Senin, 24 Februari 2020

Tuhan penolong bagi yang sengsara dan miskin

Bagian Alkitab

"Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!" (Mazmur 40:18)

Renungan

Dari bagian Alkitab di atas, Pemazmur dapat menyadari dan mengenali bahwa dirinya sengsara dan miskin. Tetapi ia juga dapat mengakui dan percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya dan bahkan senatiasa memperhatikannya. Hal ini berkebalikan dengan kebanyakan diantara kita yang menganggap, "...Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa..." Padahal sebenarnya, "...engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang." (Wahyu 3:17)

Kondisi seperti yang dirasakan oleh Pemazmur, sebenarnya tidak hanya terjadi pada dirinya sendiri. Banyak jiwa yang sebenarnya berada dalam keadaan sengsara, melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang. Dan itu tidak hanya terjadi pada mereka yang masih hidup di dunia ini, tetapi juga banyak dari antara mereka yang sudah ada di alam baka. Sayang, banyak diantaranya yang justru tidak mengerti, tidak mengenali dan tidak menyadari kondisi mereka.

Apa yang menjadi penyebab manusia menjadi sengasara, melarat, malang, miskin, buta dan telanjang? Bukan karena Allah kurang memperhatikan dan merawat manusia, tetapi oleh karena dosa, sebagai ulah dari si jahat. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah," (Rom 3:23). Dosa telah menguasai dunia, itulah akar penderitaan umat manusia. Dosa juga menyebabkan manusia menjadi buta, sehingga mereka tidak mengenali dan menyadari keadaan dirinya.

Kita dipilih dan dipanggil oleh Allah tidak hanya untuk menjadi anak-anak-Nya, menjadi ahli waris kerajaan sorga, tetapi juga untuk mengasihi mereka, menghibur dan untuk menjadi penolong-penolong bagi mereka. Tidak hanya melalui kotbah, doa-doa perantara kita (doa syafaat) dapat menjadi sarana untuk menggerakkan hati Allah, untuk menolong mereka yang sengsara dan misikin, sebagaimana yang dialami dan dirasakan oleh Pemazmur, terlebih bagi mereka yang sengsara dan miskin karena dosa yang menjerat mereka, yang menjauhkan diri mereka dari persekutuan dengan Allah yang Maha kaya dan Maha baik.

Persekutuan dengan Allah dan Tuhan Yesus Kristus, Sang Penebus dan Sang Pengantara kita, akan mampu melepaskan kita dari jerat dosa yang menyengsarakan manusia, tetapi juga menjadikan kita kaya dalam Kristus dan beroleh hidup kekal. "Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya...". (Yes 53:4). Hal itu dilakukan "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yoh 3:16)

Bagaimana manusia dapat beroleh hidup yang kekal, yang berarti juga memperoleh keselamatan, kemuliaan dan kekayaan dalam Kristus, sebagai ahli waris kerajaan sorga? Pertama-tama adalah percaya kepada Yesus Kristus. Meskipun demikian, Keselamatan adalah semata-mata berasal dan oleh karena INISIATIF dari Allah. Artinya, keselamatan yang diberikan kepada manusia merupakan KARUNIA atau KEMURAHAN Allah saja. Manusia diselamatkan KASIH KARUNIA oleh IMAN di dalam Yesus Kristus, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."  (Ef 2:8-9). Yesus adalah JALAN satu-satunya, bukan salah satu, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.  (Yoh 14:6);  bukan dari orang lain atau pun dengan usaha sendiri; bukan pula oleh perbuatan baik atau ketaatannya terhadap hukum Tuhan,   "...manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat".  (Rom 3:10,28) Jadi syaratnya beroleh KESELAMATAN adalah IMAN pada Yesus Kristus. Menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya.

Itu semua dapat dialami jika manusia dapat mengenali dan menyadari bahwa mereka melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang." (Wahyu 3:17) dan manusia membutuhkan pertolongan dan kemurahan Allah. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya kerajaan sorga. (Matius 5:3)

Mari kita berdoa syafaat  untuk mereka para jiwa yang miskin dan menderita, baik bagi mereka yang masih hidup di muka bumi maupun bagi mereka yang sudah ada di alam baka, agar beroleh kemurahan dan kasih karunia  Allah. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...