Senin, 15 Juli 2019

Pengurus Rumah yang setia

BACAAN ALKITAB
“Jawab Tuhan: ‘Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.’ Aku berkata kepadamu: ”Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala milik-Nya." (Lukas 12:42-43) 

PENGAJARAN

Yesus menggunakan gambaran pengurus rumah, untuk menjelaskan kepada para Rasul apa yang Ia harapkan dari mereka. Yang dimaksud pengurus di sini adalah hamba yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk mengurus harta benda tuannya  Gambaran ini diulangi di dalam surat Paulus ke sidang Korintus, Rasul Paulus menuliskan, "Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah." (1 Kor 4:1). Selanjutnya di 1 Petrus 4:10, Rasul Petrus juga menuliskan, "Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Pesan Rasul Paulus dan Rasul Petrus ini dimaksudkan untuk membangkitkan motivasi dan semangat para pekerja yang diberi tanggung jawab untuk mengelola Gereja Tentunya pesan ini juga berlaku dan dapat diterapkan sebagai pedoman bagi para hamba Allah dan para pekerja di kebun anggur Tuhan.

Meskipun menempati sebuah kedudukan yang istimewa di rumah, bagaimanapun seorang pengurus rumah adalah dan tetaplah seorang hamba, bahkan mungkin adalah seorang budak, yang harus bekerja sesuai dengan apa yang menjadi kehendak tuannya. Demikian juga dengan hamba-hamba Allah, mereka harus benar-benar menyadari bahwa mereka bukanlah tuan dari anak-anak Allah, yang dipercayakan kepada mereka, tetapi mereka tetaplah seorang hamba. Dan sebagai seorang hamba, maka mereka harus tetap tunduk dan bergantung pada Tuhan Yesus, sebagai Sang Tuan, dan harus bekerja sesuai dengan kehendak-Nya.

Salah satu tugas pengurus rumah adalah untuk menyediakan makanan bagi seisi rumah, pada waktu yang sudah ditentukan, "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? (Mat. 24:4 ). Makanan yang dimaksud di sini adalah firman Allah. Kita, para hamba Allah, dipanggil untuk menyalurkan firman kebenaran, makanan rohani, bagi anak-anak Allah. "Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." (2 Tim. 2:15 ).

Berikut adalah beberapa ciri seorang pengurus rumah atau hamba yang bijaksana, cerdas dan setia, termasuk kita semua yang menjadi hamba Allah
  • Dapat diandalkan – ia akan tetap secara konsisten melaksanakan tugasnya, baik di saat yang enak dan maupun saat yang berat, apakah dipuji atau dikritik, diberi ucapan terima kasih atau diabaikan.
  • Tanpa pilih kasih - mereka akan merawat semua yang telah dipilih  untuk menjadi bagian di dalam rumahnya, dan dijadikan anak-anak-Nya, oleh Sang Tuan. Mereka tidak memiliki hak untuk memilih, menerima atau menolak, siapa yang harus mereka rawat atau urus. "Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40)
  • Menyediakan bagi seisi rumah, apa yang seharusnya dapat diharapkan dari seorang hamba dengan apa yang mereka berhak untuk harapkan dari seorang pengurus rumah – khotbah kita harus sesuai dengan Alkitab, tetapi juga dengan Pengakuan Iman dan ajaran Kerasulan Baru. 
  • Sadar bahwa mereka bertanggung jawab kepada tuannya, yaitu Tuhan Yesus sendiri
  • Mengetahui dan paham bahwa kebutuhan setiap orang tidaklah sama, dan sang hamba akan menyediakannya bagi mereka. Marilah kita kenali kebutuhan orang-orang percaya dan marilah kita menyediakan dan menyiapkan akan kebutuhan mereka. 
  • Mengetahui bagaimana karakter dan kebiasaan mereka yang ada dalam tanggung jawabnya, serta bijak dalam membaca situasi Kita tidak berbicara dengan kaum muda dengan cara yang sama seperti kita bicara dengan para senior. Menceramahi seseorang yang baru terjatuh dalam pencobaan adalah sesuatu tindakan yang sia-sia, bahkan dapat mematikan. Alangkah akan menjadi lebih baik, jika kita mampu mendorongnya untuk melakukan pertobatan, dan adalah lebih baik kalau kita justru dapat berbicara dengannya tentang betapa Allah mengasihi dirinya.
  • Tidak mencemari makanan dengan tubuh dan tangan kita yang kotor atau menyajikannya di atas piring yang kotor. Makanan rohani, firman Allah, yang kita siapkan, sajikan dan berikan, hendaklah dijaga "kebersihan" (kesuciannya), jangan sampai tercemar oleh sikap, perilaku dan perkataan kita yang tidak sesuai atau tidak pantas.
  • Mampu dan mengetahui bagaimana cara menyajikan makanan yang bisa menggugah selera. Firman Allah yang kita berikan, hendaknya diramu, dimasak dan disajikan sesuai dengan "resep" yang diajarkan Tuhan Yesus, sesuai dengan Injil Kristus dan dilengkapi oleh, setidak-tidaknya pengetahuan teologis yang memadai.

Marilah kita berusaha untuk memenuhi tugas, kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai hamba-hamba Allah secara bijak dan dengan menunjukkan kesetiaan kita kepada Sang Tuan, yang adalah Sang Tuan, yang mengutus kita.

Tugas, kewajiban dan tanggung jawab kita sebagai pengurus rumah, atau hamba Allah antara lain
  • memberitakan Injil, di dalam nama Allah Tritunggal, yang berarti juga memberitakan berita kesukaan untuk memberikan dan menyediakan penghiburan bagi orang-orang percaya. Ini akan sangat berbeda ketika sebagai hamba Allah, mereka diminta untuk memberikan nasihat, saran atau pendapat pribadi. Tidak serta merta, apa yang disampaikan, pasti akan dipenuhi atau pasti terjadi. Tuhan Yesus sendiri, ketika bermohon kepada Sang Bapa, juga melandaskan diri pada kehendak Sang Bapa. "... tetapi jangan seperti Ku-kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39). Seorang hamba Allah hanya bisa bermohon kepada Sang Tuan, tetapi keputusan tetap pada Sang Tuan. Misalnya, ketika seorang hamba Allah diminta suatu pendapat tentang seseorang yang sakit parah, tidak bisa serta merta ia dapat mengatakan, "ia pasti sembuh". Karena belum tentu orang tersebut akan sembuh. Tapi apakah tidak mungkin, orang tersebut bisa sembuh?. Jawabannya bisa saja jika Alah mengehendaki. Jadi dalam hal ini otoritas ada di tangan Allah. Tugas kita sebagai seorang pengurus rumah, bukan untuk memperkirakan masa depan seseorang, tetapi lebih pada,  bagaimana seseorang dapat merasakan kasih Allah dan pengandalan kepada Allah.  
  • Ketika seseorang ditugaskan untuk mengelola dan memimpin pengurus rumah atau sebagai pimpinan suatu gereja atau sidang jemaat, keputusan-keputusan yang diambil, tidak bisa disejajarkan dengan suatu firman Allah, sehingga tidaklah pada tempatnya kalau seorang hamba Allah menggunakan nasihat, saran atau pendapat pribadinya untuk menakut-nakuti anak-anak Allah. " Kalau anda tidak melakukan seperti yabg saya katakan, anda akan berdosa , anda akan celaka." Hal ini tidaklah benar. Seorang peminpin dan pengurus rumah Allah, hendaknya senantiasa menggunakan karunia-karunia atau bakat-bakat yang dimilikinya, sesuai dengan pengajaran Yesus, yaitu digunakan dengan kerendahan hati dan kasih, tanpa ada maksud untuk tujuan-tujuan pribadi
Semoga, siapa pun yang diserahi tugas dan tanggung jawab untuk menjadi pengurus rumah Allah (hamba-hamba Allah), dapat senantiasa menyadari bahwa mereka adalah dan tetaplah seorang hamba Tuhan yang mendapat tugas dan tangung jawab untuk melayani Tuhan dan sesama. Biarlah semua itu dapat dilakukan dengan konsisten, penuh kesetiaan, cerdas dan bijaksana, serta senantiasa menyelaraskan diri pada kehendak-Nya. Karena pada kedatangan Sang Tuan nanti, Ia akan menjadikan hamba yang setia ini, penguasa atas segala milik-Nya (ayat 44) dan mereka akan berbagi di dalam kemenangan Kristus atas kejahatan, di dalam pemerintahan-Nya dan kemuliaan-Nya.

Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...