Banyak orang yang meragukan bahwa Yesus adalah Tuhan. Meski demikian, bagi orang pemeluk agama Kristen, iman kepada Yesus sebagai Tuhan adalah sesuatu yang mutlak, terlepas orang lain percaya atau tidak. Di sisi lain Yesus pun tidak mengharuskan seseorang untuk percaya kepada-Nya sebagai Tuhan atau Mesias. Manusia diberi kebebasan yang luas untuk percaya kepada-Nya dan menerima-Nya atau tidak.
Memang, sejak lama, keberadaan Yesus sebagai Tuhan telah menimbulkan pertentangan dan perbantahan. Simeon telah menyatakannya, ketika ia untuk pertama kalinya melihat Yesus, yang dibawa oleh orang tuanya ke bait suci: "... Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan." (Lukas 2:34).
Iman kepada Yesus sebagai Tuhan, sebenarnya bukan iman yang buta, sebab beberapa nubuat dan pernyataan-pernyataan dalam Alkitab menunjukkan Yesus adalah Tuhan. Berikut beberapa ayat dalam Alkitab yang menyatakan Yesus adalah Tuhan.
1. Yesaya 40:3
Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
Nubuat ini tergenapkan dengan apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis, seperti yang tertulis dalam Matius 3:1-3, "Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
Apa yang tertulis di Matius 3:1-3 di atas, disatu sisi menunjuk kepada Yohanes pembaptis yaitu orang yang berseru-seru, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya dan penulis kitab Matius ini, di sisi lain menunjuk kepada Yesus, yang dimaksud dalalam kata-kata, "Persiapkanlah jalan untuk Tuhan"
2. Matius 3:1-3
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
Seperti yang tertulis di atas, ayat ini di satu sisi, penulis kitab Matius ini menunjuk kepada Yohanes Pembaptis dan di sisi lain, pernyataan yang menyebutkan "Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", jelas dengan mudah dapat kita mengerti bahwa pernyataan tersebut menunjuk kepada kepada Yesus. Dan jalan yang dimaksud, tentulah bukan jalan secara harfiah, melainkan jalan untuk menuju kepada setiap hati umat manusia yang mau menerima dan merindukan-Nya.
3. Lukas 2:11
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.
Tidak hanya nabi-nabi yang menubuatkan Yesus sebagai Tuhan. Malaikat yang menjumpai para gembala sesaat setelah Yesus dilahirkan juga menandaskan dengan jelas bahwa Yesus adalah Tuhan.
4. Lukas 1:33-34
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
Malaikat Gabriel mendapatkan tugas dari Allah untuk menjumpai Maria dan menyampaikan bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Sebutan Anak Allah Yang Mahatinggi, sebagaimana yang diutarakan oleh malaikat Gabriel, menandaskan keilahian Yesus, Allah yang sejati. Pernyataan ini bukan dilontarkan oleh manusia, tetapi oleh Gabriel, malaikat Allah sendiri.
Kelahiran-Nya pun juga tidak seperti manusia pada umumnya yang terjadi sebagai hasil hubungan biologis manusia, melainkan Roh Kudus-lah yang turun atas diri Maria.
5. Lukas 1:41-43
Maria mengunjungi Elisabet, saudaranya, yang saat itu juga mengandung anak, yang nantinya dikenal sebagai Yohanes Pembaptis, Maria pun memberi salam kepada Elisabet. "Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku."
Ketika Elisabet menyatakan hal itu, kita dapat menyakini, bahwa dorongan Roh Kuduslah, sehingga ia dapat mengatakan bahwa, "Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku." Meskipun demikian Elisabet juga menyatakan bahwa, berbahagialah ia yang telah percaya. Ia juga tidak memaksa orang lain untuk percaya apa yang dikatakannya.
6. Yohanes 1
Kitab Yohanes 1, banyak menuliskan dan menyiratkan keilahian Yesus. Bukan hanya Yohanes, yang menulis kitab ini saja, tetapi Yohanes Pembaptis dan beberapa murid Yesus lainnya juga menyatakan akan keilahian Yesus.
7. Surat-surat tulisan Paulus
Meskipun kesaksian-kesaksian tentang Yesus ini dinyatakan oleh para nabi dan malaikat, masih saja banyak orang yang meragukan akan Yesus sebagai Tuhan. Apalagi ketika murid-murid-Nya dan para Rasul-Nya menyatakan bahwa Yesus sebagai Tuhan, banyak orang yang semakin tidak mempercayai Yesus sebagai Tuhan. Meskipun demikian Rasul Paulus dan para Rasul lainnya, tidak berhenti untuk mengabarkan dan memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Berikut adalah beberapa ayat yang ditulis murid-murid Yesus yang menyatakan dan menyiratkan bahwa Yesus adalah Tuhan.
Memang, sejak lama, keberadaan Yesus sebagai Tuhan telah menimbulkan pertentangan dan perbantahan. Simeon telah menyatakannya, ketika ia untuk pertama kalinya melihat Yesus, yang dibawa oleh orang tuanya ke bait suci: "... Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan." (Lukas 2:34).
Iman kepada Yesus sebagai Tuhan, sebenarnya bukan iman yang buta, sebab beberapa nubuat dan pernyataan-pernyataan dalam Alkitab menunjukkan Yesus adalah Tuhan. Berikut beberapa ayat dalam Alkitab yang menyatakan Yesus adalah Tuhan.
1. Yesaya 40:3
Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
Nubuat ini tergenapkan dengan apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis, seperti yang tertulis dalam Matius 3:1-3, "Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
Apa yang tertulis di Matius 3:1-3 di atas, disatu sisi menunjuk kepada Yohanes pembaptis yaitu orang yang berseru-seru, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya dan penulis kitab Matius ini, di sisi lain menunjuk kepada Yesus, yang dimaksud dalalam kata-kata, "Persiapkanlah jalan untuk Tuhan"
2. Matius 3:1-3
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!" Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
Seperti yang tertulis di atas, ayat ini di satu sisi, penulis kitab Matius ini menunjuk kepada Yohanes Pembaptis dan di sisi lain, pernyataan yang menyebutkan "Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", jelas dengan mudah dapat kita mengerti bahwa pernyataan tersebut menunjuk kepada kepada Yesus. Dan jalan yang dimaksud, tentulah bukan jalan secara harfiah, melainkan jalan untuk menuju kepada setiap hati umat manusia yang mau menerima dan merindukan-Nya.
3. Lukas 2:11
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud.
Tidak hanya nabi-nabi yang menubuatkan Yesus sebagai Tuhan. Malaikat yang menjumpai para gembala sesaat setelah Yesus dilahirkan juga menandaskan dengan jelas bahwa Yesus adalah Tuhan.
4. Lukas 1:33-34
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
Malaikat Gabriel mendapatkan tugas dari Allah untuk menjumpai Maria dan menyampaikan bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Sebutan Anak Allah Yang Mahatinggi, sebagaimana yang diutarakan oleh malaikat Gabriel, menandaskan keilahian Yesus, Allah yang sejati. Pernyataan ini bukan dilontarkan oleh manusia, tetapi oleh Gabriel, malaikat Allah sendiri.
Kelahiran-Nya pun juga tidak seperti manusia pada umumnya yang terjadi sebagai hasil hubungan biologis manusia, melainkan Roh Kudus-lah yang turun atas diri Maria.
5. Lukas 1:41-43
Maria mengunjungi Elisabet, saudaranya, yang saat itu juga mengandung anak, yang nantinya dikenal sebagai Yohanes Pembaptis, Maria pun memberi salam kepada Elisabet. "Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabeth pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku."
Ketika Elisabet menyatakan hal itu, kita dapat menyakini, bahwa dorongan Roh Kuduslah, sehingga ia dapat mengatakan bahwa, "Siapakah aku ini, sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku." Meskipun demikian Elisabet juga menyatakan bahwa, berbahagialah ia yang telah percaya. Ia juga tidak memaksa orang lain untuk percaya apa yang dikatakannya.
6. Yohanes 1
Kitab Yohanes 1, banyak menuliskan dan menyiratkan keilahian Yesus. Bukan hanya Yohanes, yang menulis kitab ini saja, tetapi Yohanes Pembaptis dan beberapa murid Yesus lainnya juga menyatakan akan keilahian Yesus.
7. Surat-surat tulisan Paulus
Meskipun kesaksian-kesaksian tentang Yesus ini dinyatakan oleh para nabi dan malaikat, masih saja banyak orang yang meragukan akan Yesus sebagai Tuhan. Apalagi ketika murid-murid-Nya dan para Rasul-Nya menyatakan bahwa Yesus sebagai Tuhan, banyak orang yang semakin tidak mempercayai Yesus sebagai Tuhan. Meskipun demikian Rasul Paulus dan para Rasul lainnya, tidak berhenti untuk mengabarkan dan memberitakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Berikut adalah beberapa ayat yang ditulis murid-murid Yesus yang menyatakan dan menyiratkan bahwa Yesus adalah Tuhan.
- Roma 9:5 ; Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
- 1 Korintus 8:6 ; namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
- Filipi 2:5-8 ; Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
- Filipi 3:8-10 ; Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuany itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar