Jumat, 10 Januari 2020

Melayani Tuhan dan Sesama

NAS ALKITAB

“Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa” (Yoh. 12:26).

Pengajaran

Kita dipilih dan dipanggil oleh Tuhan, untuk mengikuti teladan-Nya. Pada kesempatan ini, teladan yang diajarkan kepada kita adalah dalam hal melayani:
Bagaimana Ia melayani Sang Bapa dan sesama?
Ketika Ia melayani Sang Bapa, Ia menyatakannya dengan cara melakukan kehendak-Nya, menyatakan firman-Nya, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.
Meski sebagai Allah yang sejati, Yesus pun adalah juga manusia yang sejati. Itulah sebabnya Ia pun memberi teladan kepada kita, bagaimana hendaknya kita melayani sesama. Pelayanan Tuhan Yesus kepada manusia yang paling agung adalah ketika Ia mengurbankan hidup-Nya untuk keselamatan mereka (Mat. 20:28).

Setiap anak Allah juga dipilih dan dipanggil untuk melayani Allah dan sesama, dan juga untuk bersumbangsih bagi rencana keselamatan ilahi. Yang perlu dipahami dan dimengerti adalah bahwa Yesus adalah Tuan kita, dan kita adalah hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, Dialah yang mengatakan dan memerintahkan kita tentang apa yang harus dilakukan, di mana, dan kapan kita harus mengerjakan dan melakukannya. Kita juga harus memberi pertanggungan jawab kepada-Nya. Mari kita ingat akan perumpamaan-perumpamaan tentang talenta (Mat. 25:14-30) dan uang mina (Luk. 19:13-26).

Kita hendaknya juga dapat mengabdikan diri kita sepenuhnya bagi pelayanan-Nya (Mat. 6:24). Kepedulian, kebutuhan dan perhatian kita terhadap yang jasmani hendaknya tidak boleh menghalangi kita untuk melayani Kristus.

Apakah tugas kita?
Tugas kita adalah :
  • Memberitakan Injil, dalam perkataan dan perbuatan. 
  • Mengakui dan menyatakan iman kita dengan menyelaraskan hidup kita pada hukum ilahi. 
  • Berbuat dan melakukan pekerjaan-pekerjaan baik dan berbagi kepada sesama dengan harapan, orang lain dapat menemukan dan merasakan kasih Yesus kepada mereka, yang dinyatakan melalui perkataan dan perbuatan kita.
  • Mendukung tugas para Rasul untuk memberitakan kedatangan Tuhan kembali yang tidak lama lagi. Kita bersaksi tentang kedatangan-Nya kembali yang tidak lama lagi, melalui semangat yang kita perlihatkan dalam menerapkan firman Allah dalam perbuatan dan kesediaan kita untuk merukunkan diri dengan orang lain;
  • Tidak boleh menghakimi atau menghukum dengan cara apapun (Luk. 6:37).
Di manakah hendaknya kita bekerja?
Kita bekerja :
  • di dalam Gereja – Tuhan meminta umat-Nya untuk saling melayani;
  • di dalam lingkungan masyarakat – kita harus menunjukkan bahwa adalah selalu mungkin, untuk menerapkan Injil dalam kehidupan sehari-hari.
  • dekat dengan yang membutuhkan, yang terlupakan, orang asing, dipinggirkan dan yang ditolak.
Kapan?
  • Di saat-saat kita hidup bahagia. Ketika Tuhan menghadiri pesta perkawinan di Kana, Ia tidak lupa akan misi-Nya.
  • Di saat-saat kita hidup dalam kesulitan. Meskipun saat itu Tuhan ada pada kayu salib, Yesus masih memerhatikan nasib sesama-Nya;
  • Sampai Tuhan datang kembali.
Mereka yang menjawab panggilan ilahi ini dan kemudian dapat melayani dengan cara ini, akan memungkinkannya untuk dapat dibawa Tuhan bersama-Nya pada kedatangan-Nya kembali!

Amin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Memberi - Indahnya Berbagi. Bahagianya Memberi

Seorang dosen yang dikenal bijaksana, tengah berjalan santai bersama seorang mahasiswa di taman kampus. Tidak lama keduanya melihat ada sepa...