Senin, 20 Januari 2020

Lebih dari sekedar Merdeka

BACAAN ALKITAB

“Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yohanes 8:36)

Renungan

Oleh karena melakukan suatu kejahatan, seorang terpaksa harus dimasukkan ke dalam penjara, menjadi tawanan  dan menghadapi ancaman maut yaitu, kematian. Ia masih dapat lepas dari ancaman itu, jika ada seseorang yang membayar uang tebusan. Beruntunglah dia. Ada seseorang Tuan, yang amat sangat kaya, yang memiliki belas kasihan yang sangat besar, yang mau menebusnya. Tidak tanggung-tanggung, Sang Tuan tersebut membayar tebusan itu dengan memberikan hartanya yang paling berharga, yang ia miliki. Oleh karena sedemikian besarnya nilai tebusan tersebut, bahkan seluruh penghuni penjara, jika mereka mau, dapat terbebas dan menjadi orang yang merdeka. Sang Tuan ini bahkan menawarkan, tidak hanya kebebasan dan kemerdekaan kepada orang-orang tawanan tersebut, lebih dari itu Ia menawarkan kepada orang-orang yang terbebas ini, untuk menjadi anak-anaknya, dan menjadikan mereka ahli waris.

Meskipun telah membayar tebusan yang sedemikian besar nilainya, tetapi Sang Tuan ini, tidak memaksa para tawanan ini untuk menerima tawaran yang telah disampaikan.

Bagi mereka yang tidak mau menjadi anak-anaknya, Sang Tuan ini menempatkan mereka di depan pintu penjara dan memberi kebebasan bagi mereka untuk pergi kemana mereka mau. Sekali lagi, Sang Tuan ini tidak mau memaksa, meski, Ia tetap memiliki keinginan besar untuk menjadikan mereka semua sebagai anak-anak-Nya, dan menjadikan mereka sebagai ahli waris-Nya.

Sedangkan bagi mereka yang mau menerima tawaran ini, mereka akan diberi meterai, sebagai tanda bahwa mereka telah menjadi anak-anak-Nya dan ahli waris dari Sang Tuan ini. Mereka juga harus mau mengikuti, menuruti dan mempercayai para utusannya, yang telah diberi tugas dan tanggung jawab untuk menuntun mereka ke rumah Sang Tuan, yang telah menjadi Bapa mereka.

Dari cerita di atas, orang yang berbuat kejahatan itu adalah kita. Dosa adalah suatu kejahatan dan upah dari dosa adalah maut. Karena kejahatan dosa ini, kita terancam kematian. Beruntung Allah yang Mahabaik, Allah yang Mahakaya, dan Allah yang Mahasayang telah berbelas kasihan kepada manusia. Ia menawarkan kemerdekaan, kebebasan kepada manusia.

Tidak tanggung-tanggung, tebusan yang Allah berikan merupakan harta Allah yang paling berharga, yaitu Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus. Jasa kurban Tuhan Yesus mampu untuk menebus dan memerdekakan semua manusia yang tertawan oleh dosa.

Melalui Baptisan Suci, mereka yang mau meraih jasa kurban Tuhan Yesus, dibebaskan dan dimerdekakan dari tawanan dosa. “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” (Yohanes 8:36)
Tetapi itu hanya membawa mereka keluar dan berdiri di depan pintu penjara.

Kemurahan dan belas kasihan Sang Tuan, tidak berhenti sampai di situ. Ia menawarkan ke-Anak-an di dalam Allah kepada manusia yang telah dibebaskan dari tawanan dosa ini, sehingga mereka dapat menjadi Anak-anak Allah dan menjadikan mereka ahli waris kerajaan sorga.

Mereka yang mau  menerima tawaran ini akan menerima karunia ROH KUDUS sebagai METERAI bagi mereka, bahwa mereka telah menjadi anak-anak Allah, sehingga mereka dapat menyebut-Nya, "Ya Abba, Ya Bapa" (lihat Roma 8:14-16) dan menjadi ahli waris kerajaan sorga (Roma 8:17). Karunia Roh Kudus ini dapat diterima manusia melalui tumpangan tangan Rasul Tuhan yang hidup dalam KETERAIAN SUCI.

Mereka yang telah menerima kemerdekaan dari tawanan dosa melalui Baptisan Suci dan ke-anak-an di dalam Allah melalui Kemeteraian Suci, selanjutnya harus menerima, percaya, mengikut dan menuruti para utusan-Nya yang akan membawa mereka pulang ke rumah Sang Bapa, di dalam kerajaan sorga. Di sanalah Kemerdekaan yang SEJATI akan dialami oleh setiap manusia.

Para utusan ini tidak hanya membimbing dan menuntun manusia menuju rumah Sang Bapa, tapi selama perjalanan menuju rumah Sang Bapa, mereka juga ditugaskan untuk merawat, memelihara dan menjaga mereka-mereka yang telah menjadi anak-anak Allah ini. Mereka juga ditugaskan untuk menjaga kebersihan anak-anak Allah, yang dengan kuasa yang diberikan, mereka dapat membersihkan dosa-dosa, yang mungkin kembali mengotori dan membahayakan anak-anak Allah. "Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jiaklau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." (Yohanes 20:23).

Kesimpulan

Baptisan suci, akan membebaskan seseorang dari tawanan dosa-dosa asal (akibat kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa), tetapi, itu tidak otomatis akan membawa seseorang dapat masuk ke dalam sorga. Seseorang perlu dimeteraikan oleh Roh kudus, melalui penerimaan Kemeteraian Suci dari tangan seorang Rasul yang hidup, untuk menjadi seorang anak Allah dan diperkenankan untuk menjadi ahli waris kerajaan sorga. Selanjutnya, mereka harus mau menerima, percaya dan mengikut para utusan-Nya, yang akan menuntun, membimbing dan membawa mereka ke rumah Sang Bapa yang kekal di Sorga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...