Rabu, 14 Agustus 2019

Roh Kudus Sebagai Penolong dan Penghibur

BACAAN ALKITAB

Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. (Yohanes 16:8-11)

PENGAJARAN

Injil Yohanes bab 16, berisi percakapan Yesus dengan murid-murid-Nya, tentang perpisahan-Nya dengan mereka, yang akan segera terjadi. Dalam pembicaraan tersebut, Yesus menjanjikan akan kedatangan Roh Kudus, sebagai “Paraklete” Penolong dan Penghibur. Pada  saat Yesus menyatakan kata-kata seperti di atas, Ia mengetahui, bahwa waktu-Nya untuk tinggal di bumi akan segera berakhir. Itulah sebabnya Ia mempersiapkan murid-murid-Nya untuk mengahadapi masa-masa setelah kematian-Nya. Ia melihat kebingungan, ketidakpastian dan kekhawatiran murid-murid-Nya, maka Ia ingin mengurangi kegelisahan, kekuatiran dan sedihan mereka dan menguatkan mereka untuk menghadapi dan menjalankan tugas-tugas mereka di masa depan.

Yesus kembali kepada Allah Sang Bapa

Yesus juga menjelaskan kepada murid-murid-Nya, adalah perlu, ya, bahkan baik bagi mereka, apabila Ia kembali kepada Sang Bapa, karena kemudian dari sana, Ia akan mengirimkan Roh Penghibur, yaitu Roh Kudus (Yoh. 16:7–10). Selanjutnya, Yesus juga menjadikan jelas bahwa:
  • Kepergian-Nya kepada Bapa merupakan suatu bukti bahwa maut dan neraka tidak mampu menahan-Nya, dan Ia kemudian duduk di samping Sang Bapa, sebagai Yang Ditinggikan.
  • Dengan turunnya Roh Kudus, para milik-Nya tetap memiliki dan berada dalam hubungan yang erat dengan-Nya (Yoh. 16:14).
  • Kepergian-Nya kepada Bapa adalah sangat penting, karena Ia ingin menyelesaikan pekerjaan-Nya di alam sini dan alam sana untuk menyediakan tempat bagi kita, dan jika tempat itu sudah selesai, Ia akan datang lagi untuk menjemput para milik-Nya. Saat ini, Ia terus bekerja melalui Roh Kudus, yang di dalam-Nya Yesus hadir.
  • Janji kedatangan-Nya kembali (Yoh. 14:3) tidak akan dibatalkan, meskipun Roh Kudus hadir di dunia ini. Sebaliknya, Yesus justru menegaskan kepada para murid-Nya bahwa Ia akan menjumpai mereka lagi (Yoh. 16:16,22,23).
Tugas-tugas Roh Kudus

Pada bacaan Alkitab di atas, Tuhan Yesus menyatakan bahwa, Roh Kudus akan menginsafkan dunia akan dosa. Disini ada tiga poin penting yang dapat kita pelajari dan kita renungkan: 
  • Roh Kudus mengajar, bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati dan sekaligus manusia sejati. Barangsiapa tidak percaya kepada-Nya dan tidak menuruti firman-Nya, ia tidak akan sampai kepada Sang Bapa (Yoh. 14:6).
  • Roh Kudus mengajar, bahwa kebenaran yang berlaku di hadapan Allah, berasal dari iman kepada Yesus Kristus. Sebagaimana halnya dengan penjelmaan Allah di dalam Dia, Kebangkitan Yesus adalah juga merupakan pekerjaan Roh Kudus (Rm. 8:11).
  • Roh Kudus menuntun kepada pengetahuan, bahwa Yesus Kristus adalah Hakim yang adil. Standar yang dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menghakimi adalah Iman atau kepercayaan kepada-Nya dan perbuatan yang dihasilkan iman tersebut. Roh Kudus juga menegaskan, bahwa melalui kematian dan kebangkitan Yesus, “penguasa dunia ini” telah dihukum dan kuasanya telah dihancurkan (Yoh. 16:11).
Roh Kudus adalah Roh kebenaran, dan sebagai Roh Kebenaran, Roh Kudus menunjukkan kepada manusia, bahwa Yesus Kristus adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Setiap orang yang sudah memiliki iman pada Kristus dan terbilang pada Kristus, harus memberikan ruang bagi Roh-Nya di dalam jiwanya, supaya hati nuraninya dapat dipertajam dan senantiasa dapat mengenali bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup dan imannya tetap dipertahankan.

Atas dasar ini, adalah penting untuk mendengarkan suara Roh Kudus, yang dapat ki-
ta dengar di dalam khotbah Injil, di dalam kebaktian dan di dalam setiap jawaban atas doa-doa kita, karena di sanalah dibicarakan tentang dosa, kebenaran, dan penghakiman.

Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...