BACAAN ALKITAB
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yoh 8:12.)Oleh :\-noeng-
Renungan
Tersesat di hutan, berbeda dengan tersesat di kota. Meskipun saat ini sudah banyak peralatan elektronik yang canggih, sarana komunikasi yang canggih dan petunjuk satelit, tetapi di dalam banyak kasus, tempat atau pun wilayah, belum tentu perangkat-perangkat tersebut ada atau tersedia. Terlebih bagi para petualang atau pecinta alam tradisionil, banyak yang tidak memiliki, tidak bisa dan tidak menggunakan sarana-sarana seperti di atas. Mereka hanya menggunakan kompas dan sarana-sarana yang sangat terbatas dan mungkin sedikit teori maupn pengalaman. Ditambah lagi, di dalam hutan tidak ada petunjuk seperti di dalam kota. Semua tampak sama.April 1987, tujuh anak STM Jakarta tewas di hutan gunung gede. Team pencinta alam tempat saya berkuliah diminta batuan sebagai salah satu team pencari. Setelah berhari-hari pencarian akhirnya team menemukan mereka dalam keadaan tewas karena kecapaian dan lapar.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa mereka semakin menjauh berjalan ke utara? Padahal kalau mereka berjalan sedikit ke selatan, mereka akan menemui tempat sembahyang, dan mereka pasti akan selamat.
Kami baru mengerti, ketika kami masih berada di tempat evakuasi dan pada saat itu sekitar jam 6, kami mendengar suara sembahyang yang di perbesar dengan pengeras suara. Suara sembayang itu ternyata menggema kemana-mana. Ketika kami dengarkan dengan baik, pusat suara seakan-akan berada di utara, padahal sumbernya ada di selatan. Mereka tewas karena mengikuti sumber suara yang salah.
Berbeda dengan yang kami lakukan ketika tersesat di hutan. Sore hari pimpinan rombangan kami si Poltak memilih pohon yang paling tinggi dan kami beristirahat di situ. Ketika hari mulai gelap Poltak mulai naik sampai puncak pohon, ketika dia turun, dia katakan “kita selamat”
“Darimana kau tahu?” kataku
“Aku melihat cahaya, *Dimana ada cahaya, disitu pasti ada manusia, dimana ada manusia pasti ada KEHIDUPAN* .” katanya.
“Titik koordinat telah aku kunci di kompas” sekian lintang utara, lintang selatan, bujur barat dan bujur timur.
Akhirnya kami berusaha menuju ke titik koordinat itu. Dari titik koordonat itu, mestinya kami harus menuju ke barat. Tetapi karena ada hambatan sungai, jurang dan lainnya, membuat kami sementara harus memutar ke utara. Dan pada titik tertentu, setalah medan memungkinkan, kami kembali berusaha menuju ke barat lagi. Akhirnya kami menemui sebuah rumah yang dihuni satu keluarga. Kami bisa beristirahat, makan dan minum. Kesesokan harinya mereka memimpin kami ke posko terdekat.
PESAN
Dimana ada terang..., Disitu ada kehidupan.Tuhan Yesus berkata “Akulah TERANG dunia”. Dalam hal ini, Tuhan Yesus sebenarnya menawarkan kepada kita, TERANG itu. Pernyataan ini berarti juga menawarkan KEHIDUPAN. Hanya saja tidak semua manusia menyukai terang yang Tuhan, tawarkan. Banyak manusia lebih menyukai kegelapan.
Dan inilah hukuman itu: “Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.” (Yoh 3:19)
Dari Tujuh kalimat “Akulah...” dalam Injil Yohanes, tidak sekali pun, Tuhan mengatakan “Akulah suara...”
Melainkan :
"Akulah pintu..." (Yohanes 10:7, 9)
“Akulah gembala yang baik…..” , (Yohanes 10: 11, 14)
“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup….. “, (Yohanes 14:6)
"Akulah pokok pohon anggur….”, (Yohanes 15: 1, 5)
“Akulah Roti hidup….” , (Yohanes 6: 35, 48, 51)
“Akulah terang dunia…..” (Yohanes 8:12; 9:5)
"Akulah Kebangkitan dan hidup..." (Yohanes 11:25)
Karena suara-suara dapat menyesatkan….. , bahkan Tuhan meminta kita waspada terhadap suara-suara yang mengatakan “mesias disini, mesias disitu….” Karena jika tidak memancarkan terang yang Allahi, maka mereka hanyalah mesias-mesias dan nabi-nabi palsu.
Markus 13
(21) Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
(22) Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.
Suara dapat menyesatkan, tetapi TERANG akan menyelamatkan, akan membawa kita pada kehidupan. Dan selama Tuhan Yesus ada di dunia , maka Dia lah sang Terang itu.
“*Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia*." Yohanes 9:5
Dan Tuhan tahu bahwa tugasnya di dunia ini tidak lama, oleh karena itu Tuhan harus “mendelegasikan terangNya”, agar orang-orang yang tersesat dapat segera ditemukan. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” (Matius 5:14).
Saudaraku apakah kita sedang tersesat? Jika ingin selamat, carilah TERANG itu, carilah Tuhan Yesus, maka engkau akan hidup. Saat ini Tuhan telah mendelegasikan tugas dan wewenang-Nya kepada para Rasul-Nya. "Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia." (Yohanes 17:18) "...Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." (Yohanes 20:21).
Pandanglah Tuhan Yesus di dalam para rasulnya. Karena Tuhan berfirman kepada para rasulNya. Tuhan telah mendelegasikan terang pada para RasulNya. Amin….
Maranatha…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar