Di Gereja Ritus Timur, perayaan Epifani juga menandai akhir, sekaligus sebagai puncak perayaan Natal, yang biasanya mereka rayakan mulai dari tanggal 25 Desember sampai 5 Januari, setiap tahunnya.
Meskipun Gereja Ritus Barat maupun Timur, memiliki pemahaman yang sama mengenai perayaan hari Epifani ini, yaitu Penjelmaan, Penampakan dan Manifestasi Yesus di dunia, tetapi penghayatan akan peristiwa ini, berbeda.
Pada tradisi kekristenan di Timur Tengah dan beberapa negara Eropa, perayaan Theofani dilaksanakan dengan cara memberkati rumah dan sumber-sumber air yang digunakan oleh anggota sidang jemaat, yang melambangkan wujud nyata hadirnya Sang Kehidupan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tradisi kekristenan modern, perayaan Epifani tidaklah terlalu populer, meski beberapa kebiasaan klasik terkait perayaan ini masih dipertahankan. Sebagai contoh, pada saat perayaan Epifani, mereka membereskan kembali hiasan Natal baik di rumah maupun di gereja.
Di banyak negara, Epifani dirayakan dengan kue-kue khusus, dan anak-anak sering menerima hadiah kecil di dalam sepatu mereka. Di Gereja Timur, Epifani juga menjadi puncak perayaan masa Natal atau perayaan Kelahiran Yesus Kristus, yang diperingati mulai dari tanggal 25 Desember sampai dengan 5 Januari setiap tahun.Di Roma, perayaan Natal pada tanggal 25 Desember terpisah dari Epifani, yang mulai dirayakan pada tanggal 6 Januari pada abad keempat.
Beberapa Contoh Perayaan Epifani di seluruh dunia
Hadiah yang dibawa oleh orang dari Majus dan rumur tentang status kerajaan mereka, memunculkan berbagai adat istiadat yang berbeda-beda di negara-negara tempat Epifani biasanya dirayakan. Di Prancis, hari raya ini secara tradisional dirayakan dengan galette des rois, atau kue raja. Kue bundar ini dilapisi frangipane, pasta almond manis, dan para penikmat kue akan memeriksa potongan kue mereka untuk melihat apakah ada kacang panggang di dalamnya. Penerima kacang tersebut akan dimahkotai sebagai "raja" selama sehari.
Di Amerika Serikat, Epifani menandai dimulainya musim Karnaval. Selama Karnaval, orang-orang memakan kue raja yang dilapisi gula berwarna kuning, hijau, dan putih yang, alih-alih kacang, berisi figur bayi yang dianggap mewakili bayi Yesus. Meskipun kue ini sangat populer di Louisiana, tempat New Orleans terkenal dengan perayaan Mardi Gras-nya, kue ini dapat ditemukan di seluruh negeri.
Di Amerika Latin, orang memanggang rosca de reyes (roti raja), roti manis yang dipanggang membentuk lingkaran seperti mahkota. Meskipun tradisi sedikit berbeda di seluruh wilayah, beberapa anak meletakkan rumput dan air pada malam sebelum Epifani untuk hewan-hewan yang menemani ketiga raja dan menerima hadiah dari raja keesokan paginya atas perilaku baik mereka.
Tidak kalah menariknya, di Italia, misalnya, Epifani juga dikenal sebagai Befana, sebuah festival rakyat yang merayakan legenda seorang wanita tua atau penyihir yang memiliki nama itu. Menurut cerita, la Befana melindungi orang Majus dalam perjalanan mereka ke Betlehem. Setelah orang-orang bijak tersebut pergi, ia memutuskan untuk mengikuti mereka mencari bayi Yesus. Saat ia mencari, wanita tua yang baik hati itu membawa hadiah untuk anak-anak yang berperilaku baik di seluruh Italia—tradisi yang mirip dengan Sinterklas.
Tradisi bertema perjalanan lain yang dipraktikkan di seluruh Eropa dan semakin umum di beberapa bagian Amerika Utara dikenal sebagai "mengapungkan pintu dengan kapur." Kebiasaan ini melibatkan penulisan inisial dari orang-orang Majus, yang secara tradisional dikenal sebagai Caspar, Melchior, dan Balthazar, di atau di atas pintu rumah seseorang. Inisial tersebut—C.M.B.—juga merupakan singkatan dari frasa Christus mansionem benediciat, bahasa Latin yang berarti "semoga Kristus memberkati tempat tinggal ini." Orang-orang percaya juga menambahkan angka untuk tahun berjalan dan tanda tambah yang mewakili salib Kristen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar