Senin, 30 September 2019

Gempa Bumi

Di beberapa tempat, baik di Indonesia maupun di Jepang dan di negara-negara lain, sering kali terjadi peristiwa bencana gempa bumi. Menurut para ilmuan, salah satu penyebab gempa bumi adalah adanya tumbukan antara 2 lempeng bumi, yang memiliki sifat  dan karakter yang berbeda, yang masing -masing memiliki dan membawa energi yang sangat besar. Itulah sebabnya, akibat peristiwa gempa bumi ini, tidak jarang menimbulkan kerusakan yang sedemikian hebatnya dan pada kondisi-kondisi tertentu disertai dengan bahaya ikutan yang tidak kalah besar dan menakutkan, yaitu tsunami. Kerusakan yang terjadi akibat tsunami sendiri, seringkali, juga tidak kalah hebatnya.

Mari gambaran ini kita bawa dalam kehidupan kita sehari-hari, baik dalam kehidupan rumah tangga, lingkungan pekerjaan, lingkungan dimana kita berada, kehidupan sidang jemaat Tuhan atau gereja, bahkan kehidupan sebagai suatu bangsa. Kita ambil contoh saja dalam lingkungan kehidupan yang kecil seperti lingkungan rumah tangga atau sidang jemaat (gereja).

Setiap manusia pastilah memiliki keinginan, kepikiran, kemauan, minat, harapan, cita-cita dan lain-lain. Pada saat sedemikian, sering kali kita berharap orang lain untuk bisa mengerti, memahami, dan kalau bisa mendukung apa yang menjadi keinginan dan harapannya, sehingga apa yang menjadi keinginan dan harapannya dapat terwujud. Tidak jarang, keinginan kita itu sedemikian besarnya, sehingga kita akan berusaha apa pun caranya, yang penting tujuan dan harapan kita dapat terpenuhi. Jika sudah demikian, pastilah untuk dapat merealisasikannya dibutuhkan energi dan usaha yang sangat besar, sehingga kadang-kadang, ketika kita berhasil meraih apa yang kita inginkan, kita merasa seolah-olah sudah loyo, kehabisan tenaga dan kelelahan. Ini menggambarkan betapa besar energi yang dibutuhkan untuk merealisasikan keinginan kita tersebut.

Di sisi lain, kita juga berharap, jangan sampai ada orang yang menghalangi atau menghambat keinginan kita tersebut. Kalau sampai terjadi hal itu, sedapat mungkin, ia akan berusaha untuk menggilasnya.

Demikianlah, dalam kehidupan rumah tangga atau dalam kehidupan sidang jemaat Tuhan, kadang ada satu pihak atau orang-orang yang berusaha untuk memaksakan keinginannya. Jika suami atau isteri memaksakan suatu keinginan atau kehendak dan itu berbenturan dengan keinginan dan harapan dari pasangannya, maka akan dapat terjadi suatu konflik dalam rumah tangga tersebut. Jika tidak ada pihak yang mau mengalah atau mau merendahkan diri, maka agar keinginan dan kehendaknya terpenuhi, maka mereka akan mencoba meningkatkan energinya agar keinginan dan kehendaknya dapat terwujud. Jika energi yang terpendam ini semakin tinggi, maka ketika terjadi benturan, maka akan kerusakan akibat tingginya energi benturan dalam rumah tangga tersebut. Dapat dibayangkan, betapa besar kehancuran dalam kehidupan rumah tangga tersebut, akibat benturan ini. Belum lagi kalau kedua pihak mengikut sertakan orang-orang yang ada di sekitarnya untuk mendukungnya, maka potensi kehancuran itu akan semakin besar, seperti halnya gempa bumi yang diikuti tsunami. Suatu kerusakan dan kehancuran yang sangat dasyat di dalam kehidupan rumah tangga kita. Demikian juga halnya dalam kehidupan sidang jemaat Tuhan dan lain-lain.

Supaya benturan ini tidak terjadi, maka dibutuhkan kerendahan hati dan sikap mengalah pada diri kita. Ketika kita merasakan adanya potensi benturan yang hebat, sikap pertama yang hendaknya disadari, adalah, kenali potensi kerusakan dan kehancuran yang mungkin bisa terjadi. Jika hal ini segera kita sadari, maka berlomba-lombalah untuk menjadi yang pertama dalam upaya merendahkan diri dan mengalah, maka kehancuran dalam kehidupan rumah tangga kita dapat dihindari.

Mengalah, tidak selalu berarti kalah. Merendahkan diri, tidak selalu berarti rendah diri atau hina. Bersikaplah bijak dalam menyikapi potensi benturan kepentingan, keinginan dan harapan dalam rumah tangga kita, agar tidak terjadi kerusakan atau kehancuran dalam rumah tangga kita, akibat benturan kepentingan diri kita masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...