Rabu, 23 Oktober 2019

Ibuku, Alkitabku

BACAAN ALKITAB

Nah, sebagaimana tubuh tanpa roh adalah tubuh yang mati, begitu juga iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. (Yakobus  2:26)

Suatu saat, empat orang eksekutif muda sedang makan siang bersama. Sambil makan, mereka pun memperbincangkan hal-hal yang ringan-ringan. Tanpa disadari, siapa yang memulai, pembicaraan mereka tiba-tiba beralih topik mengenai Alkitab.

Eksekutif muda yang pertama berkata : “saya lebih suka terjemahan Alkitab King James Version. Soalnya lebih mendekati bahasa aslinya.”

Eksekutif muda yang kedua berkata : “kalau aku lebih suka terjemahan Moffat, bahasanya lugas….”

Sedangkan eksekutif muda yang ketiga mengatakan “aku lebih suka terjemahan Alkitab dengan bahasa sehari-hari, karena bagi saya, lebih mudah untuk dimengerti….”

Eksekutif muda yang ke empat hanya tersenyum saja, sambil mengatakan , “saya suka terjemahan Alkitab versi ibuku.”

Ketiga temannya terheran-heran dan bingung. Karena dalam sejarah tidak ada wanita yang telah menterjemahakan Alkitab. Dengan nada dan senyum sedikit mencemooh,  mereka pun bertanya “memang siapa ibumu?”

“Ibuku sih wanita biasa, dia bukan siapa-siapa. Tetapi dia tidak pernah berkata *kasihilah sesama mu manusia* , tetapi setiap kali  aku pulang sekolah, dia selalu tersenyum senang dan tangannya selalu terbuka untuk memelukku dengan penuh kehangatan,

Ibu ku tidak pernah mangatakan padaku *jangan engkau membunuh*, dan aku tidak melihat dan mendengar ibuku menyebarkan isu atau gossip sebagai media character assassination atau pembunuhan karakter.

Ibuku tidak pernah mengatakan padaku *kuduskanlah hari Sabbath*, tetapi setiap hari minggu dia bangun lebih pagi dan bersiap pergi ke gereja.

Ibuku tidak pernah mengatakan padaku *jangan menyebut nama Tuhan dengan sia-sia*, dan aku tidak pernah mendengar dia  mengumpat dengan menggunakan nama Tuhan, bahkan aku selalu mendengar ibu ku bersenandung menyanyikan lagu rohani.

Ibuku telah menterjemahkan Alkitab ke dalam perbuatannya, *aku rasa ibuku adalah terjemahan Alkitab terbaik yang mudah kubaca*



-anonim-

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...