Bagian Alkitab
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. (Yohanes 15:4-6)Renungan
Saudara-saudari yang kekasih, tidak bisa kita pungkiri bahwa kita semua sebagai anak-anak Allah dan umat milik Allah, termasuk para hamba-hamba Allah yamg membantu dan bekerja di ladang Allah adalah manusia-manusia yang tidak sempurna dan masih saja belum mampu melepaskan diri dari dosa dan salah. Tetapi kita bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Sang Bapa kita, bahwa sebagai para pendosa, kita telah dipilih dan dipanggil untuk menjadi anak-anak-Nya, menjadi umat milik-Nya dan bahkan beberapa diantara kita, diperkenankan untuk ikut melayani-Nya dan bekerja di ladang Allah. Suatu tugas yang agung dan mulia diberikan kepada kita. Allah tahu akan segala kekurangan dan kelemahan kita. Tetapi Allah tidak berdiam diri. Ia melengkapi apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan kita. Oleh kerana itu, selalu dan selalu, mohonlah kepada Allah agar Ia berkenan melengkapi dan memberikan apa yang masih menjadi kekurangan dan kelemahan kita, baik sebagai anak-anak Allah maupun sebagai hamba-hamba Allah. Dan berdasarkan kasih-Nya yang sedemikian Agung dan Mulia, Ia akan dengan penuh sukacita untuk memberikan apa yang kita butuhkan.Kasih dan kemurahan Allah, tidak hanya berhenti sampai di situ. Allah ingin selalu dan selalu memberikan belas kasihannya kepada kita, ketika oleh karena kelemahan dan kekurahan kita, kita melakukan kesalahan dan jatuh ke dalam dosa. Belas kasihan Allah diberikan kepada kita dengan memberikan pengampunan dosa, meski setelah kita mendapatkan pengampunan dosa, kita juga masih jatuh lagi dan jatuh lagi ke dalam dosa dan kesalahan.
Seperti yang telah disampaikan di atas, sebagai manusia-manusia yang belum sempurna, tidak menutup kemungkinan suatu kesalahan atau dosa itu, dilakukan oleh hamba-hamba Allah atau saudara-saudari dalam sidang jemaat Tuhan, terhadap diri kita atau kita melihat kesalahan mereka.
Kalau toh hal itu terjadi, JANGAN PERNAH hal itu menjauhkan diri kita dari Allah dan persekutuan kita satu dengan yang lainnya dalam sidang jemaat Tuhan. Kalau kita menjauh, bukannya kita menjadi untung, justru kita semakin dirugikan, dan kerugian kita justru semakin berlipat-lipat ganda.
Yakinlah bahwa ketika kita menjauh dari Allah dan dari persekutuan dalam sidang jemaat Tuhan, orang-orang atau para hamba yang membuat dosa atau kesalahan kepada kita dan menjadikan kita sangat marah atau jengkel, tapi kemudian mereka segera sadar akan dosa dan kesalahannya, mereka jauh lebih “beruntung” daripada kita yang menjadi “korban”nya.
Mengapa bisa demikian?
Jawabannya sangat sederhana.
Tidak menutup kemungkinan, ketika mereka baru saja melakukan dosa atau kesalahan, mereka segera dan langsung tersadar bahwa ia telah melakukan kesalahan dan dosa, sehingga mereka segera mohon belas kasihan dari Allah untuk mendapatkan pengampunan atas dosa dan kesalahannya. Sedangkan kita, karena kita marah, jengkel dan tidak bisa mengampuni, sehingga untuk melihat wajah mereka saja kita enggan, apalagi berjumpa dengan mereka dalam mezbah Allah yang berarti kita tidak mendapatkan kemurahan dan belas kasihan Allah, maka kita akan tetap dalam dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan kita. Sedangkan para hamba-hamba Allah, pekerja-pekerja dalam kebun anggur Tuhan atau saudara-saudari kita yang sadar akan dosa dan kesalahannya dan telah memohonkan belas kasihan Allah dalam pengampunan dosa, mereka mendapatkan kemurahan, belas kasihan, pengampunan dosa dan kesucian di hadapan Allah.
Sebagai kesimpulan.
Se”jelek-jelek”nya, se”buruk-buruk”nya, se”jahat-jahat”nya dan se”bodoh-bodoh”nya para hamba Allah, pekerja-pekerja di kebun anggur Tuhan atau saudara-saudari kita DAN se”marah-marah”nya kita kepada mereka, JANGAN PERNAH meninggalkan atau menjauhkan diri kita dari persekutuan dengan Allah dan saudara-saudari kita dalam sidang jemaat Tuhan, karena pihak kita-lah yang justru paling dirugikan, bukan orang lain yang berbuat dosa atau kesalahan dihadapkan Allah atau kepada kita, yang telah menyadari akan dosa dan kesalahannya. Sebab meyika menjauh dari pada Allah kita akan mengalami kematian.
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. (Yohanes 15:4-6)
Semoga dapat menjadi renungan dan bermanfaat bagi kita semua, untuk tidak dengan mudahnya meninggalkan persekutuan dengan Allah dan saudara-saudari semua dalam sidang jemaat Tuhan, oleh karena kelemahan dan kesalahan para hamba Allah atau saudara-saudari kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar