Sabtu, 25 Januari 2020

Agape

Agape adalah istilah Yunani yang berarti 'cinta atau kasih. Cinta atau kasih dalam pengertian istilah Agape adalah cinta yang sifatnya tulus, tidak mengharapkan balas jasa, tidak mementingkan diri sendiri, cinta tanpa batas, atau cinta tanpa syarat (Inggris: unconditional love), tidak pernah egois. 

Dalam tradisi ke-Kristen-an, agape adalah cinta yang bersifat total, kerap diidentikkan dengan kasih Allah terhadap ciptaan-Nya. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Kasih Tuhan Yesus kepada Allah Sang Bapa dan kepada manusia, juga merupakan contoh tentang kasih yang dimaksudkan dalam Agape. Oleh kasih-Nya yang sedemikian besar kepada Allah Sang Bapa, Tuhan Yesus dengan penuh kemenurutan tetap memenuhi apa yang menjadi kehendak Allah, meski Ia tahu, bahwa Ia harus mengalami penderitaan yang luar biasa. Meskipun Yesus adalah Allah yang sejati, tetapi Ia yang juga adalah manusia sejati sebenarnya merasa miris, untuk dapat memenuhi kehendak Allah. "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku..." Tapi oleh karena kasih Tuhan yang sedemikian besar kepada Allah, Beliau dapat mengatakan, "...tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39). Dan kita tahu Yesus mengalami penderitaan yang sedemikian berat sebagai wujud kasih-Nya yang sedemikian agung (Agape) dalam memenuhi kehendak Allah untuk menjadi penebus dosa-dosa manusia. Akhirnya Ia pun  dapat mengatakan, "sudah rampung."

Tuhan Yesus juga menjadi teladan dalam kasih kepada manusia sebagaimana yang dimaksud dalam Agape. Hal ini Tuhan Yesus nyatakan ketika Ia mohon kepada Allah, "..., Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat,..." (Lukas 23:34), meskipun Yesus mengalami penderitaan yang luar biasa akibat perbuatan mereka. Kasih Yesus juga dinyatakan melalui kepedulian Beliau, meski saat itu Yesus mengalami penderitaan yang berat. Ketika melihat Maria, ibu-Nya, Ia mengatakan dan menunjuk kepada murid-Nya, "Ibu, ini anakmu!"
Selanjutnya Ia berbicara kepada murid-Nya, "ini ibumu!" (lihat Yohanes 19:26-27)

Rasul Paulus juga menjabarkan, bagaimana hendaknya kasih yang diidentikkan dengan Agape dinyatakan. Pada 1 Korintus 13:4-7, dinyatakan sebagai berikut, "Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu." 

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari uraian di atas dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, meskipun hal ini tidak mudah untuk kita lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...