Minggu, 08 Maret 2020

Tuhan Allah, Sang Penolong

Bagian Alkitab

TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. (Mazmur 145:18-19)

Pengajaran

Para ahli statistik memperkirakan bahwa lebih dari 160.000 orang meninggal dunia setiap harinya. Tetapi tidak seorang pun dapat memperkirakan jumlah orang-orang yang menderita di seluruh muka bumi. Tidak seorang pun dapat mengukur atau memperkirakan derajat penderitaan fisik dan mental yang ada di antara manusia.
Penderitaan dan kemalangan yang mereka alami, mendorong banyak orang di bumi ini untuk mengajukan pertanyaan: “Jadi, di manakah Allah?”

Dalam hal ini, bukanlah tugas kita untuk menjawab pertanyaan ini. Tidak seorang pun dapat memberi sebuah penjelasan yang masuk akal atas semua penderitaan yang menimpa umat manusia. Jawaban-jawaban yang sering diberikan tidaklah memuaskan. Tetapi kita dapat memiliki kepastian sebagaimana yang tertulis dibagian Alkktab di atas, "TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka." (Mazmur 145:18-19)

Allah membawa keselamatan

Tindakan-tindakan Allah seringkali berada diluar pengertian manusia. Allah sendiri, beserta dengan segala rencana, kehendak dan tindakan-Nya, hanya dapat dijangkau dengan iman.

Untuk meraih keselamatan, manusia sebenarnya tidaklah membutuhkan semua jawaban atas semua pertanyaan mereka. Yang dibutuhkan untuk mendapatkan keselamatan sebenarnya hanyalah Iman, kemenurutan, kerendahan hati, rasa takut akan Allah, keinginan dan kerinduan untuk memperoleh persekutuan dengan Allah. Umat Israel, untuk sampai ke negeri Perjanjian, mereka harus menyatakan Imannya, memiliki kemenurutan, menempatkan diri mereka dibawah kehendak Allah, memiliki rasa takut akan Allah, memiliki tekat, keinginan dan kerinduan untuk sampai ke tempat tujuan, meskipun mereka harus menempuh jalan memutar (Kel. 13:17-18). Semua itu atas kehendak Allah dan sesuai dengan rencana Allah, meskipun tidak semua mengerti.

Keinginan dan kehendak Allah sebenarnya adalah untuk memerdekakan semua manusia dari kekuasaan si jahat, Allah ingin membawa semua manusia pada suatu persekutuan dengan-Nya. Allah ingin menyelamatkan semua manusia dari kematian kekal. Dan untuk menolong mereka semua ini, Allah telah mengutus Putra-Nya. Jadi, keselamatan ditawarkan dan berlaku untuk semua orang, termasuk mereka, para jiwa yang sudah ada di alam baka.

Bagaimana kita bisa membantu sesama untuk memperoleh keselamatan?
  • menyampaiakan dan menyadarkan mereka akan adanya tawaran keselamatan dari Allah
  • menunjukkan jalan untuk menuju kesana.
  • memanjatkan doa-doa perantara bagi mereka, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal
Apa yang kita mohonkan kepada Allah?
  1. agar Allah berkenan memberikan belas kasihan kepada mereka
  2. agar mereka bisa mengenali keadaan diri mereka sendiri, sebagai yang berdosa
  3. agar mereka memiliki keinginan untuk memperoleh keselamatan yang ditawarkan
  4. agar mereka bisa mengakui dan menerima otoritas kelompok rasul yang diberi wewenang untuk menyalurkan sakramen-sakramen yang dibutuhkan.
Bagaimana dengan kita sendiri? Tugas kita adalah
  • memiliki dan mengakui Iman kepada Yesus Kristus
  • memiliki dan menumbuhkan keyakinan bahwa memiliki persekutuan dengan Yesus, merupakan harta yang sangat besar melampaui penderitaan yang paling mengerikan dan ketidak adilan yang terbesar.
  • Kedua hal di atas hendaknya mendorong kita untuk memiliki KESETIAAN kepada Kristus dan menumbuhkan kerinduan kita untuk memiliki persekutuan dengan Yesus.
Persekutuan dengan Allah adalah satu-satunya sarana untuk memerdekakan manusia dari penderitaan dan kesengsaraan. "Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan berkuasa lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." (Wahyu 21:4)

Jadi untuk memperoleh keselamatan, baik yang hidup maupun yang sudah meninggal harus :
  1. Memiliki iman dan percaya kepada Yesus, mulai dari sejak kelahiran-Nya, penjelmaan-Nya sampai kedatangan-Nya kembali
  2. Menuruti dan menselaraskan diri dengan kehendak-Nya, karena Firman-Nya adalah Kebenaran yang memerdekakan manusia dari kebohongan Iblis.
  3. Melakukan pertobatan, mohon pengampunan dan berusaha mengampuni orang lain.
  4. Menerima Baptisan Suci, yang memerdekakan dari dosa-dosa asal
  5. Menerima kerunia Roh Kudus untuk menjadi ciptaan yang baru dalam Kristus
  6. Menerima Perjamuan Kudus sebagai sumber tenaga yang besar untuk menguatkan iman kita dan mempersiapkan diri bagi kedatangan-Nya kembali.

Amin
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...