Rabu, 22 Januari 2020

Lobang Jarum

Pada masa dimana Tuhan Yesus hidup, maka untuk memberikan perlindungan bagi warga kota,  di kota-kota tertentu dibangunlah suatu tembok kota dengan pintu gerbangnya. Setelah jam tertentu, menjelang malam, pintu gerbang kota akan ditutup. 

Warga kota yang oleh karena kegiatannya, misalnya berdagang atau sedang dalam perjalanan, dan belum sempat masuk ke dalam kota setelah pintu gerbang utama ditutup, mereka masih dapat masuk ke kota dengan melewati sebuah pintu yang cukup sempit di sebelah atau di samping pintu gerbang utama, yang disebut pintu Lobang Jarum.


Jadi pintu Lobang Jarum, adalah pintu tambahan yang dibuat disamping atau disebelah pintu gerbang utama. Ketika sudah menjelang malam dan pintu gerbang utama ditutup, maka lewat pintu lobang jarum inilah, seseorang masih dapat masuk ke dalam kota. Karena pintu ini panjang dan cukup sempit, seperti halnya lubang jarum, dan hanya memiliki ketinggian sekitar 1 meter, maka orang hanya bisa melewatinya satu per satu dan unta yang sedang mengangkut beban atau kebetulan ada orang yang memiliki tubuh berukuran besar, tidak akan bisa melewatinya dan tidak bisa masuk ke dalam kota. Pintu Lobang Jarum ini dijaga oleh para penjaga, dan hanya warga kota saja yang diperbolehkan melewatinya.


Meski unta masih bisa lewat, tetapi untuk melewatinya, penumpang dan barang bawaannya harus diturunkan terlebih dahulu dan harus diperiksa oleh para penjaga. Setelah penumpang dan barang bawaannya diperiksa, si unta baru ditarik untuk dpat melewati pintu lobang jarum yang sempit itu.

Demikian sedikit tentang Lobang Jarum yang disinggung oleh Yesus. "Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Matius 19:24)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...