Kamis, 24 Oktober 2019

Berlebih Menilai Diri

BACAAN ALKITAB

Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. (Lukas 18:10-14)

Beberapa orang memiliki kemampuan bangun di tengah malam untuk dapat berlutut dan berdoa setiap malam, tetapi yang lain tidak dapat bangun meskipun  mereka sudah berusaha.

Namun, mereka dapat berdoa bersama-sama setiap hari, meski hanya sehari sekali.

Yang lain tidak bisa melakukan kedua hal di atas, tetapi di mana pun mereka berjalan, mereka mampu bersedekah dan mengulurkan tangan dengan kerendahan hati kepada mereka yang memerlukan.

Beberapa orang tidak memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melakukan hal-hal di atas, tetapi mereka mampu menjaga hati yang bersih dan memberikan wajah yang tersenyum terhadap orang lain sepanjang waktu.

Yang lain lagi tidak melakukan apa-apa selain hanya membuat anak-anak tertawa ketika  bertemu dengan mereka.

Saudara-saudaraku,

Jangan pernah berpikir bahwa mereka yang tidak melakukan apa yang Anda lakukan, lebih rendah daripada diri Anda, atau tidak memiliki apa pun yang bisa dipersembahkan bagi orang lain atau sesama.

Jangan pernah berpikir bahwa tindakan Anda untuk beribadah, untuk menerapkan firman Allah, lebih baik daripada tindakan orang lain.

Jangan biarkan kesalehan Anda, menumbuhkan kebanggaan terselubung atau kesombongan dalam diri Anda.

Jangan biarkan kesalehan Anda mengisolasi diri Anda dari keluarga dan teman, jangan biarkan itu membuat Anda merasa "lebih suci dari orang lain."

Keturunan, kekayaan, kemampuan ilmiah, warna kulit Anda, kekuatan di medan perang bukanlah kriteria untuk menilai kualitas kedekatan, kemenurutan dan kasih Anda kepada Allah.

Ada banyak di Afrika, Eropa, Asia, Cina dan seluruh dunia yang mungkin lebih dekat dengan Allah daripada dirimu, karena fakta yang paling sederhana adalah bahwa mereka dapat menanggung kesulitan dan mengatasi cobaan, lebih baik daripada Anda*.

Penampilan dan pakaian Anda bukanlah kriteria untuk kesalehan Anda.

Ada banyak di dunia, yang lebih dekat dengan Allah, meskipun mereka tampaknya biasa-biasa saja.

Kekristenan Anda, afiliasi Anda dengan sebuah jamaah atau lembaga ilmiah mana pun, harus menjadi sarana untuk memusnahkan ego dan kebanggaan Anda, tanpa memandang rendah orang lain.

Ada banyak yang memiliki hati yang murni, ada banyak yang lebih berkenan dihadapan Allah dibanding Anda, meskipun mereka tidak berafiliasi dengan salah satu di atas.

Itu semua bukanlah paspor otomatis untuk dapat masuk ke Surga.*

Ada orang yang masuk surga hanya dengan segelas air putih untuk memuaskan dahaga orang yang paling hina, yang lain mendapatkannya dengan hanya memaafkan semua orang setiap hari sebelum tidur.

Mereka mungkin tidak memiliki banyak hal untuk ditampilkan, tetapi apa yang mereka lakukan, berkenan dan penting bagi Allah.

Seseorang mungkin berjalan melalui gerbang surga dengan modal sangat sedikit dan kehadirannya ketika hidup di muka bumi tidak dianggap penting, sementara yang lain dengan perbuatan yang jauh lebih besar justru binasa karena kesombongan mereka.

Janganlah heran dan terkejut, jika orang yang Anda hinakan itu menuntun Anda berjalan melewati gerbang Surga.

Cari dan lihatlah hal-hal yang baik yang ada dalam orang lain.
JADILAH ORANG BAIK, BERPIKIRLAH YANG BAIK, PIKIRKAN YANG BAIK, & LAKUKAN YANG BAIK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...