BACAAN ALKITAB
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja. Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti:"Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah! Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan. (Markus 5:35-42)PENGAJARAN
Kisah anak perempuan Yairus yang dibangkitkan dari kematian, adalah sebuah petunjuk tentang aktivitas Yesus Kristus yang menyelamatkan.
Yesus mendengarkan kita.
Yairus, adalah seorang kepala rumah ibadat (sinagoge). Ketika ia melihat Yesus di dekat danau Galilea, ia datang kepada Yesus, dan tersungkurlah ia di depan kaki-Nya. Ia memohon kepada-Nya, agar Yesus berkenan menolong anak perempuannya yang sakit dan hampir mati. Ia tersungkur di depan kaki Yesus untuk menunjukkan imannya bahwa ia percaya pada kuasa ilahi, yang ada pada diri Yesus. Yesus pun pergi bersama Yairus, dan sekumpulan orang banyak, mengikuti mereka.
Seorang perempuan yang telah menderita pendarahan selama bertahun-tahun, datang dari belakang dan menyentuh Yesus. Peristiwa ini menghambat perjalanan mereka, karena Yesus mempertanyakan, siapa yang melakukan hal tersebut. Yesus merasakan ada tenaga yang keluar dari tubuhNya. Peristiwa ini akhirnya juga memperlambat upaya penyembuhan yang diniatkan dan akan dilakukan Yesus kepada anak perempuan Yairus (ayat 25–34). Anak perempuan itu pun akhirnya meninggal dunia. Ketika Ia sampai di rumah, para pelayat sudah berkumpul. Tapi oleh karena kuasa ilahiNya, Ia membangkitkan anak perempuan itu dari kematian dan semua orang terkagum-kagum.
Peristiwa di atas menunjukkan bahwa, ketika kita memohon pertolongan melalui doa-doa kita, Yesus akan dengan sukacita untuk menindak lanjuti permohonan kita
Yesus mendengarkan doa-doa kita dan mendampingi kita di dalam ujian-ujian maupun kesulitan. Kehadiran-Nya di samping kita akan memberikan penghiburan dan menguatkan kita. Tetapi, Ia tidak selalu dengan segera, membebaskan kita dari penderitaan.
Kadang, kita mendapati bahwa Allah "seolah-olah sibuk"menyelesaikan permasalahan orang lain (ayat 25–34), sementara situasi kita sendiri, justru semakin memburuk. Tapi Yesus mengatakan, “Jangan takut, percaya saja!” (ayat 36). Allah akan menolong kita. Oleh karena itu, marilah kita bersabar dan mengandalkan diri pada pertolonganNya.
Pertolongan Allah melampaui imajinasi kita
Bagi mereka yang ada di sekitar Yairus, Yesus datang terlambat, dan tidak ada lagi yang dapat Ia lakukan (ayat 35). Beberapa orang bahkan mengejek-Nya, karena Ia mengklaim pernyataan yang sebaliknya (ayat 39,40).
Dari sudut pandang manusiawi, memang seringkali sulit untuk dijelaskan mengapa Allah tidak melakukan apapun untuk mencegah begitu banyak orang dari penderitaan, sakit-penyakit, peperangan, atau bencana-bencana alam.
Puncaknya adalah, ketika engkau menunjukkan bahwa, ada suatu kemungkinan bagi pendosa, untuk meraih jalan masuk pada keselamatan setelah kematian, maka tidak jarang engkau bahkan akan diejek. Namun kita percaya bahwa pertolongan Allah sering kali melampaui pemahaman manusiawi. Kematian, bukanlah suatu halangan bagi-Nya. Yang Mahakuasa dapat mengatasi kesulitan-kesulitan terbesar dan mengubah semua kesedihan menjadi sukacita yang kekal.
Yesus menyelamatkan
Yesus membangkitkan anak perempuan itu dari kematian, dengan memegang tangannya dan berbicara kepadanya (ayat 41). Dengan mukjizat ini, Yesus secara simbolis menyatakan akan kebangkitan-Nya sendiri dan kemenangan-Nya atas maut dan kematian. Ia ingin menunjukkan kepada orang-orang, bahwa Ia dapat membebaskan mereka dari kematian rohani, yaitu suatu keadaan terpisah dari Allah, dan memberi mereka hidup yang kekal, yakni persekutuan dengan Allah.
Ia mengaruniakan hidup yang kekal kepada mereka yang menerima firman-Nya dan sakramen-sakramen dengan hati yang percaya. Mengikut Kristus adalah jalan satu-
satunya untuk menuju hidup yang kekal
Arahan-Nya yang ketat kepada orang-orang untuk tidak mengatakan kepada siapapun tentang mukjizat yang telah Ia lakukan (ayat 43), jelas nampak aneh. Semua orang yang ada di situ tahu, bahwa anak perempuan Yairus itu sudah mati dan mereka melihat sendiri bahwa Ia juga telah menghidupkan kembali anak Yairus itu. Tetapi, Yesus tidak ingin orang-orang tersebut, melihat Dia sebagai pelaku mukjizat. Tuhan Yesus justru ingin, agar seorang Kristen yang mengikut Yesus, adalah untuk meraih hidup yang kekal dan bukan untuk melihat atau mendapatkan keuntungan dari mukjizat-mukjizat.
Memperantarakan bagi yang telah meninggal dunia
Banyak jiwa yang mendapati diri mereka dalam kondisi mati secara rohani, karena mereka tidak mengenal Yesus Kristus, atau karena mereka sengaja membiarkan jarak terus semakin menjauh, di antara mereka dengan Yesus. Belum terlambat. Adalah belum terlambat, bagi mereka. Kasih kita kepada sesama, hendaknya mendorong kita untuk memperantarakan mewakili mereka.
Kita dapat membawa mereka lebih dekat dengan Yesus, dengan cara memberitakan Injil Kristus kepada mereka dan membiarkan mereka menemukan dan dapat merasakan kasih Kristus. Yesus akan membebaskan mereka, yang menerima firman-Nya dengan penuh kepercayaan, dari kematian yang kekal. Di sisi lain, adalah tergantung pada gereja, yaitu komunitas orang-orang percaya, untuk memerhatikan kesejahteraan rohani mereka yang telah Yesus panggil menuju hidup yang kekal.
Amin
Ia mengaruniakan hidup yang kekal kepada mereka yang menerima firman-Nya dan sakramen-sakramen dengan hati yang percaya. Mengikut Kristus adalah jalan satu-
satunya untuk menuju hidup yang kekal
Arahan-Nya yang ketat kepada orang-orang untuk tidak mengatakan kepada siapapun tentang mukjizat yang telah Ia lakukan (ayat 43), jelas nampak aneh. Semua orang yang ada di situ tahu, bahwa anak perempuan Yairus itu sudah mati dan mereka melihat sendiri bahwa Ia juga telah menghidupkan kembali anak Yairus itu. Tetapi, Yesus tidak ingin orang-orang tersebut, melihat Dia sebagai pelaku mukjizat. Tuhan Yesus justru ingin, agar seorang Kristen yang mengikut Yesus, adalah untuk meraih hidup yang kekal dan bukan untuk melihat atau mendapatkan keuntungan dari mukjizat-mukjizat.
Memperantarakan bagi yang telah meninggal dunia
Banyak jiwa yang mendapati diri mereka dalam kondisi mati secara rohani, karena mereka tidak mengenal Yesus Kristus, atau karena mereka sengaja membiarkan jarak terus semakin menjauh, di antara mereka dengan Yesus. Belum terlambat. Adalah belum terlambat, bagi mereka. Kasih kita kepada sesama, hendaknya mendorong kita untuk memperantarakan mewakili mereka.
Kita dapat membawa mereka lebih dekat dengan Yesus, dengan cara memberitakan Injil Kristus kepada mereka dan membiarkan mereka menemukan dan dapat merasakan kasih Kristus. Yesus akan membebaskan mereka, yang menerima firman-Nya dengan penuh kepercayaan, dari kematian yang kekal. Di sisi lain, adalah tergantung pada gereja, yaitu komunitas orang-orang percaya, untuk memerhatikan kesejahteraan rohani mereka yang telah Yesus panggil menuju hidup yang kekal.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar