Rabu, 18 Desember 2019

Hosana, "Tuhan, tolonglah"

Bacaan Alkitab

Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang mahatinggi!” (Matius 21:9)

Pengajaran

Nas Alkitab kita diambil dari kisah masuknya Yesus ke Yerusalem saat Ia mengendarai seekor keledai. Nabi Zakharia sudah mengabarkan hal ini dengan perkataan: “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, …Lihat, rajamu datang kepadamu” (Za. 9:9). Peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem ini tidak hanya diperingati pada masa Minggu Palmira, tetapi juga sebagai gambaran yang berkaitan dengan masa Adven saat ini. 

Hal ini karena masuknya Yesus ke Yerusalem adalah juga merupakan tanda bahwa Penguasa, Sang Raja itu telah muncul dan hadir. Istilah Adven mengacu pada penantian akan kedatangan dan kehadiran Penguasa, Sang Raja ini.

Hosana, "Tuhan, tolonglah”

Saat Yesus masuk ke Yerusalem, sekumpulan orang banyak mengikuti Yesus dan berseru-seru, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang mahatinggi!”. Hosana, berarti "Tuhan, tolonglah"

Melihat apa yang telah dilakukan Yesus sebelumnya, bagaimana Ia mengajar, bagaimana Ia menyatakan kuasa dan belas kasihan-Nya, Ia menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, membangkitkan orang mati, mencelekkan mata yang buta, bahkan angin ribut pun tunduk kepada-Nya dan berbagai mukzizat lainnya yang telah Ia lakukan, orang banyak itu tahu bahwa Dia-lah, Raja yang dinantikan. Raja itu telah muncul, datang dan hadir di tengah-tengah mereka. Wajarlah kalau mereka akhirnya berseru-seru “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Hosana di tempat yang mahatinggi!”.

Sukacita akan kehadiran Sang Raja ini sangatlah dapat dipahami dan dimengerti, mengingat saat itu mereka berada dibawah penjajahan bangsa Romawi dan sangat mendambakan suatu kemerdekaan. Sehingga ketika mereka mendengar dan melihat, bagaimana Yesus mengajar, menyatakan belas kasihan dan menyatakan kuasa-Nya, kenyataan itu sangat menggoda bagi rakyat untuk menjadikan-Nya sebagai seorang raja (Yoh. 6:15) dan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi. 

Demikianlah, ketika mereka tahu bahwa Yesus akan masuk ke Yerusalem, maka mereka mempersiapkan sambutan kemenangan untuk Yesus dan menyapa-Nya de-
ngan permohonan, “Hosana!” (“Tuhan, tolong! Tolonglah kami.”)

Pertolongan utama

Memang benar, melalui para nabi, Allah telah menyatakan bahwa Allah akan menolong dan memerdekakan mereka, Allah akan mendatangkan Sang Raja yang akan memerdekakan mereka. Tetapi pertolongan Allah, tujuan utamanya bukan untuk memberikan solusi-solusi bagi masalah-masalah hidup sehari-hari. Meskipun Ia juga tidak mengabaikan kekhawatiran kita akan kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia. Keinginan Allah untuk memerdekakan manusia, membentang jauh
melampaui apa yang dibayangkan, dipikirkan dan diharapkan manusia, jauh melampaui ekspektasi manusia. 

Keinginan Allah yang terbesar adalah untuk memerdekakan manusia dari dosa dan membawa manusia kembali ke dalam persekutuan dengan Allah. Keinginan Allah ini jauh melampaui ekspektasi manusia. Dengan kemenangan Yesus Kristus atas kejahatan, kemenangan atas maut dan neraka, terbukalah akeses bagi manusia untuk masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Pertolongan-Nya adalah keselamatan yang final bagi manusia.

Pertolongan melalui kurban Yesus

Masuknya Yesus ke Yerusalem telah memberi harapan kepada manusia untuk dapat memperoleh pertolongan dalam perjuangan melawan dosa dan memerdekakan manusia dari ikatan dosa. Sebagai Manusia yang tidak berdosa, melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib, Ia telah membukakan dan memberikan akses kepada manusia untuk memperoleh pertolongan yang menyeluruh serta dapat menyelamatkan mereka dari kematian yang kekal.

Hosana untuk menjadi patut

Masa Adven, kembali mengingatkan lagi akan penantian kita pada kedatangan Tuhan kembali. Marilah kita mempersiapkan suatu penyambutan yang patut bagi kedatangan Tuhan.

Meskipun kita dapat memohon pertolongan kepada-Nya dalam segala kekhawatiran hidup kita, dan dalam hal ini kita sudah banyak mengalami campur tangan-Nya, namun, seruan “Hosana” kita pada saat ini hendaknya lebih terkait pada sesuatu yang lebih dari itu. Seruan, "Tuhan, tolonglah..." hendaknya lebih ditujukan pada permohonan pertolongan agar:
  • Tuhan menjadikan kita patut pada hari pengangkatan sidang jemaat pengantin perempuan.
  • Ia segera datang
  • kita dapat diperkenankan untuk meraih hidup yang kekal dan masuk ke dalam persekutuan yang kekal secara langusng, dengan Allah.
Permohonan dan penyembahan

Seruan “Hosana” juga berkaitan erat dengan permohonan tolong penyembahan kepada Tuhan yang akan datang kembali: “Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam
nama TUHAN!” (Mzm. 118:25-26).

Permohonan tolong ini hendaknya dapat kita sertai dengan penyembahan dan memuji serta memuliakan nama Allah. Jika kita tidak pelit untuk menyatakan penyembahan dan dalam memuji serta memuliakan nama Allah, kita boleh merasa yakin bahwa pertolongan Allah akan kita alami sesuai kehendak-Nya.

Amin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...