Minggu, 15 September 2019

Jangan Menjadi Lamban Dalam Pengharapan

BACAAN ALKITAB

Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.(Ibrani 6:11-12)

PENGAJARAN

Dalam kehidupan saat ini, banyak orang Kristen merasakan bahwa apa yang ada di depan, masa depan kita, terasa semakin tidak pasti. Banyak orang Kristen yang merasa diperlakuan semakin tidak adil. Kesengsaraan dan penderitaan semakin banyak dialami orang-orang Kristen. Banayk orang Kristen yang diperkusi, dianiaya dan diperlakukan tidak adil dan seenaknya. Tetapi kita tetap percaya bahwa Allah tidak diam dan Allah memberi kita kepastian, bahwa
  1. Yesus Kristus telah menang atas maut dan neraka dan Ia telah mematahkan kuasa Iblis melalui kurban kematian-Nya di atas kayu salib dan membebaskan kita dari ikatan dan kuasa iblis.
  2. Yesus akan datang kembali untuk membawa kita kepada-Nya dan menjadikan kita para sulung.
  3. Yesus juga telah berjanji bahwa Ia akan menyertai para Rasul-Nya sampai mereka memenuhi misi mereka.
Tetapi dalam kenyataannya, apa yang kita alami saat ini dan pengalaman hidup kita saat ini sering kali berbeda dengan apa yang disampaikan di atas.
Kenyataannya
  • kita masih menderita akibat dosa (penderitaan, kematian) dan kuasa si jahat. Memang iblis sudah kalah dengan Tuhan Yesus, tetapi belum tentu ia kalah dengan umat milik-Nya. Oleh karena itu, iblis tidak menyerang Tuhan Yesus, tetapi kitalah, sebagai anak-anak Allah, umat milik-Nya yang dijadikan sasaran. Dengan berbagai cara iblis berusaha untuk merebut kita kembali dari tangan Tuhan untuk menjadi budak-budak iblis. Meskipun demikian janganlah hal ini membuat kita menjadi lamban. Teruslah berjuang melawan dosa. "...lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu" (Yakobus 4:17).

    Tugas kita adalah menjauhkan diri daripada dosa, untuk menjadikan diri kita senantiasa suci dihadapan-Nya (1Yohanes 3:3) dan melawan kejahatan yang kita alami, dengan kebaikan. Kita bahkan diajarkan untuk mengampuni mereka dan mendoakan musuh-musuh kita. Yakinlah bahwa kebaikan pasti akan mampu mengalahkan kejahatan.
  • meskipun Ia telah berjanji bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita, dan jika tempat itu telah selesai, ia akan datang kembali menjemput para miliknya, supaya dimana Ia berada, di situ juga para milik-Nya. Tapi pada kenyataannya, Yesus sampai saat ini belum datang.
    Oleh karena itu, pada beberapa orang Kristen, penantian akan kedatangan Tuhan untuk membawa ke tempat dimana Ia berada, direduksi menjadi penantian kedatangan Tuhan ke dalam hati orang-orang yang percaya, hanya untuk memberkati mereka. Janganlah kita sampai mereduksi pengharapan kita dalam menantikan kedatangan Tuhan. Janganlah penantian kita menjadi redup dan lamban. Marilah kita senantiasa mengobarkan kerinduan kita untuk segera berjumpa dengan Tuhan.

    Perlu dipahami dan dimengerti, penantian kita untuk menantikan kedatangan Tuhan, buklanlah suatu penantian yang pasif, seperti orang yang hanya duduk diam, menantikan kedatangan kereta api. Penantian kita hendaklah menjadi suatu penantian yang aktif, dimana sambil menantikan kedatangan Tuhan Yesus, kita hendaknya bekerja dengan giat untuk mempersiapkan diri dan jiwa kita agar pada saat kedatangan Tuhan, jiwa kita akan dapat serupa dengan citra dan teladan dari Tuhan dan kita diperkenankan untuk ikut ambil bagian pada harinya Tuhan. Berjuanglah untuk melakukan segala sesuatu yang akan membawa kita pada suatu persekutuan yang kekal dengan Allah dan Tuhan kita Yesus Kristus.
  • pada masa ini para Rasul hanya diterima oleh sedikit orang, dan mereka yang mengikut mereka, termasuk para Rasul, juga bukanlah orang yang sempurna. Meski demikian janganlah kenyataan ini membuat kita menjadi lamban. Janganlah pernah kita menganggap bahwa para Rasul hanyalah sekedar pemimpin suatu lembaga keagamaan, sebagaimana yang lain. Tuhan Yesus sendiri telah mengutus mereka, sebagaimana yang tertulis dalam Matius 28:19-20, "karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptilah mereka di dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

    Sebagai para utusan Tuhan, pada masa ini, para Rasul terus bekerja untuk memberitakan dan mengajarkan Injil Kristus. Para Rasul tidak peduli dengan jumlah mereka yang mau mengikutinya. Tugas mereka adalah dan tetaplah untuk mengajar dan menjadikan mereka semua menjadi murid-murid Yesus dan membaptis mereka. Marilah kita mendoakan mereka (Kis. 4:29-30) dan marilah kita ikut bekerja dalam memberitakan Injil Kristus. Biarlah kita dapat menjadi bukti akan pengutusan mereka (2 Kor. 3:2-3) dengan bertumbuhnya dan berkembangnya kehidupan rohani kita, sehingga kita dapat menjadi surat yang terbaca, dalam sikap, perilaku dan perkataan kita.

    Beberapa hal yang hendaknya nyata dalam diri kita sebagai bukti hasil pengajaran dan pengutusan para Rasul, antara lain kemampuan kita untuk mengasihi, mengampuni dan menjaga suatu kebersamaan atau persekutuan satu dengan yang lainnya, dengan menghilangkan segala sesuatu perbedaan yang ada diantara kita sebagai murid-murid Yesus.

Tetap teguh di dalam pengharapan dan jangan menjadi lamban

Marilah kita tetap teguh dalam pengharapan pada janji Tuhan. Keyakinan kita akan tergenapinya pengharapan kita didasarkan pada suatu pemahaman dan pengertian bahwa
  • Allah Sang Bapa adalah Allah yang setia, Allah kebenaran. Ia tidak pernah mengingkari janjinya.
  • Yesus pun juga adalah kebenaran. Apa yang disampaikan adalah kebenaran, Karena Ia adalah Kebenaran itu sendiri. Ia pernah menyampaikan bahwa Ia akan mati dan akan bangkit dari kematian. Apa yang dijanjikan benar-benar menjadi kenyataan, dan dengan tubuh kebangkitan ini, Ia pun akan membangkitkan kita dan memberikan kepada kita tubuh kebangkitan.
  • Roh Kudus yang telah dijanjikan oleh Tuhan, saat ini telah bekerja untuk senantiasa menghidupkan pengharapan kita akan penggenapan janji Tuhan, Roh Kudus juga menumbuhkan suatu sukacita yang besar dalam persekutuan kita untuk menantikan kedatangan Tuhan. Sukacita ini merupakan rasa pendahuluan, sebelum kita mengalami persekutuan yang kekal dengan Allah dan tuhan kita Yesus Kristus.
Marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh dalam penantian akan penggenapan janji Tuhan dengan senantiasa menaruhkan iman-kepercayaan, pengahrapan dan pengandalan akan penggenapan janji Tuhan. dan perlu kita ketahui bahwa “dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu [kita] tidak sia-sia” (1 Kor. 15:58).

Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...