Percayakah kita bahwa ada misi dibalik penciptaan segala sesuatu oleh Allah? Sebuah pertanyaan besar yang sederhana : "Lalu, kenapa kita harus diciptakan oleh Allah, dihadirkan dan hidup di dunia ini? Untuk
maksud apa Allah menciptakan saya?" Jika pertanyaan ini, suatu saat muncul dalam benak kita, dan kita sulit untuk menjawabnya, kita boleh merujuk pada apa yang ditulis oleh Rasul Paulus dalam kitab Efesus 2:10, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Yesus Kristus, untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup didalamnya".
Setelah tahu untuk apa kita diciptakan, yaitu untuk melakukan pekerjaan baik, lantas pertanyaan selanjutnya adalah, "Pekerjaan Baik" yang bagaimanakah yang harus aku kerjakan? Jawabannya adalah "Untuk Melayani". Jadi kita diciptakan oleh Allah di dalam Yesus Kristus, untuk melayani, "Melayani Allah dan melayani sesama". Matius 20:28 menyatakan, "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang", demikian juga kita hendaknya dapat meneladani sikap hidup Tuhan Yesus, yaitu untuk melayani Allah dan melayani sesama. meskipun demikian bukan berarti kita juga harus memberikan nyawa kita menjadi tebusan bagi banyak orang. Dalam hal ini kurban Yesus telah cukup dan bahkan melampaui yang dibutuhkan untuk menjadi tebusan bagi semua orang berdosa yang mau dan menerima Yesus. "Sebab jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus." (Roma 5:17)
Pekerjaan baik, yaitu untuk melayani, seperti yang telah disebut di atas, terbagi menjadi 2, yaitu melayani Allah dan melayani sesama.
Berdasarkan kasih, Allah telah mengutus Yesus, Sang Putra Allah untuk turun ke dunia dan telah menjadi terangnya dunia. Melalui Yesus, Ia telah memanggil kita dari kegelapan dosa dunia kepada terang-Nya yang ajaib, sehingga kita tidak lagi menjadi anak-anak kegelapan, melainkan telah menjadi anak-anak terang. Perbuatan besar inilah yang hendaknya kita kabarkan, kita beritakan. Biarlah kita dapat menjadi saksi-saksi Kristus. biarlah kita gemar untuk memberitakan Injil Kristus, dan itu hendaknya nyata dalam kata dan perbuatan.
Ketika mendengar kata "sesama manusia", kita seringkali berpikir itu adalah orang lain. Pemahaman ini sebenarnya kurang tepat. Karena "sesama manusia" itu juga mencakup
- orang tua
- keluarga, suami, isteri dan anak-anak
- saudara-saudari dan orang-orang disekitar kita.
Tidak jarang kita merasa jengkel terhadap sikap orang tua kita, yang mungkin tidak sejalan dengan pemikiran dan pengharapan kita. Belum lagi ketika kita merasa, kita "tidak pernah" merasakan kasih orang tua. Maka yang ada dalam hati kita adalah kemarahan dan kejengkelan semata. Tetapi Allah telah menyatakan, "hormatilah orang tuamu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu." (Keluaran 20:12). Tidakkah kita ingat semua yang telah diberikan orang tua kita kepada kita?
Pada saat orang tua kita telah berusia lanjut, adalah giliran kita untuk melayani mereka. Rawatlah mereka, layanilah mereka, sebagaimana engkau melayani Tuhan. Akan timbul masalah ketika kita sudah berniat untuk merawat mereka, untuk melayani mereka, dengan membawa mereka ke rumah kita, ternyata mereka menolak. Jangan engkau marah, jangan engkau memaksa, tetap hormatilah mereka, tetap layanilah mereka sebagaimana engkau melayani Tuhan.
Sebagai seorang suami, sebagai kepala keluarga, mungkin kita akan berpikir, bahwa tugas isterilah yang semestinya melayani suami. Tetapi kalau kita mengingat akan apa yang diajarkan Tuhan Yesus dalam Matius 25:40, di atas, maka dengan melayani isteri kita, berarti kita juga melayani Allah, demikian juga sebaliknya. Di dalam hal ini marilah kita berusaha untuk saling melayani sebagai suami-isteri, karena dengan demikian, berarti kita juga melayani Allah.
Kepada anak-anak, kita tidak hanya merawat, membesarkan dan mendidik mereka dalam kehidupan jasmani, lebih dari itu, pelayanan kita sebagai orang tua, hendaknya dapat membawa anak-anak kita, untuk dapat memiliki iman, kedekatan dan kemenurutan kepada Yesus. Teladan dalam sikap, perilaku dan perkataan kita yang sesuai dengan pengajaran Tuhan, adalah suatu bentuk pelayanan kepada anak-anak kita, yang sangat penting.
Amin
Setelah tahu untuk apa kita diciptakan, yaitu untuk melakukan pekerjaan baik, lantas pertanyaan selanjutnya adalah, "Pekerjaan Baik" yang bagaimanakah yang harus aku kerjakan? Jawabannya adalah "Untuk Melayani". Jadi kita diciptakan oleh Allah di dalam Yesus Kristus, untuk melayani, "Melayani Allah dan melayani sesama". Matius 20:28 menyatakan, "Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang", demikian juga kita hendaknya dapat meneladani sikap hidup Tuhan Yesus, yaitu untuk melayani Allah dan melayani sesama. meskipun demikian bukan berarti kita juga harus memberikan nyawa kita menjadi tebusan bagi banyak orang. Dalam hal ini kurban Yesus telah cukup dan bahkan melampaui yang dibutuhkan untuk menjadi tebusan bagi semua orang berdosa yang mau dan menerima Yesus. "Sebab jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus." (Roma 5:17)
Pekerjaan baik, yaitu untuk melayani, seperti yang telah disebut di atas, terbagi menjadi 2, yaitu melayani Allah dan melayani sesama.
Melayani Allah
Bukankah Allah telah memiliki berlaksa-laksa malaikat untuk melayani dan membantu-Nya, tapi mengapa kita masih diharapkan untuk melayani Allah? Tuhan Yesus menyatakan, "...Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit...(Lukas 10:2). Di dalam kitab 1 Petrus 2:9, juga dinyatakan, "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Allah, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.Berdasarkan kasih, Allah telah mengutus Yesus, Sang Putra Allah untuk turun ke dunia dan telah menjadi terangnya dunia. Melalui Yesus, Ia telah memanggil kita dari kegelapan dosa dunia kepada terang-Nya yang ajaib, sehingga kita tidak lagi menjadi anak-anak kegelapan, melainkan telah menjadi anak-anak terang. Perbuatan besar inilah yang hendaknya kita kabarkan, kita beritakan. Biarlah kita dapat menjadi saksi-saksi Kristus. biarlah kita gemar untuk memberitakan Injil Kristus, dan itu hendaknya nyata dalam kata dan perbuatan.
Melayani Sesama
Melayani Allah juga dapat kita lakukan dengan cara melayani sesama. "...Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40).Ketika mendengar kata "sesama manusia", kita seringkali berpikir itu adalah orang lain. Pemahaman ini sebenarnya kurang tepat. Karena "sesama manusia" itu juga mencakup
- orang tua
- keluarga, suami, isteri dan anak-anak
- saudara-saudari dan orang-orang disekitar kita.
Melayani orang tua
Kita semua pasti sepakat, bahwa orang tua kita telah banyak berkurban dalam mendidik, merawat dan membesarkan kita. Tidak bisa kita pungkiri berapa banyak, tenaga, waktu, pikiran, perasaan, kasih dan lain sebagainya yang telah diberikan orang tua kepada kita. Seberapa banyak nasihat yang diberikan kepada kita, sebagaimana yang dapat kita banyak dalam kitab Amsal. Tetapi pada saat mereka sudah berusia lanjut, bagaimana sikap kita kepada mereka, yang telah begitu banyak berkurban untuk kita.Tidak jarang kita merasa jengkel terhadap sikap orang tua kita, yang mungkin tidak sejalan dengan pemikiran dan pengharapan kita. Belum lagi ketika kita merasa, kita "tidak pernah" merasakan kasih orang tua. Maka yang ada dalam hati kita adalah kemarahan dan kejengkelan semata. Tetapi Allah telah menyatakan, "hormatilah orang tuamu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu." (Keluaran 20:12). Tidakkah kita ingat semua yang telah diberikan orang tua kita kepada kita?
Pada saat orang tua kita telah berusia lanjut, adalah giliran kita untuk melayani mereka. Rawatlah mereka, layanilah mereka, sebagaimana engkau melayani Tuhan. Akan timbul masalah ketika kita sudah berniat untuk merawat mereka, untuk melayani mereka, dengan membawa mereka ke rumah kita, ternyata mereka menolak. Jangan engkau marah, jangan engkau memaksa, tetap hormatilah mereka, tetap layanilah mereka sebagaimana engkau melayani Tuhan.
Melayani Keluarga
Suami, isteri dan anak-anak kita, juga termasuk dalam "sesama kita".Sebagai seorang suami, sebagai kepala keluarga, mungkin kita akan berpikir, bahwa tugas isterilah yang semestinya melayani suami. Tetapi kalau kita mengingat akan apa yang diajarkan Tuhan Yesus dalam Matius 25:40, di atas, maka dengan melayani isteri kita, berarti kita juga melayani Allah, demikian juga sebaliknya. Di dalam hal ini marilah kita berusaha untuk saling melayani sebagai suami-isteri, karena dengan demikian, berarti kita juga melayani Allah.
Kepada anak-anak, kita tidak hanya merawat, membesarkan dan mendidik mereka dalam kehidupan jasmani, lebih dari itu, pelayanan kita sebagai orang tua, hendaknya dapat membawa anak-anak kita, untuk dapat memiliki iman, kedekatan dan kemenurutan kepada Yesus. Teladan dalam sikap, perilaku dan perkataan kita yang sesuai dengan pengajaran Tuhan, adalah suatu bentuk pelayanan kepada anak-anak kita, yang sangat penting.
Melayani saudara-saudari dan orang lain
Ketika Yesus dicobai oleh seorang ahli Taurat dengan pertanyaan, "Dan siapakah sesamaku manusia?" Tuhan menerangkannya dengan perumpamaan yang sangat terkenal, yaitu Orang Samaria yang baik hati. (Lukas 10:29-37). Marilah kita berusaha untuk melayani sesama kita, tanpa memandang asal-usul, latar belakang, sifat dan karakter seseorang. Lakukanlah semua itu, seperti engkau melakukannya untuk Tuhan. Maka sukacita kita akan senantiasa menyertai hidup kita.Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar