Rabu, 04 Maret 2020

Beberapa Kekayaan Rohani

Bagian Alkitab

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. (Lukas 6:45)

Pengajaran

Allah telah menanamkan kehidupan yang baru di dalam diri kita melalui kelahiran baru dengan air dan Roh. Jika kita merawat, memelihara dan memperkenankan kehidupan ini tumbuh di dalam diri kita, maka kita akan menjadi kaya dan makin kaya di dalam Kristus. Kekayaan ini, yang merupakan kekayaan rohani, hendaknya dapat tercermin dalam kata, perbuatan dan sikap kita. 

Beberapa kekayaan rohani yang telah Allah karuniakan kepada kita, antara lain:

1. Pengenalan akan Kristus

Melalui kesaksian dan karunia Roh Kudus yang telah ditanamkan kepada kita, kita percaya bahwa 
  • Yesus Kristus adalah Putra Allah, 
  • Ia telah mengalahkan neraka dan maut,
  • Ia telah bangkit, dan akan datang kembali untuk membawa para milik-Nya ke tempat-Nya. 
Pengenalan akan Yesus Kristus ini, sebagai kekayaan rohani yang telah dikaruniakan Allah kepada kita, hendaknya dapat mendorong, menumbuhkan, membangkitkan dan meluap dalam bentuk puji-pujian dan pengandalan kita kepada Allah, meskipun kita berada di tengah-tengah penderitaan dan kesulitan yang terbesar. 

Mari kita ambil Paulus dan Silas sebagai contoh. Meskipun dipenjara, dipasung, dirantai dan didera sedemikian hebatnya, mereka masih mampu memuji dan memuliakan nama Allah,.(Kis. 16:22-34).

2. Penghormatan di hadapan Allah

Sesuai dengan contoh dari orang Samaria yang disembuhkan oleh Yesus dari penyakit kustanya (Luk. 17:15-16), kita hendaknya dapat mengenali dan mengakui pertolongan Allah, dengan memuliakan nama-Nya dan mengucap syukur kepada-Nya. 

Penghormatan pada Allah hendaknya kita nyatakan dengan menuruti dan menganggap serius firman-Nya. Daripada berpikir bahwa firman-Nya ditujukan kepada orang lain, akanlebih baik kalau kita bertanya seperti yang dilakukan murid-murid Tuhan, “Apakah itu aku ya, Tuhan?” (Matius 26:22 – “Lord, is it I?” Alkitab New King James Version).

3. Menjadi ahli waris bersama dengan Kristus

Pada kitab Roma 8:17 dinyatakan: “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia”.

Paulus menyampaikan bahwa orang-orang Kristen, pertama-tama harus menderita terlebih dahulu, sebelum kemuliaan dapat dikaruniakan kepada mereka. Mengikut, juga mengharuskan kita untuk menjalani jalan yang ditunjukkan Kristus dan menerima penderitaan. "... Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. (Matius 16:24). Kemudian kita akan menerima warisan yang telah Ia janjikan, yakni kebangkitan tubuh dan persekutuan dengan Allah. Marilah kita berusaha untuk ini.

4. Janji kedatangan Yesus kembali.

Dalam pengharapan akan kedatangan Kristus yang telah dekat, marilah kita saling menyemangati: “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya” (Ibr. 10:37). 

Meskipun kita tidak secara terus-menerus mengungkapkan kerinduan kita akan hal ini, tetapi dalam setiap rencana-rencana kita untuk masa depan kita, hendaknya senantiasa memperhitungkan, dan mengingat kedatangan Tuhan kembali.

5. Kasih kepada sesama kita

Allah telah mencurahkan kasih-Nya ke dalam hati kita (Rm. 5:5). Kasih ini memungkinkan kita untuk memahami orang-orang yang berbuat jahat kepada kita sebagai para tawanan si jahat, dan bukan sebagai musuh-musuh kita. "Kamu telah mendengar firman: mata ganti mata, gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." (Matius 5: 38, 44).  Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi mohonlah kepada Allah untuk memerdekakan mereka dari kuasa si jahat. (1 Kor. 4:11-13).

6. Menjadi milik Yesus Kristus

Di halaman kediaman imam besar, seorang hamba perempuan mengenali Petrus sebagai salah seorang murid Yesus karena ia berbicara dengan bahasa yang sama dengan Yesus. (Mat. 26:73). Demikianlah, kita hendaknya juga dapat dikenali sebagai murid-murid Tuhan Yesus, pengikut Yesus, milik Yesus, anak-anak Allah dan ahli waris kerajaan-Nya dari kata, perbuatan dan sikap kita.

Beberapa kekayaan rohani lain yang hendaknya juga dapat meluap dari perbendaharaan hati kita yang baik, antara lain  kesabaran, kerendahan hati, kemenurutan, kepekaan dan kepedulian terhadap sesama dan lain-lain

Biarlah kekayaan-kekayaan rohani yang telah diberikan kepada kita, tidak hanya menjadi milik kita saja, tetapi hendaknya dapat meluap dari hati kita sebagai perbendaharaan yang baik, untuk kita bagikan kepada sesama kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...