BACAAN ALKITAB
"Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih." (Galatia 5:13.)Renungan
Ada sebuah kisah tentang kasih dan melayani, yang indah. Sayangnya tidak terjadi di gereja, tetapi di sebuah dept. store di Beverly Hills Amerika Serikat.Seorang Motivator sedang mencari dasi di sebuah toko yang mahal dan dia melihat seorang pengemis wanita yang dikenal dengan sebutan "Bag Lady" (karena segala harta bendanya hanya termuat dalam sebuah tas yang ia jinjing kemana-mana sambil mengemis) memasuki sebuah dept. store yang mewah sekali. Pengemis ini tanpa ragu-ragu memasuki toko ini. Bajunya kotor dan penuh lubang-lubang. Badannya mungkin sudah tidak mandi berminggu-minggu. Bau badan menyengat hidung.
Pengemis ini dapat terus masuk ke bagian-bagian dalam toko itu. Tak ada petugas keamanan yang mencegat dan mengusirnya. Aneh ya?! Padahal, para pelanggan lain berlalu lalang di situ dengan setelan jas atau gaun yang mewah dan mahal.
Rupanya pengemis itu mencari sesuatu dibagian 'Gaun Wanita;. Ia mendatangi counter paling eksklusif yang memajang gaun-gaun mahal bermerek dengan harga di atas puluhan juta. Baju-baju yang mahal dan mewah! Apa yang dikerjakan pengemis ini?
Sang pelayan bertanya, "Apa yang dapat saya bantu bagi anda?"
"Saya ingin mencoba gaun merah muda itu?"
Kalau anda ada di posisi sang pelayan itu, bagaimana respon anda?
Wah, kalau pengemis ini mencobanya tentu gaun-gaun mahal itu akan jadi kotor dan bau, dan pelanggan lain yang melihat mungkin akan jijik membeli baju-baju ini setelah dia pakai. Apalagi bau badan orang ini begitu menyengat, tentu akan merusak gaun-gaun itu. Tetapi mari kita dengarkan apa jawaban sang pelayan toko mewah itu.
"Berapa ukuran yang anda perlukan?"
"Tidak tahu!"
"Baiklah, mari saya ukur dulu."
Pelayan itu mengambil pita meteran, mendekati pengemis itu, mengukur bahu, pinggang, dan panjang badannya. Bau menusuk hidung terhirup ketika ia berdekatan dengan pengemis ini. Ia cuek saja. Ia layani pengemis ini seperti satu-satunya pelanggan terhormat yang mengunjungi counternya
"OK, saya sudah dapatkan nomor yang pas untuk nyonya! Cobalah yang ini!"
Ia memberikan gaun itu untuk dicoba di kamar pas.
"Ah, yang ini kurang cocok untuk saya. Apakah saya boleh mencoba yang lain?"
"Oh, tentu!"
Kurang lebih dua jam pelayan ini menghabiskan waktunya untuk melayani sang "bag lady". Apakah pengemis ini akhirnya membeli salah satu gaun yang dicobanya? Tentu saja tidak! Gaun seharga puluhan juta rupiah itu jauh dari jangkauan kemampuan keuangannya.
Pengemis itu kemudian berlalu begitu saja, tetapi dengan kepala tegak karena ia telah diperlakukan sebagai layaknya seorang manusia. Biasanya ia dipandang sebelah mata. Hari itu ada seorang pelayan toko yang melayaninya, yang menganggapnya seperti orang penting, yang mau mendengarkan permintaannya.
Tetapi mengapa pelayan toko itu repot-repot melayaninya? Bukankah kedatangan pengemis itu membuang-buang waktu dan perlu biaya bagi toko itu? Toko itu harus mengirim gaun-gaun yang sudah dicoba itu ke Laundry, dicuci bersih agar kembali tampak indah dan tidak bau. Pertanyaan ini juga mengganggu sang hamba Tuhan yang memperhatikan apa yang terjadi di counter itu.
Kemudian motivator ini bertanya kepada pelayan toko itu setelah ia selesai melayani tamu "istimewa"-nya.
"Mengapa anda membiarkan pengemis itu mencoba gaun-gaun indah ini?"
"Oh, saya adalah pelayan toko dan memang tugas saya adalah melayani dan berbuat baik!"
"Tetapi, anda 'kan tahu bahwa pengemis itu tidak mungkin sanggup membeli gaun-gaun mahal ini?"
"Maaf, soal itu bukan urusan saya. *Saya tidak dalam posisi untuk menilai atau menghakimi para pelanggan saya*. Tugas saya adalah untuk melayani dan berbuat baik."
Motivator ini tersentak kaget.
Di jaman yang penuh keduniawian ini ternyata masih ada orang-orang yang tugasnya adalah melayani dan berbuat baik, tanpa perlu menghakimi orang lain. sang motivator ini akhirnya memutuskan untuk membawakan materi hari berikutnya dengan thema "Service Excellent Menurut Toko Serba Ada".
Materi ini menyentuh banyak orang yang kebetulan adalah para Sales Manager , dan sepulang dari training mereka pada mencoba dan merasakan sendiri pelayanan yang diberikan oleh pelayan toko tadi. dan kemudian diberitakan di halaman-halaman surat kabar di kota itu. Berita itu menggugah banyak orang sehingga mereka juga ingin dilayani di toko yang eksklusif ini. Pengemis wanita itu tidak membeli apa-apa, tidak memberi keuntungan apa-apa, tetapi akibat perlakuan istimewa toko itu kepadanya, hasil penjualan toko itu meningkat drastis, sehingga pada bulan itu keuntungan naik 48 %!
Jauhkan sifat menghakimi ketika kita melayani saudara-saudari kita…. Dia sangat jahat, dia tidak berguna di gereja, dia selalu curang… dia orang yang berdosa……
tetapi ketika sedang melayani berarti kita sedang membantu menyiapkan apa-apa yang diperlukan tanpa melihat latar belakang atau perbuatan seseorang. Berikan pelayanan yang terbaik (service excellent). Dan orang yang kita layani mungkin tidak bisa memberikan "keuntungan" kepada kita, tetapi secara rohani kita akan bertumbuh dan berbuah berlipat lipat, suatu keuntungan yang akan di petik oleh Allah sendiri
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. (Matius 13:8)
GBU
:\noeng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar