. 1:3).
- tidak berubah: Pada Dia tidak terjadi pergantian terang dan gelap, seperti yang kita kenali dari siang dan malam; terang-Nya terus-menerus (Yak. 1:17).
- tidak pernah habis: Di dalam Dia, terang itu akan terus bersinar di antara umat manusia. Ia terus bersinar hingga saat ini, dan juga akan menerang i ciptaan yang baru (Why. 22:5).
Apabila kita percaya kepada Yesus, maka Ia akan tinggal di dalam hatimu (Ef. 3:17) dan akan mengubah hidupmu. Ia ingin melakukan sesuatu bersamamu: Ia ingin menerangimu, sehingga:
Amin.
- Engkau dapat membedakan kebaikan dari kejahatan.
- Engkau dapat mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Rm. 12:21).
- Engkau dapat menyalakan terang bagi orang lain.
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar