Jumat, 07 Februari 2020

Menantikan Tuhan, tidak akan malu

Bagian Alkitab

Maka engkau akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, dan bahwa orang-orang yang menanti-nantikan Aku tidak akan mendapat malu. (Yesaya 49:23b)

Renungan

Banyak orang Kristen yang meyakini akan kebenaran ini, bahwa ketika kita berharap dan menanti-nantikan Tuhan, maka Dia tidak akan pernah mengecewakan. Ada berkat yang luar biasa disediakan Tuhan bagi orang-orang yang setia menanti-nantikan Dia. Sayang, kita sering kali tidak sabar dalam menantikan Tuhan.

Ketika permohonan kita akan pertolonganNya tidak segerà datang, seringkali dengan mudahnya kita menyerah dan berpaling ke illah yang lain. Kita seringkali menginginkan semuanya instan, serba cepat. Padahal Allah telah menyatakan, "Sebab rancangan-Ku, bukanlah rancanganmu, dan jalan-Ku bukanlah jalanmu, demikian firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu." (Yesya 55:8-9)

Hal ini berbeda dengan Daud yang sangat percaya kepada Allah, ketika ia datang menjumpai Allah dan menaruhkan pengharapannya kepada-Nya. Daud menyatakan, "Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku." (Mazmur 25:1-2). Pengandalan Daud akan pertolongan tidaklah sia-saia dan ia tidak mendapatkan malu. Ini terbukti, bagaimana Allah campur tangan dalam setiap pergumulan yang ia alami. Mengapa Daud bisa mengalami akan hal ini. Karena Daud percaya bahwa janji Tuhan adalah "Ya" dan "Amin". Daud juga tahu Tuhan adalah Allah yang setia.

Ketahuilah bahwa janji Tuhan 'ya' dan 'amin'.  Tidak ada janji yang tidak ditepati-Nya. Itu sangat berbeda sekali dengan manusia, yang dengan begitu mudah berjanji tetapi juga demikian mudahnya mengingkarinya

Mari belajar untuk menantikan Tuhan di segala keadaan.  Seperti mentari yang begitu setia memancarkan sinarnya dari ufuk timur, setiap pagi, yang menghadirkan kehangatan ke setiap helai dedaunan dan rerumputan, sama halnya Tuhan yang begitu setia menemui umatNya dalam kebesaran dan kelembutan kasih-Nya, kepada setiap anak-Nya yang setia menantikan Dia._

Menanti-nantikan Tuhan berarti juga berjalan dalam kebenaran dan iman.  Jika Tuhan belum menjawab doa-doa kita, jangan kecewa dan terpaku pada keadaan.  Sebagai orang percaya, "...sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat,"  (2 Korintus 5:7).

"Tuhan tahu keadaan kita karena Dia adalah Penjaga kita yang tidak pernah tertidur atau terlelap!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...