Selasa, 22 Oktober 2019

Teruslah Menabur dan Menanam

BACAAN ALKITAB

Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. (I Korintus  3:6)

Seorang saudara bersaksi pada temannya mengenai gereja kita. Setiap bulan, dia selalu mengirim Majalah yang diterbitkan oleh gereja, dan rajin mengunjungi temannya ini untuk membicarakan berbagai hal tentang keselamatan yang dapat diperoleh melalui diri Tuhan Yesus. Selama bertahun-tahun dia melakukan hal ini. Tetapi sepertinya tidak ada respon dan sambutan dari temannya ini. Akhirnya, saudara ini mulai kecewa, putus asa dan mulai enggan untuk menabur benih pekerjaan keselamatan Tuhan pada temannya ini.

Setelah duapuluh tahun lewat, tiba-tiba temannya muncul di gereja, tetapi ia tidak sendiri. Ia hadir bersama istri dan anak-anaknya. Tentu saja dia merasa sangat gembira.

Setelah kebaktian usai, saudara ini pun bertanya, “hai…, bagaimana ceritanya engkau bisa hadir disini?”

Temannya menjawab : “aku telah pensiun, dan saat aku beres-beres meja kerjaku, aku melihat ada tumpukan majalah gerejamu yang kau kirim setiap bulan. Aku dan istriku setiap  ada waktu luang mulai membaca majalah ini. Sehingga aku dan istriku mulai tertarik dan memutuskan untuk mengenal lebih jauh gerejamu ini. Itulah sebabnya hari ini aku, isteri dan anak-anakku datang ke gerajamu”

Banyak diantara kita berharap bahwa benih yang kita sebar atau tanam hari ini, esok hari atau beberapa waktu berselang sudah mulai tumbuh. Tetapi alangkah kecewanya, ketika melihat kenyataan bahwa benih yang kita sebar seolah-olah tidak menunjukkan tanda-tanda adanya suatu pertumbuhan, meski sudah ada yang menyirami.  Demikian halnya ketika kita menabur benih sorgawi, firman-firman Allah. Seberapa sering kita menabur, dan seberapa sering pula saudara-saudari kita yang lain juga ikut untuk menyiramnya, tapi seringkali kita merasa kecewa, karena seolah-olah benih yang kita tabur, firman-firman Allah, tidak menunjukkan tanda-tanda adanya pertumbuhan pada diri hati mereka yang mendapat taburan benih ini.

Dari bacaan Alkitab di atas kita mendapatkan suatu penghiburan, Paulus menanam, Apolos menyiram, tetapi yang paling penting adalah Tuhan-lah yang memberikan pertumbuhan, perlu waktu yang berbeda-beda agar benih yang ditanamkan atau disebar dapat tumbuh dalam hati setiap umat manusia. Pada kasus di atas, membutuhkan waktu 20 tahun supaya bibit yang disebarkan oleh saudara ininuntuk dapat tumbuh. Jadi jangan menyerah ketika pengabaran injil kita seolah-olah tidak berdampak. Teruslah menabur. Teruslah menanam. Mungkin kita yang menabur benih ini, dan nanti akan ada saudara kita yang lain, yang menyiramnya, dan pada waktu Nya, Dia akan memberikan pertumbuhan. Tugas kita adalah teruslah menabur dan menanamkan benih Ilahi, setiap ada kesempatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...