Kamis, 08 Agustus 2019

Allah Menuntun Menuju Tanah Perjanjian Yang Baru

BACAAN ALKITAB

Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus (Kel. 15:13)

PENGAJARAN

Sejarah perjalanan umat Israel keluar dari Mesir menuju tanah perjanjian, Kanaan, seolah-olah tidak ada habis-habisnya untuk dijadikan pelajaran bagi kita saat ini untuk memahami dan mengerti rencana pekerjaan keselamatan Allah, di dalam Yesus Kristus, yang saat ini dikerjakan oleh Roh Kudus, untuk membawa kita kepada tanah perjanjian yang baru, "tanah Kanaan yang baru" yaitu kerajaan Sorga. 

Allah Menuntun ke Tanah Perjanjian, Kanaan

Ketika Allah mendengar keluh kesah umat Israel atas penderitaan mereka semasa perbudakan di Mesir, tergeraklah Ia akan  kasih dan belas kasihan kepada umat Israel, sehingga Allah mengutus Musa untuk menyelamatkan dan mengeluarkan mereka dari Mesir dan membawa umat Israel menuju ke tanah perjanjian, Kanaan, suatu negeri yang penuh dengan "susu dan madu". Dengan kasih setia-Nya, Ia menuntun umat yang telah dipilihnya dan dengan kekuatan-Nya Ia membimbing mereka ke tempat Kediaman-Nya yang kudus.

Tentulah penguasa Mesir tidak rela kalau umat Israel keluar dari Mesir, sehingga meski orang-orang Israel telah keluar dari Mesir, para prajurit Firaun diperintahkan untuk terus mengejar orang-orang Israel untuk membinasakan mereka. Nampaknya itu akan berhasil, ketika umat Israel perjalanannya terhadang oleh adanya laut Merah yang ada di depannya dan sementara prajurit-prajurit Firaun terus bergerak semakin mendekat. 

Di sinilah kuasa Allah ditunjukkan kepada umat-Nya, dengan harapan agar umat Israel memiliki iman, pengharapan dan pengandalan kepada Allah dan kepada Musa, hamba yang diutus-Nya, di mana Ia membuat mereka berhasil menyeberangi Laut Merah dan melenyapkan pasukan Firaun.

Selanjutnya Allah menuntun umat itu ke padang gurun Syurk menuju Tanah Perjanjian. Selama dalam perjalanan ini, umat Israel belajar :
  • Untuk mengenali akan kemurahan Allah dan hendaknya merasa puas dengan kemurahan yang telah diberikan. Di padang gurun, umat pilihan-Nya sangat tergantung pada makanan yang diberikan Allah, yaitu manna, roti dari langit, yang diberikan kepada mereka secara cuma-cuma. Tetapi mereka harus mengikuti nasihat-nasihat ilahi pada saat mengumpulkannya dan belajar untuk puas dengan hal itu (Kel. 16:4,5; Bil. 21:4-6).
  • Untuk mengenali kehendak Allah. Untuk mencapai tujuan, mereka harus berjalan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Allah. Di siang hari, mereka harus mengikuti tiang awan dan pada malam hari mereka harus mengikuti tiang api. Tetapi ketika awan tidak naik, maka mereka pun tidak berangkat, sampai hari awan itu naik. (Kel. 13:21; 40:36,37).
  • Untuk tetap setia kepada Allah, bahkan ketika Allah tidak menyatakan diri untuk beberapa lama (Kel. 32).
  • Untuk menerima Musa, utusan yang dipilih oleh Allah (Bil. 16), meskipun Musa sendiri bukanlah orang yang sempurna dan tanpa cela (Kel. 2:11-14).
  • Untuk tetap tegar dan terus berjuang, ketika Allah meminta mereka untuk berjuang, meskipun kemenangan nampaknya mustahil untuk diraih (Bil. 13;14).

Allah Menuntun ke Tanah Kanaan yang baru, Kerajaan Sorga

Dengan jatuhnya Adam dan Hawa ke dalam dosa, menjadikan seluruh umat manusia menjadi hamba dosa. Untuk membebaskan manusia dari kuasa dosa, Yesus Kristus telah diutus untuk memberikan hidup-Nya, yang akan membawa manusia ke tanah perjanjian hang baru, yaitu Kerajaan Sorga. Kemenangan-Nya atas maut dan neraka, memungkinkan kita untuk dilepaskan dari perhambaan dosa dan untuk datang kepada Allah, yang bersemayàm dalam Kerajaan Sorga. Allah ingin menuntun kita dengan kasih setia-Nya, umat yang telah ditebus-Nya, dan dengan kekuatan-Nya Ia membimbing kita untuk dibawa ke temlat kediaman-Nya yang kudus. Pada masa sekarang ini, untuk masuk ke tempat kediaman-Nya dan masuk kedalam kerajaan Allah, sebagaimana umat Israel, kita juga harus belajar :
  • Untuk mengenali dan mampu meraih karunia kemurahan, yang disediakan Allah, sebagai makanan jiwa kita, yaitu sakramen-sakramen, dan firman-firman Allah. Sebagaimana Tuhan Yesus katakan, "... makanan-Ku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya" (Yoh. 4:34). Kehendak Allah yang tidak lain adalah firman Allah, diberikan kepada kita sebagai makanan rohani, dan itu dapat kita peroleh, di dalam kebaktian-kebaktian secara cuma-cuma. Tetapi kita harus mengumpulkan dan menerimanya, dan hendaknya merasa puas dengan apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Marilah kita mengandalkan diri pada Allah. Di dalam kemurahan-Nya Ia mengaruniakan segala yang kita perlukan untuk keselamatan kita, sesuai dengan keadaan waktu.
  • Untuk mengikuti jalan yang telah Yesus tunjukkan. Roh Kudus sebagai tiang awan dan tiang api menuntun kita untuk terus berada di atas jalan yang telah ditentukan, dan jalan itu bernama jalan kasih, "kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama" (Matius 22:37-39). Seseoramg tidak akan sampai kepada tujuan, jika ia menyimpang dari jalan ini. Tuhan Yesus mengatakan, "Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menuruti perintah-perintah-Ku.".
  • Untuk tetap setia kepada Allah, bahkan ketika Ia seolah-olah melupakan kita, atau tidak memperdulikan kita dan tidak mengabulkan semua permohonan kita. Tetaplah setia, karena Allah kita adalah Allah yang setia.
  • Untuk menerima kelompok Rasul yang diutus oleh Yesus untuk menuntun kita dan menyalurkan makanan dan minuman sorgawi, yaitu firman-firman dan sakramen-sakramen, meskipun mereka juga tidak tanpa cela dan ada berbagai ketidak sempurnaan yang dapat kita lihat.
  • Untuk tetap tegar, terus berjuang, pantang menyerah dan berjuang tanpa lelah dalam upaya melawan dosa, meski kita kadang pesimis bahwa kita tidak akan menang melawan dosa. Tetspi kita memiliki keyakinan bahwa bersama Kristus kita akan menang melawan dosa.
Mereka yang mengikut dengan setia kepada Kristus sampai pada akhirnya, ia akan masuk ke dalam kerajaan-Nya!

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...