BACAAN ALKITAB : 1 Korintus 1:18-31
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah." (1 Kor. 1:18)
PENGAJARAN :
Ketika seseorang membaca bacaan Alkitab di atas, khususnya pada bagian "Sebab, pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa...", di satu sisi memberi pengertian dan pemahaman bahwa orang-orang yang akan binasa, adalah orang-orang yang bodoh.
Tetapi mengapa, bagi mereka yang akan binasa, dikatakan bahwa pemberitaan tentang salib adalah suatu kehodohan? Ya, karena mereka tidak bisa mengerti dan memahami apa yang diajarkan dan dituliskan oleh para nabi melalui nubuat Allah yang telah disampaikan, termasuk pengajaran Yesus tentang rencana dan pekerjaan keselamatan Allah yang dinyatakan melalui Dia.
Sebenarnya banyak orang yang secara manusiawi memiliki kepandaian yang sangat tinggi dalam banyak hal. Tetapi, ketika mereka dihadapkan pada pemberitaan tentang salib, banyak dari orang-orang pandai tersebut justru menjadi orang-orang yang bodoh, padahal banyak diantara mereka yang memiliki gelar hasil dari pendidikan tinggi yang mereka tempuh. Padahal bahasa yang digunakan dalam Alkitab adalah bahasa Indonesia yang mudah untuk dibaca, dimengerti dan dipahami, apalagi oleh mereka-mereka yang berpendidikan tinggi. Sayang justru banyak di antara mereka tidak bisa mengerti dan memahami, bahkan mereka juga tidak bisa percaya bahwa Allah telah mengutus Sang Putra untuk turun ke dunia (Yoh. 3:16), sebagai wujud atau ungkapan kasih Allah kepada umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, untuk menjadi jalan keselamatan bagi mereka.
Di sisi lain, dunia tidak hanya menganggapnya suatu kebodohan, tetapi dunia juga membenci salib! Ketika mendengar berita tentang salib, dunia selalu menghina, merendahkan dan mentertawakannya. Bagaimana mungkin pemberitaan salib dapat memberikan kekuatan bagi mereka yang akan diselamatkan? Natanael pun pernah mengajukan suatu pertanyaan yang mirip, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nasaret?". (Yohanes 1:46) Dunia mentertawakan, merendahkan dan menghinanya. Itulah sebabnya dunia menganggapnya, hal itu sebagai suatu kebodohan yang tidak masuk akal.
Tuhan Yesus pernah menyatakan, "Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil". (Matius 11:25) Itulah sebabnya dikatakan bahwa, Pemberitaan tentang Salib adalah Kebodohan bagi mereka yang akan binasa, karena jika mereka tetap tidak bisa mengerti dan memahami atau tidak memiliki iman pada pemberitaan salib ini, mereka akan tetap dalam keadaan dosa dan itu akan membawa mereka kepada suatu kebinasaan.
Apa yang dapat kita petik sebagai suatu pelajaran bagi kita. Di dunia ini banyak orang berdosa, tetapi seringkali mereka tidak menyadari dan mengerti apa arti dosa dan dampaknya. Dunia juga tidak mengerti bagaimana cara supaya dapat terlepas dari dosa? Akibatnya semua yang dikerjakan Tuhan bagi umat manusia di dunia ini dianggap sebagai suatu kebodohan yang tidak bisa mereka mengerti sama sekali.
Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa "...upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23). Banyak orang telah memilih jalan hidupnya sendiri, menurut keinginannya yang mengandalkan kekuatan, kekayaan dan kepintaran diri sendiri, sehingga mereka merasa tidak membutuhkan Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa orang yang merespons berita salib disebut sebagai orang yang bijak. Sebaliknya orang yang meremehkan dan mentertawakan berita salib adalah orang yang bodoh.
IMAN kepada-Nya, termasuk iman kepada kurban-Nya yang tunggal dan sempurna, kematian-Nya di atas kayu salib, kebangkitan-Nya dari kematian dan kenaikan-Nya kembali ke sorga untuk nantinya akan datang lagi ke bumi menjemput para milik-Nya, adalah jalan untuk beroleh keselamatan dan hidup dalam persekutuan yang kekal dengan-Nya, sebab Tuhan Yesus telah menyatakan, "Akulah, jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, jika tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6)
Di bagian selanjutnya, dituliskan, ...tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah." Mengapa bisa demikian? Bagi kita, yang telah menerima Yesus, pengikutan dan kesetiaan kepada Kristus, bukanlah suatu hal yang mudah. Yesus telah menyatakan, "... Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku". (Matius 16:23). Artinya, ketika kita mengikut Yesus, kita harus siap ketika kita harus memikul suatu beban yang berat. Tapi kita masih dapat bersyukur, kemenangan Yesus pada kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kematian, telah menunjukkan kepada kita bahwa Yesus berkuasa atas maut dan neraka dan segala kuasa di langit dan di bumi, telah diberikan Allah kepada Tuhan Yesus, dan Dia ada dipihak kita.
Oleh karena itu, ketika kita harus memikul suatu beban berat dalam pengikutan kita kepada Yesus, kita akan dapat tetap bersetia dan bersuka cita, karena Tuhan Yesus berpihak kepada kita, sehingga kita dapat senantiasa menaruhkan iman, pengandalan dan pengharapan kepada-Nya untuk menolong dan menguatkan kita. Itulah sebab-Nya pemberitaan tentang salib, kemenangan-Nya atas maut dan neraka adalah kekuatan Allah, bagi kita yang akan diselamatkan
Melalui salib kita beroleh pengampunan dari Tuhan dan kita diperdamaikan dengan Allah. Ketika kita mendengar kata “SALIB” kita diingatkan akan penyelesaian hukum terhadap dosa-dosa kita, karena Tuhan Yesus mati di atas kayu salib untuk menebus segala hutang dosa kita. Tuntutan hukum yang seharusnya jatuh pada kita digantikan oleh Tuhan Yesus: "ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,..." (Yesaya 53:5b). Syukur dan puji Tuhan atas anugerah keselamatan bagi orang percaya melalui salib Yesus Kristus.
Amin.
Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah." (1 Kor. 1:18)
PENGAJARAN :
Ketika seseorang membaca bacaan Alkitab di atas, khususnya pada bagian "Sebab, pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa...", di satu sisi memberi pengertian dan pemahaman bahwa orang-orang yang akan binasa, adalah orang-orang yang bodoh.
Tetapi mengapa, bagi mereka yang akan binasa, dikatakan bahwa pemberitaan tentang salib adalah suatu kehodohan? Ya, karena mereka tidak bisa mengerti dan memahami apa yang diajarkan dan dituliskan oleh para nabi melalui nubuat Allah yang telah disampaikan, termasuk pengajaran Yesus tentang rencana dan pekerjaan keselamatan Allah yang dinyatakan melalui Dia.
Sebenarnya banyak orang yang secara manusiawi memiliki kepandaian yang sangat tinggi dalam banyak hal. Tetapi, ketika mereka dihadapkan pada pemberitaan tentang salib, banyak dari orang-orang pandai tersebut justru menjadi orang-orang yang bodoh, padahal banyak diantara mereka yang memiliki gelar hasil dari pendidikan tinggi yang mereka tempuh. Padahal bahasa yang digunakan dalam Alkitab adalah bahasa Indonesia yang mudah untuk dibaca, dimengerti dan dipahami, apalagi oleh mereka-mereka yang berpendidikan tinggi. Sayang justru banyak di antara mereka tidak bisa mengerti dan memahami, bahkan mereka juga tidak bisa percaya bahwa Allah telah mengutus Sang Putra untuk turun ke dunia (Yoh. 3:16), sebagai wujud atau ungkapan kasih Allah kepada umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa, untuk menjadi jalan keselamatan bagi mereka.
Di sisi lain, dunia tidak hanya menganggapnya suatu kebodohan, tetapi dunia juga membenci salib! Ketika mendengar berita tentang salib, dunia selalu menghina, merendahkan dan mentertawakannya. Bagaimana mungkin pemberitaan salib dapat memberikan kekuatan bagi mereka yang akan diselamatkan? Natanael pun pernah mengajukan suatu pertanyaan yang mirip, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nasaret?". (Yohanes 1:46) Dunia mentertawakan, merendahkan dan menghinanya. Itulah sebabnya dunia menganggapnya, hal itu sebagai suatu kebodohan yang tidak masuk akal.
Tuhan Yesus pernah menyatakan, "Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil". (Matius 11:25) Itulah sebabnya dikatakan bahwa, Pemberitaan tentang Salib adalah Kebodohan bagi mereka yang akan binasa, karena jika mereka tetap tidak bisa mengerti dan memahami atau tidak memiliki iman pada pemberitaan salib ini, mereka akan tetap dalam keadaan dosa dan itu akan membawa mereka kepada suatu kebinasaan.
Apa yang dapat kita petik sebagai suatu pelajaran bagi kita. Di dunia ini banyak orang berdosa, tetapi seringkali mereka tidak menyadari dan mengerti apa arti dosa dan dampaknya. Dunia juga tidak mengerti bagaimana cara supaya dapat terlepas dari dosa? Akibatnya semua yang dikerjakan Tuhan bagi umat manusia di dunia ini dianggap sebagai suatu kebodohan yang tidak bisa mereka mengerti sama sekali.
Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa "...upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23). Banyak orang telah memilih jalan hidupnya sendiri, menurut keinginannya yang mengandalkan kekuatan, kekayaan dan kepintaran diri sendiri, sehingga mereka merasa tidak membutuhkan Tuhan. Alkitab mengatakan bahwa orang yang merespons berita salib disebut sebagai orang yang bijak. Sebaliknya orang yang meremehkan dan mentertawakan berita salib adalah orang yang bodoh.
IMAN kepada-Nya, termasuk iman kepada kurban-Nya yang tunggal dan sempurna, kematian-Nya di atas kayu salib, kebangkitan-Nya dari kematian dan kenaikan-Nya kembali ke sorga untuk nantinya akan datang lagi ke bumi menjemput para milik-Nya, adalah jalan untuk beroleh keselamatan dan hidup dalam persekutuan yang kekal dengan-Nya, sebab Tuhan Yesus telah menyatakan, "Akulah, jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, jika tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6)
Di bagian selanjutnya, dituliskan, ...tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah." Mengapa bisa demikian? Bagi kita, yang telah menerima Yesus, pengikutan dan kesetiaan kepada Kristus, bukanlah suatu hal yang mudah. Yesus telah menyatakan, "... Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku". (Matius 16:23). Artinya, ketika kita mengikut Yesus, kita harus siap ketika kita harus memikul suatu beban yang berat. Tapi kita masih dapat bersyukur, kemenangan Yesus pada kayu salib dan kebangkitan-Nya dari kematian, telah menunjukkan kepada kita bahwa Yesus berkuasa atas maut dan neraka dan segala kuasa di langit dan di bumi, telah diberikan Allah kepada Tuhan Yesus, dan Dia ada dipihak kita.
Oleh karena itu, ketika kita harus memikul suatu beban berat dalam pengikutan kita kepada Yesus, kita akan dapat tetap bersetia dan bersuka cita, karena Tuhan Yesus berpihak kepada kita, sehingga kita dapat senantiasa menaruhkan iman, pengandalan dan pengharapan kepada-Nya untuk menolong dan menguatkan kita. Itulah sebab-Nya pemberitaan tentang salib, kemenangan-Nya atas maut dan neraka adalah kekuatan Allah, bagi kita yang akan diselamatkan
Melalui salib kita beroleh pengampunan dari Tuhan dan kita diperdamaikan dengan Allah. Ketika kita mendengar kata “SALIB” kita diingatkan akan penyelesaian hukum terhadap dosa-dosa kita, karena Tuhan Yesus mati di atas kayu salib untuk menebus segala hutang dosa kita. Tuntutan hukum yang seharusnya jatuh pada kita digantikan oleh Tuhan Yesus: "ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,..." (Yesaya 53:5b). Syukur dan puji Tuhan atas anugerah keselamatan bagi orang percaya melalui salib Yesus Kristus.
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar