BACAAN ALKITAB
Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan!
Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
(Yakobus 5:7,8)
PENGAJARAN
Suatu ketika Yesus menyatakan "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada,kamupun berada." (Yohanes 14:2-3)
Pernyataan Tuhan Yesus ini sudah dinyatakan lebih dari 2000 tahin yang lalu. Tapi sampai saat ini, apa yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus belum juga digenapi. Dengan begitu lamanya waktu berlalu, bisa saja kerinduan dan iman akan kedatangan Tuhan Yesus akan jadi memudar atau luntur. Hal ini tentulah tidak boleh terjadi. Sangat dibutuhkan kesabaran untuk menantikan kedatangan Tuhan kembali.
Untuk menjelaskan kesabaran yang diperlukan, dalam menantikan kedatangan Tuhan kembali, Yakobus menggunakan suatu contoh dari kehidupan sehari-hari pembaca, waktu itu. Rasul Yakobus menggunakan gambaran seorang petani yang dengan sabar menantikan hujan dan saat untuk menuai panenan, sebagai contoh untuk menunjukkan bagaimana kita hendaknya menantikan kedatangan Tuhan kembali. Petani itu harus sabar menantikannya. Itu tidak dapat memaksa agar hujan dapat turun sesuai dengan keinginannya. Satu-satunya yang dapat ia lakukan adalah tetap berharap dan sabar menunggu. Pengalaman mengajarkan bahwa suatu saat, hujan tersebut pasti akan turun, meski si petani tersebut, tidak tahu, kapan hal itu akan terjadi.
Pesan yang ingin disampaikan melalui surat Yakobus ini adalah untuk memberikan penghiburan, semangat serta seruan untuk tetap bersabar dan memiliki pengharapan yang tak terpatahkan dalam menantikan kedatangan Kristus kembali.
Di gereja, saudara dan saudari, hendaknya diberi semangat untuk memiliki dan mencontoh kesabaran yang sama. Seruan untuk kesabaran ini, diiringi dengan suatu nasihat, agar kita tetap dapat berdiri dengan teguh. Para percayawan hendaknya tetap teguh di dalam pencobaan, atau saat keraguan itu timbul (Yak. 1:2-4, 5-8,12) atau ketika ia menderita atau sedang sakit (Yak. 5:10,11,13-18).Surat itu juga menyerukan kepada para pengikut Kristus untuk mempertahankan iman mereka, agar kerinduan dan pengharapan akan kedatangan-Nya kembali tetap hidup dan tidak berputus asa.
Selama masa penantian ini, persiapan dalam menyongsong kedatangan Kristus kembali, mengharuskan kita untuk terus-menerus menyibukkan diri dengan pasal kepercayaan kesembilan: “Saya percaya bahwa Tuhan Yesus pasti akan datang kembali sebagaimana Ia telah naik ke Surga dan Ia akan membawa kepada-Nya anak-anak sulung dari orang-orang mati dan hidup, yang menantikan dan dipersiapkan untuk kedatangan-Nya kembali...”
Bersabar
Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus akan datang kembali. "Sebab itu hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia, datang pada saat yang tidak kamu duga." (Mat. 24:44), Karena rancangan-Nya bukanlah rancangan kita (Yes. 55:8).
Di Palestina, hujan musim gugur biasanya jatuh setelah musim panas. Pada saat itu, para petani mengolah dan mempersiapkan tanahnya untuk masa penaburan. Sedangkan hujan musim semi, diperlukan agar tanaman dapat terus bertumbuh dengan baik dan subur, serta buah-buah yang dihasilkan menjadi matang. Para petani harus bersabar menantikan saat hujan itu tiba, karena mereka tidak bisa mengendalikan dan memiliki kuasa terhadap alam atau hujan atau perkembangan benih-benih yang ditaburnya hingga panen.
Berkaca dari gambaran di atas, agar kita dapat memperoleh hasil yang berharga, maka pertumbuhan dan proses untuk menjadi matang itu, juga berlaku bagi diri kita. Meski kita tidak tahu, kapan hal itu akan terjadi, tapi kita menemukan suatu penghiburan karena kita tahu dan percaya bahwa kedatangan-Nya kembali sudah dekat dan Allah akan menyelesaikan pekerjaan baik yang telah Ia mulai pada diri kita (Flp. 1:6). Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan kesabaran untuk menantikan kedatangan Tuhan dan mengisi saat penantian ini dengan aktivitas yang mendukung pertumbuhan diri kita, untuk mengarah kepada suatu kematangan. Sekali lagi, dibutuhkan kesabaran
Teguhkanlah hatimu
Seandainya, oleh karena sesuatu sebab, petani itu menjadi tidak sabar, ia pun tidak bisa memaksakan proses pematangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kadang-kadang kita sendiri mungkin kehilangan kesabaran terhadap diri kita sendiri, keluarga atau sidang jemaat, atau terhadap berbagai peristiwa dan persoalan dalam hidup kita. Meskipun demikian, kita ingin meneguhkan hati kita dan tetap berdiri teguh, terutama diwaktu-waktu:
- ujian dan pencobaan – Rasul Yakobus bahkan menasihati untuk menganggap pencobaan sebagai “kebahagiaan”, karena ujian terhadap iman kita, akan menghasilkan ketekunan (Yak. 1:2-4).
- keraguan – Selama masa penantian ini, keraguan dalam diri kita dapat saja timbul, bahkan bisa jadi berkaitan tentang, "apakah Tuhan benar-benar akan datang kembali? Dalam situasi seperti itu, mari kita sejenak menengok ke belakang dan mengingat apa yang sudah Tuhan lakukan bagi kita di masa lalu. Dari situ kita akan senantiasa mengingat kesetiaan Allah.
- penderitaan – Bahkan ketika kesakitan dan penderitaan yang kita alami mencapai batas ketahanan kita, mari kita ingin mengingat kembali bahwa Kristus sendiri juga telah menderita bagi kita dan menderita bersama kita.
Semoga, di dalam persekutuan Roh Kudus yang menghibur dan oleh pengetahuan bahwa kedatangan Tuhan kembali sudah dekat, hati dan penantian serta kesabaran kita, diteguhkan.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar