Senin, 13 Januari 2020

Waktu yang terbatas

Bagian Alkitab

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam." (Pengkhotbah 31-2)

Renungan

Setiap kejadian peristiwa di muka bumi selalu ada masanya. Demikian juga dengan kehidupan manusia di muka bumi ini, ada masanya. Lebih jauh lagi, kehidupan manusia juga dibatasi oleh dimensi waktu.

Sampai saat ini, sehebat dan sepintar apa pun, seseorang belum ada dan takkan mampu menahan lajunya sang waktu yang terus berjalan tanpa kompromi, sampai pada akhirnya, manusia dihadapkan pada perhentian.  Oleh sebab itu jangan pernah sekalipun kita menyia-nyiakan waktu dan jangan biarkan waktu berlalu dengan sia-sia, tanpa makna.

Musa berdoa, "Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (Mazmur 90:12). Semakin kita menyadari betapa pentingnya waktu, maka kita akan semakin bijak dalam menjalani kehidupan ini. Kesadaran seseorang akan pentingnya waktu, akan semakin memengaruhi tingkat produktivitas dan kesungguhan dalam menggunakan waktu.

Dari pemahaman dan pengertian akan penting dan terbatasnya waktu, muncullah kalimat bijak: "Bekerjalah segiat mungkin, seolah-olah engkau akan hidup seribu tahun lagi, dan beribadahlah dengan sungguh-sungguh seolah-olah, esok engkau akan mati." Karena waktu itu sangat terbatas, kita harus bisa menggunakannya secara seimbang, antara bekerja dan beribadah.

Begitu jatah waktu dari Tuhan sudah habis, berakhir pula waktu kita untuk berjerih lelah di dunia ini.  Bukan berarti semuanya sudah tamat, justru saat itulah babak baru dimulai, kita harus memberikan pertanggungan jawab kepada Tuhan segala perbuatan kita selama di dunia._

Mumpung segala sesuatunya belum terlambat, maka selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup, buatlah pilihan hidup yang benar dan isilah hidupmu dengan perbuatan-perbuatan atau pekerjaan-pekerjaan baik, sesuai !”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...