BACAAN ALKITAB
Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. (Roma 15:5–7)
PENGAJARAN
Di dalam suratnya kepada orang-orang Roma, Rasul Paulus menunjukkan kepada kita cara, agar kita dapat benar-benar memiliki dan mewujudkan kemanunggalan, satu dengan yang lain. Sidang jemaat di Roma terdiri dari orang-orang percaya dengan latar belakang dan tradisi yang berbeda-beda. Beberapa orang, begitu kuat berakar di dalam kepercayaan Kristen, sementara yang lainnya, kurang. Paulus sebenarnya tidak berusaha untuk menghilangkan semua perbedaan (Rm. 14: 5) ataupun untuk memaksa mereka semua menjadi sama. Yang ia inginkan pada mereka adalah toleransi, untuk saling menerima satu dengan yang lainnya, dengan segala perbedaan latar belakangnya, seperti Kristus telah menerima mereka.
Pada masa sekarang, anak-anak Allah juga memiliki latar belakang yang sangat berbeda satu dengan yang lain. Marilah kita memuliakan Allah dengan karunia-Nya ini dan belajar untuk mengatasi perbedaan kita. Dalam hal ini, kita akan dapat berhasil, kalau kita mengalami dan dapat merasakan kasih, kesabaran dan penghiburan Allah.
Allah mengasihi semua manusia tanpa terkecuali
Perlu kita pahami bahwa, Allah Sang Bapa mengasihi setiap anak-Nya, sebagaimana Ia mengasihi kita – tidak lebih dan tidak kurang. Yesus, Sang Putra Allah, menyatakan, "Dan Raja itu akan menjawab mereka, ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatau yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40). Pengetahuan dan pemahaman ini merupakan fondasi untuk membangun kebersamaan, kemanunggalan dan persaudaraan diantara kita.
Allah memberikan hidup yang kekal
Perlu kita sadari bahwa kondisi kehidupan kita sangat berbeda. Beberapa diantara kita memiliki kehidupan yang sejahtera, sedangkan beberapa yang lainnya memiliki kehidupan yang miskin. Beberapa yang lainnya hidup dalam kesehatan yang baik, sedangkan yang lainnya berada dalam kondisi sakit. Perbedaan dan ketidaksetaraan ini dapat mengancam kemanunggalan kita. Tetapi kita tahu, bahwa kasih Allah tidak dapat diukur dengan hal-hal materi, dan Allah mengaruniakan kepada kita semua hidup yang kekal, dan itu sama bagi semuanya.
Jika hati kita dipenuhi dengan kebahagiaan karena dapat merasakan bahwa kita dikasihi oleh Allah, maka tidak ada tempat di hati kita untuk iri hati.
Warisan yang disediakan Allah tidak akan habis.
Kadang, anak-anak bertengkar memperebutkan warisan, mereka takut dirugikan. Ini sangat berbeda dengan harta warisan kekayaan surgawi. Harta kekayaan warisan yang dicadangkan Bapa surgawi kita tidak akan habis. Allah dapat memberikan segala sesuatu kepada setiap jiwa. Oleh karena itu, kita tidak perlu bersaing dengan sesama kita dalam upaya untuk mencapai keselamatan.
Jika hati kita dipenuhi dengan kebahagiaan karena dapat merasakan bahwa kita dikasihi oleh Allah, maka tidak ada tempat di hati kita untuk iri hati.
Warisan yang disediakan Allah tidak akan habis.
Kadang, anak-anak bertengkar memperebutkan warisan, mereka takut dirugikan. Ini sangat berbeda dengan harta warisan kekayaan surgawi. Harta kekayaan warisan yang dicadangkan Bapa surgawi kita tidak akan habis. Allah dapat memberikan segala sesuatu kepada setiap jiwa. Oleh karena itu, kita tidak perlu bersaing dengan sesama kita dalam upaya untuk mencapai keselamatan.
Kemurahan tidak terduga
Beberapa orang menjadi agak tidak nyaman dan agresif, ketika sesamanya mendapatkan sesuatu atau seolah-olah diperlakukan, tidak biasanya atau menyimpang dari norma yang biasanya. Dalam perumpamaan tentang pekerja di kebun anggur, para pekerja yang dipekerjakan pada jam-jam awal, merasa jengkel karena mereka yang dipekerjakan pada jam-jam berikutnya setelah mereka mulai bekerja, mereka ternyata menerima upah yang sama (Mat. 20:1–16).
Roh Kudus mengajar kita, bahwa keselamatan adalah kasih karunia ilahi yang diberikan kepada kita, sesuatu yang tidak dapat kita peroleh sendiri atau oleh kaena jasa kita. Kita tidak melayani Allah agar diselamatkan, tetapi karena Dia-lah yang menyelamatkan kita! Jika kita dapat memahami dan mengerti hal ini, maka kita tidak perlu marah atau jengkel, ketika kita mengetahui bahwa Allah menawarkan keselamatan kepada orang-orang percaya, yang pekerjaannya atau latar belakangnya mungkin sangat berbeda dengan kita.
Demikian juga dengan pengampunan dosa yang Allah karuniakan kepada kita, tidak tergantung pada seberapa besar hutang kita, tetapi pada iman dan ketulusan penyesalan kita. Oleh karena itu, akan menjadi bodoh untuk menunjukkan jari kita, pada sesama kita dalam usaha mengecilkan kesalahan kita.
Marilah kita muliakan Allah yang penuh kasih, kesabaran, dan penghiburan, dengan saling menerima satu eengan yang lainnya, sebagaimana Yesus menerima kita, yang dengan sabar menanggung kelemahan sesama, dan bermurah hati kepada mereka. Marilah kita jadikan sidang jemaat kita sebuah tempat di mana kasih, kesabaran dan kemurahan dapat dirasakan oleh setiap orang!
Amin.
Beberapa orang menjadi agak tidak nyaman dan agresif, ketika sesamanya mendapatkan sesuatu atau seolah-olah diperlakukan, tidak biasanya atau menyimpang dari norma yang biasanya. Dalam perumpamaan tentang pekerja di kebun anggur, para pekerja yang dipekerjakan pada jam-jam awal, merasa jengkel karena mereka yang dipekerjakan pada jam-jam berikutnya setelah mereka mulai bekerja, mereka ternyata menerima upah yang sama (Mat. 20:1–16).
Roh Kudus mengajar kita, bahwa keselamatan adalah kasih karunia ilahi yang diberikan kepada kita, sesuatu yang tidak dapat kita peroleh sendiri atau oleh kaena jasa kita. Kita tidak melayani Allah agar diselamatkan, tetapi karena Dia-lah yang menyelamatkan kita! Jika kita dapat memahami dan mengerti hal ini, maka kita tidak perlu marah atau jengkel, ketika kita mengetahui bahwa Allah menawarkan keselamatan kepada orang-orang percaya, yang pekerjaannya atau latar belakangnya mungkin sangat berbeda dengan kita.
Demikian juga dengan pengampunan dosa yang Allah karuniakan kepada kita, tidak tergantung pada seberapa besar hutang kita, tetapi pada iman dan ketulusan penyesalan kita. Oleh karena itu, akan menjadi bodoh untuk menunjukkan jari kita, pada sesama kita dalam usaha mengecilkan kesalahan kita.
Marilah kita muliakan Allah yang penuh kasih, kesabaran, dan penghiburan, dengan saling menerima satu eengan yang lainnya, sebagaimana Yesus menerima kita, yang dengan sabar menanggung kelemahan sesama, dan bermurah hati kepada mereka. Marilah kita jadikan sidang jemaat kita sebuah tempat di mana kasih, kesabaran dan kemurahan dapat dirasakan oleh setiap orang!
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar