Selasa, 01 Oktober 2019

Terperangkap

BACAAN ALKITAB

Karena manusia tidak mengerti waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba. (Pengkhotbah 9:12)

PENGAJARAN

Banyak cara untuk menangkap ikan atau burung. Beberapa diantaranya menggunakan jala atau jaring, pukat (dilarang karena merusak ekosistem habitat laut), dan pukat kantong (tidak merusak ekosistem bahwah laut). Dengan cara ini ikan yang terjaring, sulit, dan bahkan tidak akan dapat lepas lagi. Juga ada cara lain, yaitu dengan menggunakan jebakan ikan berbentuk keranjang, yang dipasang mengikuti arah arus air. Tidak jarang, untuk memarik perhatian ikan, ditaruhkanlah makanan atau umpan yang menimbulkan daya tarik bagi ikan untuk masuk ke jebakan tersebut. Demikian juga halnya untuk menangkap burung. Ikan atau burung yang sudah terperangkap akan pasrah. "Beruntung" kalau hanya "ditawan" untuk dipelihara. Tidak jarang, burung atau ikan yang terperangkap akan mengalami kematian.

Sama halnya dengan yang dilakukan oleh iblis untuk menjerat manusia.

Perlu kita sadari, bahwa iblis memang sudah kalah dengan Tuhan Yesus. Iblis tidak bisa menjerat Tuhan Yesus, meski sudah memasang berbagai perangkap dan bahkan juga memasang umpan yang banyak diinginkan manusia. Hal ini dilakukan oleh iblis, setelah Tuhan Yesus berpuasa. Ternyata iblis idak bisa menjerat Yesus dengan tawaran atau umpan, yang banyak diinginkan manusia, maka iblis pun menggantinya dengan perangkap dan jerat yang mematikan. Ternyata cara ini, juga tidak berhasil menjerat Yesus. Bahkan maut dan neraka pun, tidak mampu menaklukkan Tuhan Yesus.

Meskipun iblis sudah kalah dengan Tuhan Yesus, iblis merasa bahwa belum tentu ia juga akan kalah dengan manusia. Itulah sebabnya iblis mencoba menebar berbagai macam perangkap atau jerat untuk menjebak manusia dan iblis melakukannya pada saat yang tidak kita duga.

Iblis tahu, manusia tidak sekuat dan secerdik Tuhan Yesus. Oleh karena itu jerat atau perangkap pertama yang dilakukan oleh iblis adalah dengan memberikan pencobaan seperti yang ia lakukan pada Ayub. Berbagai penderitaan, kesengsaraan, kesesakan, sakit penyakit, iblis tebar untuk menjerat manusia, dengan harapan agar manusia berbalik menghujat Allah dan kemudian meninggalkan Allah. Ketika manusia telah jauh dari Allah, maka akan lebih mudah bagi iblis untuk menaklukkan manusia.

Meskipun ada beberapa manusia yang akhirnya juga terperangkap dan terjerat dengan cara seperti ini, tetapi iblis belum puas, karena sekarang manusia justru lebih berusaha mendekat kepada Allah saat mengalami kesesakan, kesulitan, penderitaan dan sakit penyakit. Oleh karena itu iblis menggunakan umpan yang lain, yaitu dengan menawarkan apa yang selalu diharapkan manusia, yaitu kenikmatan dan kesenangan duniawi.

Beberapa kenikmatan dan kesenangan duniawi yang saat ini banyak ditawarkan iblis untuk menjerat manusia antara lain :

  • Harta kekayaaan. Dengan kekayaan manusia bisa membeli apa yang mereka inginkan, sehingga mereka tidak butuh Allah lagi. Mereka menjauh dari Allah.
  • Kepandaian dan Tehnologi. Dengan kepandaian dan tehnologi,  manusia merasa tidak perlu lagi bertanya kepada Allah.
  • Kekuasaan. Dengan kedudukan dan kekuasaan yang dimiliki, manusia merasa sudah bisa mengatur dirinya dan orang lain, sehingga mereka merasa tidak butuh campur tangan Allah lagi
Terbukti, dengan umpat dan jerat ini iblis lebih mudah dan lebih berhasil menjauhkan manusia dari Allah, sehingga manusia jadi lebih mudah ditaklukan untuk menjadi budak iblis, budak dosa, dan kita tahu akibat dosa adalah maut.

Bersyukurlah, karena kasih Allah dan Tuhan Yesus kepada manusia, maka melalui Tuhan Yesus, Ia telah memperingatkan kita sebagaimana yang Ia sampaikan kepada Petrus. "Sadarlah, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya." (1 Petrus 5:8) Oleh karena itu sadarlah dan berjaga-jagalah, agar kita tidak masuk perangkap atau jerat iblis.

Berpautlah kepada Tuhan, Allah Sang Bapa kita, "Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu." (Mazmur 121:5).

Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...