BACAAN ALKITAB
“Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.”
1 Tawarikh 28:10
PENGAJARAN
Raja Daud menjelaskan kepada Salomo, putra dan penerusnya, bahwa ia telah dipilih oleh Allah untuk membangun Bait Suci. Meski keinginan untuk membangun bait suci itu berasal dari raja Daud, tetapi Allah telah menyatakan mepada raja Daud, bahwa bukan dia-lah yang akan membangun bait suci bagi Allah tersebut, melainkan anaknya, yaitu Salomo. (1 Tawarikh 28:3). Meskipun ditolak oleh Allah, tetapi raja Daud tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk Allah. Ia menyiapkan segala sesuatu untuk pembangunan bagi rumah Allah dengan sedemikan baiknya. Ia tidak sayang untuk mempersembahkan apa yang dimilikinya dari Allah, untuk dipersembahkan kembali kepada Allah. Emas, perak, tembag dan besi dan berbagai kayu yang mahal disiapkan oleh raja Daud bagi pembangunan rumah bagi Allah tersebut.
Demikian juga halnya dengan kita, Allah telah memilih dan mempercayakan sebuah tugas yang demikian agung kepada kita, yaitu pembangunan bait Allah. Karunia pilihan ini bukan didasarkan dari jasa-jasa maupun kemampuan kita, melwinkan murni karena katunia Allah dan itu tidak dapat dijelaskan dengan akal. Marilah kita memegang teguh karunia pilihan ini dan ingin menuruti panggilan Allah. Dan bait Allah yang kita bangun, tidak lain adalah diri kita masing-masing. "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu." (1 Kor. 3:16-17).
Pembangunan bait Allah pada diri kita, dimulai saat kita menerima kelahiran baru dengan air dan Roh. Sebagaimana raja Daud yang telah berkenan menyiapkan dan memberikan persembahan emas, perak, tembaga dan yang lainnya untuk membuat bait Allah yang megah dan indah, demikian juga halnya dengan kita, marilah kita menghias bait Allah yang sedang kita bangun dalam diri kita dengan emas kebenaran dan perak kasih yang telah diberikan Allah kepada kita, melalui firman-firman Allah, perkataan dan perbuatan kita.
Demikian juga halnya dengan kita, Allah telah memilih dan mempercayakan sebuah tugas yang demikian agung kepada kita, yaitu pembangunan bait Allah. Karunia pilihan ini bukan didasarkan dari jasa-jasa maupun kemampuan kita, melwinkan murni karena katunia Allah dan itu tidak dapat dijelaskan dengan akal. Marilah kita memegang teguh karunia pilihan ini dan ingin menuruti panggilan Allah. Dan bait Allah yang kita bangun, tidak lain adalah diri kita masing-masing. "Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu." (1 Kor. 3:16-17).
Pembangunan bait Allah pada diri kita, dimulai saat kita menerima kelahiran baru dengan air dan Roh. Sebagaimana raja Daud yang telah berkenan menyiapkan dan memberikan persembahan emas, perak, tembaga dan yang lainnya untuk membuat bait Allah yang megah dan indah, demikian juga halnya dengan kita, marilah kita menghias bait Allah yang sedang kita bangun dalam diri kita dengan emas kebenaran dan perak kasih yang telah diberikan Allah kepada kita, melalui firman-firman Allah, perkataan dan perbuatan kita.
Bait Allah
Setelah Allah memilih dan mempercayakan kepada kita suatu tugas untuk pembangunan sebuah bait Allah melalui Baptisan suci dengan air dan Roh, marilah kita berusaha sekuat tenaga, agar pembangunan bait Allah, yaitu kehidupan Ilahi, dalam diri kita masing-masing, dapat berkembang dengan baik. Dengan berkembangnya pembangunan bait Allah ini, akan menjadikan bait Allah sebagai tempat persekutuan untuk menyembah dan memuliakan Allah (Mazmur 106:47), serta tempat untuk saling membantu dan mendukung dalam upaya mempersiapkan diri bagi kedatangan Tuhan kembali. Dalam persekutuan ini, mereka juga saling memberikan sumbangsih kepada gereja di dalam segala hal, termasuk materi, dan secara bersama-sama memberitakan Injil untuk menuntun orang-orang kepada Kristus.
Sebagaimana bangunan lainnya, agar bait Allah yang telah dibangun ini dapat tetap berdiri dengan kokoh, maka ke empat soko gurunya juga harus kokoh. Keempat soko guru itu adalah Iman, Pengharapan, Kasih dan Kemenurutan. Jika salah satu dari tiang sokoguru ini rapuh, maka bangunan bait Allah ini akan dapat roboh
Firman Allah dan sakramen
Firman Allah dan sakramen
Dari bacaan Alkitab di atas, raja Daud telah memperingatkan Solomo, bahwa pembangunan bait Allah ini, tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang lama. Itulah sebabnya raja Daud menasihatkan, "Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.” Demikian juga halnya dengan pembangunan bait Allah pada diri kita masing-masing. Pembangunan ini tidaklah mudah dan kita tidak tahu kapan bangunan bait Allah ini akan selesai, karena Tuhan Yesus-lah yang menentukan dan waktunya hanya Allah yang tahu. Meskipun demikian, Allah tidak membiarkan kita sendiri dalam melakukan pembangunan bait Allah ini. Melalui Roh Kudus, Allah menyediakan tenaga yang kita perlukan untuk dapat memenuhi tugas kita dengan sukacita. Tenaga ini dapat diperoleh dengan:
- mendengarkan dan meraih firman Allah dan menerima Perjamuan Kudus
- merenungkan dan membiarkan firman serta Perjamuan kudus, yang telah kita terima, bekerja di dalam diri kita, sehingga kita akan menyadari betapa penting makna firman dan sakramen Perjamuan Kudus, bagi kita;
- melalui doa-doa yang kita panjatkan dan doa-doa dari Roh Kudus. Doa-doa yang dikabulkan, akan memberikan pengalaman kepercayaan yang menguatkan iman kita. Demikian juga dengan doa-doa yang dilakukan oleh Roh Kudus, karena apa yang dimohonkan oleh Roh Kudus untuk kita, senantiasa selaras dengan kehendak Yesus Kristus, doa itu akan dikabulkan. Jadi tidak hanya kita yang berdoa untuk diri kita, tetapi Roh Kudus juga berdoa untuk kita.
Marilah kita membangun “bait”!,
Dengan tenaga yang timbul melalui firman, sakramen Perjamuan Kudus, doa-doa kita dan doa dari Roh Kudus, kita akan dikuatkan, sehingga kita dapat bertindak dan membangun bait, yang sedemikian indah seperti yang dilakukan Daud dan Salomo yang menghias dengan emas, perak, tembaga dan besi. Marilah kita juga hendaknya dapat menghias bangunan bait Allah pada diri kita masing-masing dengan emas kebenaran dan perak kasih yang berasal dari firman Allah. Itulah wujud dari bagaimana kita menilaikan Allah, penghormatan kepada Allah dan penghargaan kita kepada Allah, sehingga nama-Nya dapat senantiasa di peragungkan dan dipermuliakan.
Saat pembangunan bait Allah, janganlah ada sesuatu apa pun yang akan merusak apa yang sedang kita bangun. Jika hal ini sampai terjadi, bukan saja bait Allah yang tidak lain adalah diri kita, yang akan rusak atau roboh, tetapi tidak menutup kemungkinan, juga akan merusak bait-bait Allah lainnya. Jika hal ini terjadi, tentu bisa saja kita akan menjadi batu sandungan bagi yang lain, bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan dicongkel oleh Allah, agar tidak mengganggu pembangunan bait Allah lainnya, sebagai bagian dari keseluruhan Gereja Kristus.
Oleh karena itu marilah kita :
Saat pembangunan bait Allah, janganlah ada sesuatu apa pun yang akan merusak apa yang sedang kita bangun. Jika hal ini sampai terjadi, bukan saja bait Allah yang tidak lain adalah diri kita, yang akan rusak atau roboh, tetapi tidak menutup kemungkinan, juga akan merusak bait-bait Allah lainnya. Jika hal ini terjadi, tentu bisa saja kita akan menjadi batu sandungan bagi yang lain, bahkan tidak menutup kemungkinan kita akan dicongkel oleh Allah, agar tidak mengganggu pembangunan bait Allah lainnya, sebagai bagian dari keseluruhan Gereja Kristus.
Oleh karena itu marilah kita :
- Senantiasa menekankan kasih Allah kepada diri kita dan sesama pendosa. Janganlah kita gemar membicarakan tentang kebaikan yang kita lakukan atau tentang ketidakbaikan yang dilakukan pendosa.
- Fokus pada prioritas tugas-tugas gereja, termasuk di dalamnya untuk menyalurkan karunia-karunia keselamatan. Pada dasarnya, sidang jemaat berkumpul untuk menerima keselamatan. Aspek-aspek lain dari kehidupan sidang jemaat tidak boleh menjadi lebih penting daripada persiapan akan kedatangan Kristus kembali! Termasuk dalam tugas kita adalah memberi semangat kepada saudara-saudari sekepercayaan dan untuk mengasihi mereka.
- memiliki keinginan untuk mengakui iman kita di dalam perkataan dan perbuatan dan dengan demikian memberikan gambaran positif tentang Gereja Kristus
- berlomba untuk mempersembahkan dan memberikan sumbangsih kita, karena hal itu pentingg untuk aktivitas fungsi Gereja kita.
Semoga kita akan benar-benar menjadi bait Allah sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Allah, sehingga Ia berkenan untuk tinggal di dalam hati kita dan hati sesama kita, sebagai bagian dari Gereja Kristus.
Amin
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar