Jumat, 31 Januari 2020

Kehadiran Tuhan ditengah-tengah kita

Bagaian Alkitab

"Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Mat.18:20)

Pesan

Tuhan berjanji pada para muridnya untuk menyertai dan selalu ada ditengah-tengah meraka. Rasul Paulus juga menyampaikan apa yang Tuhan nyatakan, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibr.13:5b). Hal ini berarti bahwa Ia tidak hanya menyertai kita saja, tetapi kemuliaan, pemeliharaan, dan pertolongan-Nya juga akan selalu menyertai mereka yang percaya.

Apa prasyarat untuk dapat mengalami penyertaan / kehadiran Tuhan?

“Dua atau tiga orang berkumpul”. Jadi dari prasyarat ini, Tuhan tidak menyebutkan tempat, sebagai prasyarat untuk dapat mengalami kehadiran-Nya. Ini berarti kita dapat mengalami kehadiran Tuhan dimana saja. Hal ini juga ditegaskan Yesus, "...saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.” (Yoh 4:21). Tuhan berjanji akan hadir di tengah-tengah orang yang berkumpul dalam nama-Nya. Tuhan akan hadir di tengah-tengah keluarga, di meja makan, tempat tidur, dalam perjalanan, tempat kita bekerja, dalam setiap pelayanan kita, di mana pun, asalkan kita bersepakat mengundang-Nya. Begitu dekatnya Tuhan sehingga ada ungkapan, *"Tuhan sangat dekat, hanya sejauh DOA."*

Lantas yang menjadi pertanyaan. Untuk apa kita ke gereja, untuk apa kita hadir ke hadapan takhta kemurahan Allah? Di Mezbah Allah, kita tidak hanya mengalami kehadiran Tuhan, tetapi kita juga dapat berjamu dan memperoleh sabda Pengampunan dosa. Di sinilah pentingnya kita hadir ketika Allah memanggil kita datang ke hadapan takhta kemurahan-Nya.

Nas menyatakan bahwa Tuhan akan hadir apabila ada dua atau tiga orang berkumpul "dalam nama-Nya".  Itu artinya, ketika kita berkumpul, dapat menghadirkan Tuhan apabila dilakukan "dalam nama Yesus Kristus". Ketika kita bersama-sama bersekutu untuk saling melayani, saling mengasihi, saling mengampuni dalam iman pada Yesus Kristus.

Prasyarat berikutnya untuk mengalami kehadiran Tuhan, adalah KEKUDUSAN. “...kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.” (Ibr. 12:14). Untuk itu Rasul Paulus berkata pada jemaat di Korintus, “...marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.” (2 Kor.7:1). Dunia penuh dengan dosa dan segala macam kecemaran, karena itu melalui karya penebusan-Nya, Tuhan hendak mempersekutukan kembali umat percaya dengan Allah yang kudus.

Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...