BACAAN ALKITAB
"Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan." (Gal 5:1)PENGAJARAN
Moto NAC Internasional th. 2020 adalah “Kristus Memerdekakan”. Apa sesungguhnya makna “merdeka" dalam Kristus dan mengapa hal ini penting bagi kita, sehingga dijadikan moto bagi Gereja? Berikut penjelasannyaHanya Allah yang sungguh-sungguh "merdeka”. Allah adalah Maha Kuasa. Ia mampu melakukan apa saja yang dikehendak-Nya. Ia sempurna. Ia tidak berkekurangan sesuatu apapun. Kemerdekaan-Nya juga dinyatakan di dalam kasih-Nya yakni dengan mengasihi umat manusia tanpa syarat dan tidak menuntut balas.
Yesus Kristus di dalam kemanunggalan dengan Bapa-Nya juga memiliki kemerdekaan yang sempurna atau sejati. Ia merdeka atau bebas dari segala dosa, kejahatan tidak berkuasa atas Dia, Yesus berkata: “sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku.” (Yoh. 14:30). Ia memberikan nyawanya untuk domba-domba-Nya dengan rela, “Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. (Yoh.10:18b) Ia menyatakan kebenaran Injil kepada dunia, tanpa rasa takut. (Yoh.18:20) Setelah kebangkitan-Nya, Ia mengenakan Tubuh Kebangkitan yang sempurna dan abadi, sehingga Ia terbebas dari keterbatasan serta memiliki hidup kekal.
Karena Kristus sendiri adalah merdeka, maka Ia mampu memerdekakan setiap umat manusia. Semua orang pada dasarnya telah terbelenggu oleh dosa, dan manusia dengan kekuatannya sendiri tidak mampu untuk memerdekakan dirinya. Oleh karena seseorang tidak mungkin bisa memerdekakan dirinya sendiri dari dosa, apalagi memerdekakan orang lain. Yesus Kristus dengan kurbannya telah mengalahkan dosa dan maut. (bandingkan 1 Kor.15: Kebangkitan tubuh). Umat manusia telah ditebus atau dibeli dengan harga yang mahal, bukan dengan emas atau perak tetapi dengan darah-Nya. Kini orang yang percaya tidak lagi menjadi hamba atas dosa, tetapi menjadi "hamba Allah". Maka setelah kita dimerdekakan, Rasul Petrus menyerukan: "Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah." (1 Petrus 2:16). Kemurahan atau rahmat Allah dilembagakan di dalam tindakan Baptisan Air dan Roh. Baptis Kudus membebaskan kita dari dosa asal dan mengaruniakan kita jalan masuk menuju persekutuan dengan Allah. Tuhan akan datang untuk memerdekakan dan memuliakan umat pilihan- Nya (2 Tim.4:18)
Kristus bekerja untuk memerdekakan umat-Nya melalui Roh Kudus. Kita dimerdekakan tidak hanya untuk diampuni dosanya, tetapi untuk dikembalikan pada tujuan penciptaan manusia, yakni hidup dalam “kebenaran Allah” dan segambar dengan Allah yang mulia di dalam persekutuan kekal dengan Allah” (2 Kor.3:17-18). Kemerdekaan dan keselamatan bagi umat manusia hanyalah kemurahan Allah, tidak seorang pun layak mendapatkannya. Kemerdekaan yang sempurna bukan hasil perjuangan manusia. "...Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juru Selamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita." (Titus 3:5-7).
Kemerdekaan atau pembebasan umat manusia diperoleh melalui penderitaan dan kematian Yesus di salib. Kemerdekaan tersebut ditawarkan secara bebas pada umat manusia, maskipun sering manusia justru lebih memilih menerima kuk perhambaan, yakni segala nafsu akan harta dunia (Gal.5;1).
Kinerja Roh Kudus melepaskan kita dari ikatan dosa. "Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut." (Roma 8:2) dan “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” (2 Kor.3:17-18) Roh Kudus mendorong kita untuk:
- Bertobat, agar dibebaskan dari segala kesalahan
- Mengampuni, sehingga hati kita tidak dikuasai amarah, kebenciaan dan dendam
- Menundukkan atau mengendalikan kuasa dosa, sehingga menjadi tuan atas sikap kemarahan, iri hati dan segala nafsu dunia.
Mari kita jadikan th.2020 sebagai moment untuk kemerdekakan bagi jiwa kita, yakni memperkenankan diri kita untuk dimerdekakan oleh kuasa Allah di dalam Roh-Nya.
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar