Jumat, 29 November 2019

Epifani

Diperbarui : 041224


Epifani adalah Hari Raya Penampakan Tuhan, yaitu memperingati penjelmaan atau manifestasi Allàh menjadi manusia di dalam Yesus Kristus. Epifani, juga dikenal sebagai Hari Raya Epifani, atau Hari Raya Tiga Raja. Epifani berasal dari kata Yunani Koine : ἐπιφάνεια, epipháneia, yang berarti manifestasi fisik, penampakan, atau jelas atau wahyu dewa kepada manusia. Epifani juga sering disebut sebagai Teofani (Yunani kuno: Θεοφάνεια, Theophaneia)yang berarti penampakan Tuhan.

Perayaan Epifani di Gereja Ritus Timur

Perayaan Epifani, mulai dilaksanakan pada sekitar abad ke-3 oleh Gereja Ritus Timur, yang berada di sisi Timur Yerusalem. Perkembangan selanjutnya, perayaan Epifani ini dijadikan sebagai salah satu dari 3 festival gereja, selain perayaan Paskah dan Pentakosta. Saat penanggalan Paskah belum banyak diketahui oleh orang-orang awam, pada perayaan Epifani inilah diumumkan tanggal perayaan Paskah di tahun itu. Ini sekaligus sebagai tanda, agar umat mulai mempersiapkan diri menjelang hari Paskah. 

Bagi Gereja Ritus Timur, perayaan Epifani, mungkin dimulai sebagai perayaan pembaptisan Yesus atau lebih ditujukan pada peringatan Manifestasi Yesus saat Ia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis dan memulai karya pelayanan-Nya sebagai Juruselamat dan Putra Allah, yang dikenal sebagai Teofani

Pada I Yohanes 1:1-3, dinyatakan oleh Yohanes bahwa Yesus adalah seorang Manusia sejati dengan tubuh yang sama seperti manusia lain pada umumnya. Ia adalah “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup.” Ia adalah Manusia yang berada di antara manusia, namun Ia adalah juga Allah. Pada masa sekarang kita dapat merasakan Dia dengan indera-indera kita. Kita masih dapat mendengar, melihat, dan merasakan-Nya, penjelmaan Kristus saat ini di dalam firman dan sakramen.

Di Gereja Ritus Timur, perayaan Epifani juga menandai akhir, sekaligus sebagai puncak perayaan Natal, yang biasanya mereka rayakan mulai dari tanggal 25 Desember sampai 5 Januari, setiap tahunnya.

Perayaan Epifani di Gereja Ritus Barat

Pada Gereja Ritus Barat, perayaan Epifani lebih ditujukan pada peringatan akan kedatangan orang-orang Majus dari Timur, mengunjungi Yesus yang baru dilahirkan, yang pada pengajaran disebut sebagai Tiga Raja dari Timur. Ini sebagai suatu petunjuk dan renungan bagi umat Kristen tentang hakikat dari Manifestasi Bayi Yesus di dunia, pada orang-orang Yahudi maupun non Yahudi, sebagai Sang Putra Allah. Selain itu, perayaan ini juga sebagai penghormatan kepada tiga pengunjung penting dalam kisah Alkitab tentang kelahiran Yesus.

Di Gereja Ritus Barat, yang berada di sisi Barat Yerusalem dan berpusat di Roma, perayaan Epifani diawali pada abad ke-4. Referensi paling awal yang ditemukan tentang Epifani sebagai hari raya Kristen ditemukan pada abad ke empat, yang terdapat pada tulisan Ammianus Marcellinus, sejarawan Romawi, tepatnya tahun 361. Perayaan ini diperingati oleh sejumlah denominasi gereja Kristen, secara berbeda, setiap tangal 6 Januari, meskipun ada juga yang memperingatinya pada Minggu pertama bulan Januari.

Ia mendasarkannya pada tulisan teolog Clement dari Alexandria yang menyatakan bahwa sekte Kristen Gnostik Suriah, Basilidian, merayakan pembaptisan Kristus pada bulan Januari. Dan pada tulisan Ammianus Marcellinus tersebut, dinyatakan bahwa orang-orang Kristen pada masa itu menyebut festival Januari itu sebagai Epifani.

Di Barat, malam sebelum Epifani disebut Malam Kedua Belas atau juga dikenal sebagai Dua Belas Hari Natal, periodenya dimulai dari tanggal 25 Desember sampai 6 Januari. Sedangkan bagi banyak umat Kristen Ortodoks yang masih mematuhi kalender Julian, periode ini berlangsung sampai tanggal 19 Januari. Tetapi ada juga mereka-mereka yang merayakan epifani ini sampai Hari Lilin, hari raya, yang merayakan persembahan Yesus Kristus di bait suci dan yang biasanya dirayakan oleh umat Kristen pada tanggal 2 Februari.

Perayaan Epifani pada Tradisi Kristen Modern

Meskipun Gereja Ritus Barat maupun Timur, memiliki pemahaman yang sama mengenai perayaan hari Epifani ini, yaitu Penjelmaan, Penampakan dan Manifestasi Yesus di dunia, tetapi penghayatan akan peristiwa ini, berbeda.

Pada tradisi kekristenan di Timur Tengah dan beberapa negara Eropa, perayaan Theofani dilaksanakan dengan cara memberkati rumah dan sumber-sumber air yang digunakan oleh anggota sidang jemaat, yang melambangkan wujud nyata hadirnya Sang Kehidupan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tradisi kekristenan modern, perayaan Epifani tidaklah terlalu populer, meski beberapa kebiasaan klasik terkait perayaan ini masih dipertahankan. Sebagai contoh, pada saat perayaan Epifani, mereka membereskan kembali hiasan Natal baik di rumah maupun di gereja.

Di banyak negara, Epifani dirayakan dengan kue-kue khusus, dan anak-anak sering menerima hadiah kecil di dalam sepatu mereka. Di Gereja Timur, Epifani juga menjadi puncak perayaan masa Natal atau perayaan Kelahiran Yesus Kristus, yang diperingati mulai dari tanggal 25 Desember sampai dengan 5 Januari setiap tahun.Di Roma, perayaan Natal pada tanggal 25 Desember terpisah dari Epifani, yang mulai dirayakan pada tanggal 6 Januari pada abad keempat.

Beberapa Contoh Perayaan Epifani di seluruh dunia

Hadiah yang dibawa oleh orang dari Majus dan rumur tentang status kerajaan mereka, memunculkan berbagai adat istiadat yang berbeda-beda di negara-negara tempat Epifani biasanya dirayakan. Di Prancis, hari raya ini secara tradisional dirayakan dengan galette des rois, atau kue raja. Kue bundar ini dilapisi frangipane, pasta almond manis, dan para penikmat kue akan memeriksa potongan kue mereka untuk melihat apakah ada kacang panggang di dalamnya. Penerima kacang tersebut akan dimahkotai sebagai "raja" selama sehari.

Di Amerika Serikat, Epifani menandai dimulainya musim Karnaval. Selama Karnaval, orang-orang memakan kue raja yang dilapisi gula berwarna kuning, hijau, dan putih yang, alih-alih kacang, berisi figur bayi yang dianggap mewakili bayi Yesus. Meskipun kue ini sangat populer di Louisiana, tempat New Orleans terkenal dengan perayaan Mardi Gras-nya, kue ini dapat ditemukan di seluruh negeri.

Di Amerika Latin, orang memanggang rosca de reyes (roti raja), roti manis yang dipanggang membentuk lingkaran seperti mahkota. Meskipun tradisi sedikit berbeda di seluruh wilayah, beberapa anak meletakkan rumput dan air pada malam sebelum Epifani untuk hewan-hewan yang menemani ketiga raja dan menerima hadiah dari raja keesokan paginya atas perilaku baik mereka.

Tidak kalah menariknya, di Italia, misalnya, Epifani juga dikenal sebagai Befana, sebuah festival rakyat yang merayakan legenda seorang wanita tua atau penyihir yang memiliki nama itu. Menurut cerita, la Befana melindungi orang Majus dalam perjalanan mereka ke Betlehem. Setelah orang-orang bijak tersebut pergi, ia memutuskan untuk mengikuti mereka mencari bayi Yesus. Saat ia mencari, wanita tua yang baik hati itu membawa hadiah untuk anak-anak yang berperilaku baik di seluruh Italia—tradisi yang mirip dengan Sinterklas.

Tradisi bertema perjalanan lain yang dipraktikkan di seluruh Eropa dan semakin umum di beberapa bagian Amerika Utara dikenal sebagai "mengapungkan pintu dengan kapur." Kebiasaan ini melibatkan penulisan inisial dari orang-orang Majus, yang secara tradisional dikenal sebagai Caspar, Melchior, dan Balthazar, di atau di atas pintu rumah seseorang. Inisial tersebut—C.M.B.—juga merupakan singkatan dari frasa Christus mansionem benediciat, bahasa Latin yang berarti "semoga Kristus memberkati tempat tinggal ini." Orang-orang percaya juga menambahkan angka untuk tahun berjalan dan tanda tambah yang mewakili salib Kristen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...