Selasa, 29 Oktober 2019

Kecewa Pada Agama

Kalau sesorang ditanya, "Apa agamamu?" Mereka mungkin akan dengan cepat menyebut salah satu agama yang ada di Indonesia. Mengapa demikian? Ya karena Undang-undang di Indonesia mengharuskan setiap warga Indonesia untuk memeluk salah satu agama atau aliran kepercayaan yang diakui oleh pemerintah Indonesia dan menjalankan ajarannya dengan baik. Sungguh beruntung bagi kita, karena Pemerintah negara Indonesia tidak mengijinkan dan melarang seseorang untuk tidak memiliki agama atau menjadi Atheis. Banyak negara, yang juga melarang warga negaranya atau rakyatnya, untuk mengikuti paham atheis.

Tetapi kita dapat membaca dari banyak berita, bahwa paham atheis ini, akhir-akhir ini semakin berkembang demikian pesat. Di beberapa negara, bahkan pada tahun-tahun terakhir ini, pengikut paham atheis menjadi berlipat, dalam waktu yang sangat singkat.

Pertanyaannya, "Mengapa hal ini bisa terjadi?

Kalau diperhatikan pada masa-masa ini, dibanyak tempat ibadah, kita dapat melihat banyak sekali orang yang datang berbondong-bondong ke tempat ibadah. Tetapi di sisi yang lain, kita dapat melihat, bagaimana orang dengan mudahnya dan gampangnya memperlakukan orang lain seeenaknya, memperlakukan orang lain dengan tidak adil. Di beberapa belahan dunia, banyak orang melakukan kekerasan, penghinaan dan kejahatan kemanusiaan dengan mengatas-namakan agama. Mereka dengan mudahnya menyengsarakan orang lain, bagaimana mereka memperlakukan orang dengan demikian kejinya. Penyiksaan, pemaksaan kehendak, perampasan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan mereka pertontonkan  dalam ke seharian mereka. Ujaran kebencian, fitnah, berita-berita bohong, terucap sedemikian derasnya.

Itukah pengajaran yang daiajarkan di dalam setiap ibadah?
Tapi, bukankah, setiap agama tidak pernah mengajarkan yang sedemikian? Tetapi mengapa mereka bertindak, berperilaku dan bersikap demikian kepada sesama manusia, sesama mahkota ciptaan Allah? Terhadap bumi dengan segala apa yang terkandung di atas dan di dalamnya serta berbagai tumbuhan dan hewan saja, Allah menugaskan manusia untuk menjaga dan memeliharanya secara bertanggungjawab, apalagi terhadap sesama manusia, sebagai mahkota ciptaan, Allah menghendaki untuk saling mengasihi diantara sesama umat manusia.

Dalam kenyataannya, hal itu sangat jauh dari apa yang dibayangkan oleh manusia. Berbagai kekerasan, pemaksaan kehendak, kebohongan, caci maki bahkan pemerkosaan dan pembunuhan manusia, dipertontonkan oleh manusia itu sendiri. Bahkan perintah Allah untuk menjaga bumi dengan segala isinya pun, tidak diindahkan oleh manusia. Dengan keserakahan yang dimilikinya, manusia mengekspolitasi dan melakukan eksplorasi besar-besar terhadap bumi dan segala isinya dengan secara tidak bertanggung jawab. Kerusakan yang terjadi akibat keserakahan manusia ini telah menimbulkan banyak kesengsaraan dan penderitaan bagi orang lain.

Semuanya itu menjadikan manusia menjadi skeptis terhadap agama dan yang lain bertanya-tanya, " Dimanakah agama itu? Apakah agama itu?  Dan apa gunanya agama? Dimanakah Allah? Dimanakah Tuhan? Mereka memandang agama hanya sebagai suatu ilusi, sesuatu yang hanya ada di angan-angan atau awang-awang. agama adalah sesuatu yang abstrak.

Agama dianggap tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan hidup mereka dan permasalahan dunia. Dengan perasaan kecewa, mereka pun meninggalkan agamanya, mereka tidak lagi percaya akan adanya Allah, mereka tidak lagi percaya akan adanya Tuhan dan mereka mengembangkan kepikirannya sendiri dalam menjalani kehidupan mereka. "Yang penting saya bisa hidup dengan senang, tidak memgganggu orang dan merugikan orang lain, cukuplah sudah. Masa bodoh dengan agama, masa bodoh dengan ibadah, masa bodoh dengan doa".

Pemahaman sedemikian ini pastilah sungguh memperihatinkan dan sangat menyedihkan dan disayangkan. Tetapi kita juga tidak bisa dengan serta merta dan mudahnya menyalahkan mereka.

Kesadaran kita semua untuk mengiplementasikan pengajaran agama kita dalam kehidupan sehari-hari, dengan menjunjung tinggi dan rasa penghargaan yang tinggi sebagai sesama mahkota ciptaan Allah, cukuplah untuk menjadi bukti akan nilai penting dari suatu agama dan keberadaan Allah. Oleh karena itu marilah kita berusaha untuk mengimplementasikan semua pengajaran agama kita, dengan baik dengan saling mengasihi, menghargai, berbagi dan melayani sesama kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...