Sabtu, 16 November 2019

Memberitakan Injil Kristus

Beginilah firman TUHAN semesta alam: “Masih akan datang lagi bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota. Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi untuk melunakkan hati TUHAN dan mencari TUHAN semesta alam! Kamipun akan pergi!” (Zakharia 8:20-21)

Pengajaran

Dari bacaan Alkitab di atas, Nabi Zakharia menunjukkan dengan jelas bahwa keselamatan tidak hanya berlaku bagi umat Israel, melainkan juga berlaku dan ditawarkan kepada banyak bangsa yang lain dan mereka akan menemukan jalan untuk menuju keselamatan Allah.

Ayat-ayat tersebut juga menjelaskan bahwa kabar keselamatan disebarkan dari satu kota ke kota lainnya, dan bahkan orang-orang bukan Yahudi pun akan bisa mendengar. Mereka juga diundang untuk bersama-sama pergi, mencari Tuhan, dan menyembah Dia. Tidak sedikit suku bangsa-suku bangsa yang merespon panggilan Allah ini,  "dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem." (Yesaya2:3)

Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Zakharia bahwa keselamatan tidak hanya berlaku bagi umat Israel saja, dan karena kabar itu disebarkan dari kota ke kota, sehingga orang-orang bukan Yahudi pun akan bisa mendengar. Hal ini juga ditegaskan oleh Tuhan Yesus sendiri: "Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."(Yohanes 4:21-24)

Nabi Zakaria juga menjelaskan bahwa mereka yang telah diperkenankan untuk mengalami kemurahan, pertolongan dan keselamatan Allah, hendaknya tidak hanya bisa menyampaikan suatu undangan kepada orang lain, tetapi hendaknya juga mau mendampingi sesama mereka di atas jalan yang telah ditunjukkan Allah kepada mereka untuk di jalani: "... Kamipun akan pergi!"

Marilah kita pergi ...

Kita hendaknya jangan merasa sudah cukup puas dengan hanya memiliki suatu keinginan yang besar untuk mengundang sesama kita berjalan di atas jalan iman, tetapi dalam melakukannya, kita hendaknya juga dapat mendukung pekerjaan para Rasul di dalam misi yang telah mereka terima dari Tuhan, yaitu untuk ikut mengajar dan menjadikan setiap bangsa menjadi murid Tuhan (Mat. 28:19-20).

Kita telah menerima karunia Roh Kudus pada saat kita menerima Kemeteraian Suci. Bersama-sama dengan Baptisan Suci, Kemeteraian Suci merupakan suatu prasyarat untuk menjadi yang sulung dan juga sebagai jaminan untuk dapat memliki persekutuan yang kekal dengan Allah. (Ef. 1: 13-14). Selain dipilih dan dipanggil untuk menjadi yang sulung dan memiliki persekutuan yang kekal dengan Allah, ada suatu tugas dan tanggung jawab dibalik panggilan dan pilihan Allah yang jatuh kepada diri kita, yaitu untuk ikut memberitakan Injil Kristus. Bagaimanapun juga, kasih kitalah yang hendaknya menjadi pendorong untuk mengabarkan dan mengenalkan Injil Kristus kepada sesama (Rm. 5:5).

Sejak kita menerima karunia Roh Kudus, Tuhan mengharapkan pada kita untuk mampu menuntun dan membawa orang lain kepada-Nya, untuk membawa Injil Kristus kepada mereka, dan untuk hidup dan mempraktikkan pengajaran-Nya dengan cara sedemikian rupa, yang sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga dapat menjadi sarana untuk menyambut mereka, dan jangan sampai menyebabkan mereka tersinggung.

Kamipun akan pergi ...

Nabi Zakharia juga menyatakan: "... Kamipun akan pergi!" Ini menunjukkan kepada kita agar kita mampu untuk menyediakan waktu dan memiliki kesiap-sediaan untuk ikut mendampingi dan menyertai sesama kita berjalan di atas jalan kehidupannya.

Tidak kita pungkiri, ada beberapa orang diantara kita yang bersikap begitu tertutup terhadap orang lain, sehingga mereka terpaksa harus menanggung kesusahan dan beban mereka sendirian. Di sisi lain, ada orang yang sedemikian permisif dan terbuka terhadap segala macam tawaran dunia yang mampu mengalihkan pàndangan mereka dari pilihan, panggilan dan tawaran keselamatan Allah. Mereka hanya menunjukkan sedikit minat dan perhatian pada Allah dan tawaran keselamatan-Nya.

Sekali lagi, marilah kita bersiap sedia untuk dapat menyediakan, memberikan dan mengorbankan waktu kita untuk ikut memberitakan Injil Kristus, memberikan kesaksian perihal iman kita yang berharga dan mendampingi mereka.

Agar kita dapat menjadi penunjuk jalan bagi orang lain, sehingga orang lain dapat mengikuti, maka kita sendiri harus terlebih dahulu mengenal jalan itu dengan baik. Dan agar kita mampu menuntun orang lain kepada Allah, kita juga perlu untuk mengetahui jalan yang kita tempuh, sesuai yang diajarkan Kristus. Hal ini akan sangat membantu kita untuk dapat terus bertumbuh dalam pengakuan iman dan untuk dapat mengenali apa yang masih Tuhan inginkan, di masa depan, dalam kaitan keinginan Tuhan untuk memberikan keselamatan kepada setiap jiwa.

Sebagai para sulung dari Yesus Kristus, kita juga dipanggil untuk memberitakan dan mengabarkan kabar gembira ini, agar dapat diketahui di antara segala bangsa, pada masa kerajaan damai seribu tahun (1 Ptr. 2:5, 9; Why. 1:6).

Untuk dapat melakukan semua itu, sejak saat ini, diperlukan suatu kredibilitas (kemampuan agar dapat dipercaya) dan suatu kekuatan untuk dapat "membujuk" dan itu hendaknya nyata dan dipraktikkan. Kedua hal ini perlu didasari oleh suatu pengakuan iman yang penuh sukacita dan suatu perilaku iman yang dapat diteladani.

Marilah kita dengan senang hati mengembangkan dan melipat-gandakan karunia-karunia yang telah Allah berikan kepada kita, sehingga kita pun dapat memberikan kesaksian yang meyakinkan, dan agar kabar keselamatan semakin dapat menjangkau banyak orang.

Semoga di akhir kerajaan damai nanti, semua manusia yang pernah hidup, di segala periode waktu, akan mengenal Injil Kristus, dan kita bersyukur karena kita diperkenan dan telah diizinkan untuk ikut membantu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...