Senin, 24 Februari 2020

Terapi Genetik

Awalnya, metode terapi genetik berfungsi untuk menyembuhkan penyakit dan oleh karenanya, sebenarnya menjadi suatu tanggung jawab khusus bagi para dokter, yang pada saat bersamaan juga harus berkomitmen untuk memberikan pengobatan yang terbaik bagi pasien mereka, serta memastikan adanya kepatuhan dengan standar etika.

Di sisi lain, metode ini ternyata juga memungkinkan untuk dilakukan manipulasi genetik dan bahkan  untuk "meng-optimalisasi" manusia yang akan "diproduksi" melalui metode manipulasi genetik, mulai pada tahap embrionik untuk menghasilkan "bayi-bayi yang sengaja dirancang" (desainer babies). Ini melanggar prinsip-prinsip perlindungan terhadap semua kehidupan sebelum kelahiran, seperti yang dipersyaratkan oleh etika Kristen dan dijamin oleh hukum.

Di bidang terapi genetik, ada tiga metode yang harus dibedakan:


  • Terapi genetik somatik (menggunakan pembawa (carriers) fisik dan virus sebagai vektor). Dipandang, berdasarkan pertimbangan moral dan etika, sebenarnya juga tidak dapat diprediksi. Meskipun demikian, terkait dengan harapan, ketakutan dan potensi penyalahgunaan, selalu timbul pertanyaan tentang penerimaan secara umum terhadap terapi genetik.
  • Manipulasi Germline. Metode ini ditolak, meski pada masa sekarang ini masih diperdebatkan, karena konsekuensi sosial dan biologis yang tidak terduga untuk generasi mendatang. Manipulasi Germline juga menimbulkan keraguan secara etis yang kemungkinan juga digunakan untuk menghasilkan apa yang disebut sebagai "bayi-bayi yang sengaja dirancang - designer babies" (eugenika positif).
  • Transfer nuklir.  Metode ini terkait erat dengan kloning (optimalisasi gen) dan karenanya harus ditolak, berdasarkan pertimbangan moral dan etika, sebagai intervensi dalam keutuhan fisik embrio manusia untuk keperluan reproduksi.


Dari perspektif Gereja Kerasulan Baru, secara prinsip tidak ada keberatan etis terhadap terapi genetik somatik, yang dapat dibenarkan secara medis. Namun manipulasi Germline harus ditolak karena alasan etis sesuai dengan kesepakatan atau persetujuan dengan gereja-gereja lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...