Bacaan Alkitab
"... Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?" (Mazmur 42:1-2)
Pendahuluan
Rasa haus pada dasarnya adalah sebuah sinyal atau alarm, dimana tubuh memberi tahu kita bahwa tubuh kita memerlukan air. Pemazmur menggunakan gambaran ini untuk menunjukkan keinginannya yang besar dan tulus untuk menjumpai Allah di Bait Allah.
Marilah kita juga memiliki keinginan atau kerinduan yang besar untuk menjumpai Allah di Mezbah-Nya, sebagaimana rasa haus pada diri kita, yang sangat membutuhkan air untuk memuaskannya.
Melalui pengajaran oleh Roh Kudus, kita mengetahui bahwa manusia telah diciptakan untuk hidup dalam persekutuan dengan Allah dan bahwa Ia hanya dapat bahagia dengan sempurna, kalau manusia dapat selalu bersama-Nya. Oleh karena itu, kita berjuang untuk dapat masuk ke dalam persekutuan dengan Allah di dalam kerajaan- Nya.
Persekutuan dengan Allah di dalam kebaktian
Seperti pemazmur, kita juga memiliki kebutuhan untuk pergi ke Bait Allah, dan untuk menjumpai Allah di sana. Melalui partisipasi dalam kebaktian, kita mengalami kehadiran Yesus di antara para milik-Nya. Yesus Kristus hadir di antara orang-orang yang berkumpul di dalam nama-Nya untuk berdoa (Mat. 18:19,20).
Dalam kebaktian ,kita mendengarkan firman Allah. Sebagai pendengar, kita harus menunjukkan kerendahan hati, saat mendengarkan dengan sungguh-sungguh, firman yang diberitakan kepada kita. Khotbah yang diinspirasi oleh Roh Kudus menguatkan iman pendengar dan memelihara pengharapannya. Saat menerapkannya ke dalam perbuatan, orang-orang percaya memiliki kepastian akan berkat Allah. Kita juga diperkenankan untuk mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus dan memperingati kurban Kristus, sambil mengalami persekutuan dengan-Nya dan dengan satu sama lain. Kita terutama menerima tubuh dan darah Yesus di dalam hosti yang telah disucikan. Dengan demikian, Tuhan memperkenankan kita mengambil bagian dalam sifat-Nya dan memungkinkan kita untuk berada dalam persekutuan hidup dengan-Nya. Persekutuan dengan Allah dalam hidup sehari-hari.
Rasa haus akan Allah, akan mendorong kita untuk mencari-Nya, juga dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kita mengalami saat-saat yang berat, mungkin kepada kita juga ditanyakan: “Di manakah Allahmu sekarang?” Roh Kudus menolong kita untuk menjawab pertanyaan itu, di mana Ia mengingatkan kita pada rencana kelepasan ilahi.
Allah sedang sungguh-sungguh bekerja untuk memimpin kita masuk ke dalam persekutuan yang kekal dengan-Nya dan agar semua manusia memiliki kesempatan untuk meraihnya.
Persekutuan dengan Allah dalam pelayanan
Pertanyaan “Di manakah Allahmu?” juga diajukan ketika usaha-usaha kita di gereja kelihatannya sia-sia. Dalam hal ini, Roh Kudus juga menolong kita untuk mengenali aktivitas Allah. Allah ingin sekali melakukan sesuatu pada kita, dan sekaligus Ia ingin melakukan sesuatu dengan perantaraan kita. Jika kita dapat menyelaraskan diri dengan pikiran dan sifat Kristus, kita juga akan dapat bertindak sesuai teladan-Nya. Marilah kita mengenali pekerjaan yang Allah lakukan pada kita, ketika kita bekerja bagi-Nya!
Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar