Kamis, 19 Desember 2019

Belajar dari Thomas

Bacaan Alkitab

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (Yohanes 20:25)

Renungan

Dibenak kita, sering kali tanpa disadari kita merendahkan ketidak percayaan Thomas, tetapi berbeda dimata Tuhan…. Allah tahu sifat terdalam Thomas, oleh karena itu DIA mau “merekrut” Thomas menjadi murid-Nya. Dan sesudah kenaikan Tuhan ke Surga, maka Thomas adalah pekabar Injil yang memberitakan injil sampai ke India. Sampai menjadi martir di sana dengan cara mati di tusuk tombak.

Sore itu Thomas sangat sedih dan kecewa. Sejak melihat Yesus ditangkap dan
disalibkan, ia menjadi putus asa. Thomas kehilangan pegangan hidup. Ia
merasa usahanya selama tiga tahun mengikuti Yesus seolah-olah tidak ada gunanya. Rencana untuk mendapatkan jaminan hidup yang lebih baik bagi masa depannya, seolah-olah menemui jalan buntu. Ia sangat kecewa. Selain itu, ia juga sangat takut terhadap penguasa Yahudi. Ia takut ditangkap, karena dianggap sebagai murid Yesus. Maka ia pergi meninggalkan teman-temannya, menghilang.

Namun di luar, dia tidak menjumpai seorang sahabat yang dapat menghilangkan
kekecewaannya. Hatinya tetap diliputi rasa kecewa dan hatinya terasa gelap. Itulah sebabnya ia memutuskan untuk kembali ke tempat dimana para murid Tuhan berkumpul lagi. Ia menjadi sangat jengkel dan marah kepada mereka, karena waktu bertemu, mereka semua dengan nada seakan-akan menyalahkannya dan mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal. Mereka mengatakan bahwa Tuhan sudah bangkit. Itulah sebabnya Thomas meledak amarahnya dan berkata : "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.". Semua teman-temannya terdiam, tidak tahu lagi bagaimana cara meyakinkan Thomas.

Thomas memang punya watak yang keras. Dialah yang juga pernah berkata kepada
Yesus untuk pergi dan mati bersama dengan Dia. Itulah sebabnya, Thomas sering dijuluki Si Anak Halilintar. Ia juga punya watak yang spontan, langsung bicara bila
tidak setuju. Thomas juga punya sifat untuk tidak mudah percaya apa kata orang. Kalau sudah melihat bukti baru dia percaya. Mungkin karena wataknya itu, Yesus senang kepadanya dan ingin agar dia menjadi muridnya.

Menarik sekali apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada Thomas seminggu 
kemudian. Tuhan menampakkan diri lagi kepada para murid-Nya dan kepada Thomas. 

Secara pribadi Yesus berkata kepada Thomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah_."  Yohanes  20:27

Thomas kaget. Tidak diminta untuk memasukkan tangannya saja, Thomas jelas sudah percaya, karena sudah melihat Tuhan. Tetapi sekarang Tuhan memintanya untuk memasukkan tangannya ke bekas paku itu. Thomas menjadi terharu, tertegun dan menyesal. Dia tidak dapat berbuat apa-apa lagi, kecuali mengatakan :"Tuhanku dan Allahku". (Yoh 20:28)

Menarik untuk kita perhatikan, bahwa Tuhan tidak memarahi dan mencela ketidakpercayaan Thomas, apalagi menghukum Thomas. Tuhan memenuhi keinginan Thomas, yaitu menampakkan diriNya dan menyuruh Thomas memasukkan tangannya ke bekas paku di tangan-Nya. Tuhan menggunakan watak dan pribadi Thomas yang ada, untuk lebih percaya.

Tuhan menyapa Thomas melalui situasi pribadi dan wataknya yang khas, yang kadang oleh orang lain dianggap kurang baik. Bagi Tuhan ternyata watak seperti apapun dapat disapa dan dipergunakan.

Kalau kita melihat sifat dan watak kita masing-masing dan juga melihat sifat dan watak teman-teman kita, nampak jelas bahwa kita masing-masing berbeda.

Kita masing-masing mempunyai kekhasan dan keanehan sendiri-sendiri. Tetapi yang menarik adalah bahwa Tuhan tetap mencintai, menyapa dan mau menggunakan kita masing-masing dengan kekhasan kita. Tuhan tetap menggunakan pribadi kita masing-masing dalam karyaNya.

Ini berarti bahwa, bagaimanapun sifat kita, kita tidak usah takut untuk mau
digunakan oleh Tuhan. Bagaimanapun keadaan kita, kita tetap boleh percaya
dan dapat dibimbing untuk lebih percaya kepada Tuhan. Satu point penting disini adalah bahwa kita mau berubah dan lebih percaya kepada Tuhan

Kasih Tuhan tidak dibatasi oleh keanehan sifat pribadi kita, karena Dia menguasai dan lebih agung dari itu semua. Seperti Thomas marilah kita buka hati dan pribadi dengan kekhasan kita masing-masing untuk semakin percaya.
Dan seperti Thomas…. Penjumpaan kita secara pribadi dengan Allah akan membuat kita bisa berseru  seperti Thomas : “Tuhanku dan Allahku”

Tuhan memberkati…. !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...