BACAAN ALKITAB
“Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang
datang kepada-Ku” (Yoh. 12:32).
PENGAJARAN
Tuhan Yesus, Sang Putra Allah, telah mendapatkan tugas dari Allah Sang Bapa untuk turun ke bumi, menjadi manusia dan pada akhirnya harus mati pada kayu salib. Ia kemudian bangkit dari kematiannya dan naik ke sorga.Setelah Yesus turun ke bumi dan memenuhi kehendak Sang Bapa, menjadi juruselamat bagi manusia, maka untuk dapat pulang kembali ke rumah Sang Bapa di sorga dan masuk ke dalam kemuliaan ilahi, maka Yesus harus:
- mempersembahkan korban, menderita, diangkat dan ditinggikan dari bumi untuk disalibkan di atas kayu salib sampai pada akhirnya harus mati pada kayu salib, dimana sesuai yang diberitakan para nabi, akan bangkit pada hari ketiga. Kebangkitan Yesus dari kematian-Nya menunjukkan kemenangan dan kuasa atas maut, neraka dan kejahatan, sehingga tergenapkanlah perkataan Tuhan, "Hai maut dimanakah kemenanganmu? Hai maut dimanakah sengatmu? (1 Kor. 15:5)
- menempatkan kehendak-Nya sendiri di bawah kehendak Bapa, untuk memenuhi tugas yang telah dipercayakan Bapa kepada-Nya.
Kebangkitan dan kemenangan Yesus atas maut, neraka dan kejahatan, menjadi jalan bagi para pendosa untuk memperoleh keselamatan dan persekutuan kembali dengan Allah sang Bapa. Jasa korban Yesus di atas kayu salib, memiliki kuasa dan daya tarik yang sedemikian besar untuk membawa manusia, kembali memiliki persekutuan dengan Allah dan Kristus serta keselamatan kekal. “Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku” (Yoh. 12:32).
Tuhan Yesus melakukan semua ini untuk membuktikan kasih-Nya, baik kepada manusia, sebagai pendosa, dan kepada Bapa-Nya (Yoh. 13:1). Dengan kenaikan-Nya ke surga, Yesus Kristus masuk ke dalam kemuliaan yang kekal, pada Bapa, sebagai Yang Sulung di antara banyak saudara (Rm. 8:29): Ia adalah yang pertama, yang dengan tubuh kebangkitanNya, masuk ke dalam kemuliaan Allah, dimana Ia akan datang kembali untuk menjemput para milik-Nya, agar mereka berada di tempat dimana Ia berada dan melihat kemuliaan-Nya (Yoh. 14:3, 17:24).
Tuhan Yesus melakukan semua ini untuk membuktikan kasih-Nya, baik kepada manusia, sebagai pendosa, dan kepada Bapa-Nya (Yoh. 13:1). Dengan kenaikan-Nya ke surga, Yesus Kristus masuk ke dalam kemuliaan yang kekal, pada Bapa, sebagai Yang Sulung di antara banyak saudara (Rm. 8:29): Ia adalah yang pertama, yang dengan tubuh kebangkitanNya, masuk ke dalam kemuliaan Allah, dimana Ia akan datang kembali untuk menjemput para milik-Nya, agar mereka berada di tempat dimana Ia berada dan melihat kemuliaan-Nya (Yoh. 14:3, 17:24).
Untuk meraih dan memperoleh keselamatan ini, manusia harus datang dan memandang kepada Kristus, yang telah ditinggikan pada kayu salib dan yang telah dimuliakan oleh karena kemenangan-Nya. Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus, Yesus menganalogkan hubungan antara peninggian diri-Nya pada kayu salib dengan kenaikan-Nya ke surga " Dan seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal." (Yoh. 3:14-15).
Pada kitab Bilangan 21:8-9 dituliskan, "Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup. Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang, maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup."
Dengan datang dan memandang kepada Yesus, yang telah ditinggikan, manusia yang telah terpagut oleh dosa dan terancam akan mengalami kematian, yaitu terpisah dari Allah, memiliki kesempatan untuk dapat terselamatkan dan tetap memiliki hidup. Hal ini dapat dialami oleh seorang pendosa, jika ia memiliki iman kepada Kristus (Yoh. 3:15), bahwa Ia telah benar-benar telah mati untuk kita, bangkit dan naik ke surga, serta percaya bahwa pengajaran-Nya adalah kebenaran (Yoh. 14:6). Jika seorang pendosa memiliki iman yang sedemikian kepada Yesus, maka nanti pada saat kedatangan-Nya kembali ke muka bumi, ia dapat dijemput dan ditarik oleh Yesus kepada-Nya.
Meskipun dengan memandang kepada Yesus kita akan tetap hidup, meski kita telah dipagut oleh sengat dosa, tetapi marilah kita tetap berwaspada dan berjaga-jaga agar jangan sampai kita terpagut oleh sengat dosa lagi. Hal ini dapat kita lakukan jika kita dapat senantiasa meneladani hidup Tuhan Yesus, menyesuaikan hidup kita dengan apa yang diajarkan Tuhan Yesus, melawan dosa dan menempatkan hidup kita dalam pelayanan Kristus. (Yoh. 12:26).
Pelayanan dalam Kristus dapat kita lakukan dengan cara:
- menjadi saksi kebangkitan Yesus Kristus.
- mengasihi Allah dan sesama dengan segenap hati! Biarlah Kasih ini menjadikan keinginan hati kita, terus berkobar-kobar untuk berada bersama Kristus. Kita ingin agar sesama kita juga dapat diselamatkan, sebagai wujud kasih kita kepada sesama, meskipun sesama kita mungkin tidak menunjukkan kasih yang sama kepada kita.
Kepala dan anggota-anggota tubuh Kristus
Ketika naik ke surga, Yesus ditutupi oleh awan. Di dalam beberapa bagian Alkitab, awan seringkali bermakna tanda kehadiran dan aktivitas Allah (Luk. 9:34). Pada kedatangan-Nya kembali, Yesus akan membawa milik-Nya, di mana mereka akan diangkat ke dalam awan. "Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan, menyongsong Tuhan di angkasa (1 Tes. 4:17). Campur tangan ilahi dalam sejarah ini hanya dapat dijangkau oleh iman.
Kedatangan Yesus adalah untuk menjemput umat milik-Nya, sidang jemaat perempuan Tuhan Yesus. Dalam kitab Perjanjian Baru, untuk menggambarkan umat milik Tuhan, sidang jemaat atau gereja-Nya, digunakan gambaran tubuh Kristus, dimana Yesus adalah kepalanya (1 Kol. 1:18), dan orang-orang percaya, umat milik-Nya, adalah anggota tubuh Kristus. Saati ini, Yesus sebagai Sang Kepala, sudah ada di dalam kemuliaan Allah, sedangkan gereja-Nya, masih ada di bumi. Dan ketika Yesus datang untuk kedua kalinya, Ia akan menarik umat-Nya. Dan agar dapat ditarik oleh Yesus, umat milik-Nya harus
Amin
Link : www.klikjalankeselamatan.blogspot.com
DONASI : BCA : 113 065 7182
- bertekun dan memiliki keinginan untuk dipersekutukan,
- mau untuk dibentuk dan tumbuh ke arah Kristus, yang adalah Kepala (Ef. 4:15-16)
- bertumbuh dalam kasih,
- mampu mengalahkan semua hal yang akan memisahkan kita,
- saling menasihati dan membangun (1 Tes. 5:11)
Dengan berusaha melakukan semua itu, kita boleh memiliki pengaharapan, bahwa Tuhan akan menarik dan menjemput kita.
Amin
Link : www.klikjalankeselamatan.blogspot.com
DONASI : BCA : 113 065 7182
Tidak ada komentar:
Posting Komentar