BACAAN ALKITAB
Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini. (Kisah Rasul-rasul 2:37-40)
PENGAJARAN
Pada hari Pentakosta, setelah peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada murid-murid Tuhan, yang kemudian menjadi Rasul-rasul-Nya, mereka kemudian mulai berkhotbah. Khotbah yang disampaikan oleh para Rasul waktu itu memberikan dampak atau respon yang berbeda-beda pada orang-orang yang mendengarnya. Ada yang tercengang-cengang, tapi ada juga yang menyindir.
"Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?" Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."(Kisah Rasul-rasul 2:12-13).
Kemudian, tampillah Petrus menyampaikan khotbahnya. Ketika mereka mendengar Rasul Petrus berkhotbah, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan
dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." (Kisah Rasul-rasul 2:37-40)
Kemudian, tampillah Petrus menyampaikan khotbahnya. Ketika mereka mendengar Rasul Petrus berkhotbah, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan
dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." (Kisah Rasul-rasul 2:37-40)
Mereka pun memberi diri mereka dibaptis dan segera berdirilah sidang jemaat yang pertama di Yerusalem, di mana orang-orang berusaha untuk melayani Tuhan dan melayani sesama dengan ketekunan.
Dari pelayanan dan khotbah para Rasul yang awal kita dapat belajar, bagaimana para Rasul mengajar dan dan melayani. Contoh yang dapat kita teladani dari pelayanan para Rasul waktu itu adalah.
- Mereka tidak ingin menguasai atau menjadi penguasa atas orang-orang percaya, Mereka mjustru melayani dengan penuh kasih, sebagai saudara-saudara yang mengasihi,
- Mereka adalah orang-orang pemberani dalam bersaksi dan memberitakan Injil Kristus
- Mereka melayani sidang jemaat tanpa memperhatikan kesejahteraan mereka sendiri.
- Mereka ikut ambil bagian dalam kesusahan orang-orang Kristen awal
- Bahkan mereka tidak menyayangkan nyawanya sendiri.
Dampak khotbah
Setelah kematian para Rasul yang pertama, banyak dari para percayawan yang juga menyebar-luaskan dan mengkhotbahkan Injil Kristus. Dampaknya adalah munculnya sidang-sidang jemaat yang baru dan berbagi pelayanan rohani dalam jumlah yang cukup besar, yang dilaksanakan di dalam gereja Kristus. Demikianlah berita tentang Kristus, sebagai Putra Allah yang telah mati, bangkit, naik ke surga terus bertumbuh di sepanjang abad-abad yang lampau dan meluas ke seluruh dunia. Sayangnya penantian akan Tuhan, yang akan datang kembali, justru memudar ke latar belakang.
Pelayanan para Rasul saat ini.
Dengan memudarnya pengharapan akan kedatangan Tuhan dan semakin berkembangnya pekerjaan keselamatan Allah, maka sejak pertengahan abad ke-19 hingga sekarang, para Rasul Tuhan kembali bekerja sesuai kehendak Allah. Mereka memberitakan Injil yang murni, menjunjung tinggi dan menumbuhkan kembali pengharapan akan kedatangan Kristus kembali ke dalam hati sidang jemaat.
Para Rasul yang aktif pada masa sekarang terus berusaha melakukan pelayanan mereka di dalam gereja Kristus dengan cara yang sama seperti para Rasul yang awal (KGKB-PJ 453):
Demikianlah para Rasul terikat erat dengan sidang jemaat. Pada masa ini, jika khotbah mereka dapat menyentuh hati sidang jemaat Tuhan, hal itu akan menimbulkan kesiapsediaan para rasul untuk melayani, seperti
- Yesus Kristus adalah Pengutus dan teladan mereka, sehingga para Rasul juga harus bekerja menurut kehendak-Nya dan hendaknya bergantung secara penuh kepada-Nya.
- seperti Kristus, para Rasul adalah juga pelayan bagi semua dan ingin menjadi pekerja untuk sukacita orang-orang percaya (2 Kor. 1:24).
- para Rasul dan sidang jemaat secara bersama-sama menanggung kesusahan-kesusahan yang sesuai dengan keadaan zaman.
Demikianlah para Rasul terikat erat dengan sidang jemaat. Pada masa ini, jika khotbah mereka dapat menyentuh hati sidang jemaat Tuhan, hal itu akan menimbulkan kesiapsediaan para rasul untuk melayani, seperti
- dalam kebaktian-kebaktian di seluruh dunia, sesuai dengan tujuan gereja Kristus, yaitu untuk menyembah, memuji dan memuliakan Allah Tritunggal (KGKB-PJ 370).
- dalam sidang jemaat-sidang jemaat dan bahkan di tempat-tempat lain, dimana banyak kebaikan, dikerjakan, baik untuk kebaikan sesama maupun untuk kepujian dan kemuliaan nama Allah (Kol. 3:16,17).
- di dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang percaya menaruhkan suatu pengakuan pada Kristus di dalam perkataan dan perbuatan dan memberitakan perbuatan-perbuatan baik-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar