Kamis, 25 Juli 2019

Keanakan Di Dalam Allah

BACAAN ALKITAB

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. (1 Yohanes 3:2)

PENGAJARAN

Yesus memperkenalkan Allah sebagai Bapa dari semua manusia. Hal ini menegaskan bahwa Allah
  • adalah Pencipta manusia (Mat. 19:4);
  • dekat dengan setiap manusia dan mereka dapat berpaling dan mengandalkan diri, kepada Allah Sang Bapa, bagaikan seorang anak kepada bapanya (Mat. 6:9).
  • sangat menaruh perhatian kepada anak-anak-Nya dan Ia tahu akan kebutuhan mereka dan Ia menyediakan bagi mereka, apa yang dibutuhkan (Mat. 6:8).
Sebutan “keanakan di dalam Allah” menunjukkan, bahwa :
  • kita “terlahir” dari Allah, dan Ia telah memilih kita, agar kita menerima karunia Roh Kudus (Rm. 8:15);
  • Allah memberikan kehidupan kepada kita, di mana Ia menjadikan kita ciptaan baru di dalam Kristus (2 Kor. 5:17);
  • Allah Sang Bapa menjadikan kita sebagai ahli waris-Nya (Rm. 8:17), sehingga kita memiliki kesempatan untuk mewarisi hidup yang kekal. Sebuah harta yang tidak dapat diwarisi melalui pekerjaan atau pun jasa kita. Ini adalah suatu rahasia yang ada pada keanakan di dalam Allah
Itu semua terjadi oleh karena kelahiran baru dengan air dan Roh yang telah kita terima. Dampak-dampak dari kelahiran kembali dari air dan Roh memang sebagian besar masih tetap tersembunyi. Berikut adalah beberapa hal yang telah dan akan kita alami, yang sampai saat ini belum dapat sepenuhnya kita pahami.
  • Pilihan ilahi yang jatuh pada diri kita. Ini hanya dapat dijangkau dan dipahami melalui iman. Kita tidak tahu, mengapa ia memilih kita, para pendosa, untuk mendapatkan belas kasihan dan kemurahan-Nya, sehingga kita disucikan dan dicadangkan untuk menerima kemuliaan kekal dan menjadi ahli waris kerajaan sorga.
  • Ciptaan yang baru sudah ada pada diri kita dan masih terus berkembang, meski kita masih terus terjerat di dalam dosa. Marilah kita memohonkan pertolongan dan belas kasihan dari Allah untuk memampukan kita menjauhkan diri dari dosa dan melawan kejahatan yang akan memisahkan kita dari Allah
  • Warisan ilahi masih tersedia bagi mereka yang tetap setia sampai akhir dan akan dapat diperkenankan masuk ke dalam hidup kekal.
Pernyataan keanakan di dalam Allah

Ketika tiba saatnya kedatangan Yesus kembali, maka segala sesuatu tentang rahasia keanakan di dalam Allah yang sebelumnya belum dapat kita pahami sepenuhnya, akan menjadi nyata. Mereka yang diterima oleh Tuhan akan menjadi serupa dengan Dia dan akan diberi tubuh kebangkitan, yaitu tubuh yang sama dengan tubuh yang dikenakan Yesus Kristus, saat Ia dipermuliakan ini (Flp. 3:21). Saat itulah kita tidak akan lagi tunduk pada kecenderungan untuk berbuat dosa. Mereka akan “melihat
Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”, yang berarti bahwa mereka akan berada dalam persekutuan yang kekal dengan Allah.

Keanakan kita di dalam Allah saat ini

Keanakan di dalam Allah bukanlah suatu upah atau sebuah jaminan keselamatan. Seseorang harus tetap berjuang untuk mendapat keselamatan, meskipun demikian, keanakan di dalam Allah ini sudah mempengaruhi dan menentukan kehidupan kita pada masa sekarang ini. Oleh karena itu, pada saat ini

  • Setelah menerima karunia Roh Kudus, kita dapat memanggil Allah, “ya Abba, ya Bapa” (Rm. 8:15). Hal ini membawa konsekuensi pada kita untuk memiliki ketaatan atau kemenurutan kepada Allah. Ketaatan kita terhadap kehendak Allah hendaklah merupakan ungkapan kasih kita kepada Allah (Yoh. 14:21).
  • Meskipun kita belum mencapai tujuan iman kepercayaan kita, tetapi marilah kita senantiasa mengarahkan diri kita sesuai dengan teladan Yesus, mencari persekutuan dengan-Nya, dan meninggalkan apa yang memisahkan kita dari-Nya.
  • Untuk dapat mewarisi hidup yang kekal, kita harus menderita bersama Kristus (Rm. 8:17). Sebagaimana Dia, kita tidak ingin menghakimi pendosa. Apabila kita juga dapat berbelas kasihan kepada para pendosa, maka kita akan mempermudah para pendosa untuk dapat memiliki jalan masuk kepada Allah.

Kita sebagai anak-anak Allah ingin menyesuaikan diri dengan teladan Yesus, maka
ciptaan yang baru dalam diri kita dapat ternyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...