Minggu, 07 Juli 2019

Apokalips

Apokalips, secara harfiah berarti menyingkapkan, misalnya menyingkapkan kain penutup, cadar atau tirai. Kata Apokalips ini, berasal dari bahasa Yunani Αποκαλυψις yang transliterasinya ditulis Apokalypsis, kemudian diartikan sebagai penyingkapan akan hal-hal yang tersembunyi bagi umat manusia pada umumnya, kepada orang--orang tertentu yang terpilih, seperti kepada seorang nabi
Penyingkapan akan hal-hal yang tersembunyi ini, seringkali dibawa oleh para malaikat, maupun Allah sendiri yang dinyatakan baik melalui mimpi maupun penglihatan.

Istilah ini kemudian dipakai sebagai istilah pada bagian akhir dari kitab Perjanjian Baru, yang dalam bahasa Yunani disebut Αποκαλυψις Ιωαννου  (Penyingkapan kepada Yohanes) atau kitab Wahyu. Itulah sebabnya pada beberapa kitab suci tertentu, kitab Wahyu dinamakan kitab Penyingkapan.

Karena Apokalips atau penyingkapan ini pada dasarnya merujuk pada apa yang disampaikan Allah kepada orang tertentu, seperti kepada para nabi dan Yohanes, maka istilah ini sebenarnya tidak merujuk kepada kitab Wahyu saja, yang menyampaikan tentang akhir zaman atau keadaan bumi pada masa mendatang. Tetapi dalam banyak bagian di Alkitab, penyingkapan itu dinyatakan kepada orang-orang tertentu lainnya, antara lain
  • Nubuat-nubuat yang diberikan Allah kepada para nabi.
  • Rahasia Allah juga banyak diungkapkan pada masa ini melalui pekerjaan Roh Kudus yang diberikan melalui para Rasul Tuhan dan hamba-hamba-Nya
  • Penyingkapan akan pribadi Allah juga dinyatakan melalui ciptaan dan karya keselamatan-Nya
  • Penyingkapan akan diri Tuhan Yesus, sebagai Allah yang sejati dan manusia sejati. 
Selain kitab Wahyu, kitab Daniel juga mengungkapkan, bahwa Daniel yang disebut Beltsazar, setelah berpuasa selama 3 minggu penuh, ketika ia berada di tepi sungai Tigris, bertemu dengan seseorang yang berpakaian lenan dan berikat pinggang emas dari ufas. Saat itulah orang tersebut menceritakan apa yang akan terjadi pada masa-masa mendatang. Tidak ada satupun orang--orang yang menyertai Daniel melihatnya, tetapi justru mengalami ketakutan yang besar, sehingga mereka semua lari bersembunyi. (Daniel 10-12). Kitab Daniel 7, juga mengungkapkan bagaimana Daniel mendapatkan penglihatan saat ia sedang tertidur.

Dalam kitab Efesus 3:1-6, kita dapat membaca bahwa rahasia Allah juga diungkapkan kepada Rasul Paulus, "Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan oleh karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah - memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasia dinyatakan kepadaku dengan wahyu,seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan angota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus."

Penyingkapan ini merupakan upaya Allah agar manusia lebih mengenal akan Allah Tritunggal, rencana  pekerjaan keselamatan-Nya dalam diri Tuhan Yesus dan sebagai perwujudan akan kasih Allah kepada manusia serta keinginan-Nya untuk dekat kepada manusia.

Nubuat dan penyingkapan ini kemudian ditulis menjadi suatu karya tulis yang dikenal sebagai sastra apokaliptik. Tulisan pada Sastra Apokaliptik ini kemudian berkembang menjadi suatu keyakinan yang tumbuh pada masyarakat tertentu seperti peristiwa kebangkitan otang-orang mati, hari penghakiman maupun tentang surga dan neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...